Sesampainya di stasiun St. Mande, saya harus struggling lagi untuk menemukan Ibis
Budget Paris Porte de Vincennes, seharusnya cuma 10 menit jalan kaki dari
Stasiun St. Mande. Tapi ini lumayan jauh, jadi 20 menit kemudian kami baru
sampai dengan mengandalkan google map dan beberapa kali bertanya, ternyata kami
salah exit, jadi exit stasiun St. Mande ada yang paling dekat dengan Hotel Ibis,
nanti anda bisa cek sendiri ya, karena exit apa? atau nomor berapa? tidak
ada papan petunjuknya, hanya foto exit terdekatnya seperti dibawah ini.
 |
| Entrance/Exit terdekat dari Hotel |
Ibis Budget Paris Porte de Vincennes ternyata
benar-benar Hotel Budget karena semuanya self service dan room-nya agak sempit
harganya IDR 960.000/malam atau IDR 480.000/malam/orang. Tapi sudah lumayan untuk twin room dan
private bathroom, walaupun lokasinya tidak strategis banget, masih ditengah
kota kira-kira 15 menit dengan Metro, Menara Eiffel juga masih terlihat dari
sini. Waktu sudah menunjukkan Pukul 16:00 saat kami sampai, setelah sampai
harusnya kami ke Eiffel & walking tour. Prakteknya? GAGAL karena saya dan
teman-teman saya sudah tidak sanggup melanjutkan perjalanan, luar biasa kepayahan,
jadi sore itu sampai malam kami hanya menghabiskan waktu dengan TIDUR! Bau balsam
dan koyo tentunya sudah menguar wkwk…
Hari ke 5
Paris (Selasa, 29 Oktober 2019), pada akhirnya schedule hari ini yang
seharusnya ke istana Versailles harus kami batalkan karena tentu saja kami
harus mengutamakan untuk mengunjungi Landmark Paris yakni Menara Eiffel. Selain
itu untuk ke Versailles tiket kereta-nya cukup mahal karena lokasinya ada di
luar kota Paris, tapi sebagai info anda bisa menggunakan jenis kereta luar kota
RER C harganya sekitar IDR 70.000, sedangkan entrance fee-nya IDR 320.000. Jadi hari ini kami akan walking tour dan mengunjungi landmark-landmark di Paris yang
seharusnya menjadi schedule di hari
ke 4.
Dari Stasiun St. Mande kami menggunakan line kuning track/jurusan La Defense menuju ke Station Palais Royal Musee de Louvre.
Keluar stasiun arahnya cukup jelas, anda hanya perlu mencari sign tulisan 'SORTIE' yang artinya adalah 'EXIT,' melewati mall dalam stasiun, kemudian keluar stasiun dan ambil jalan ke kanan nanti akan terlihat piramida Museum Louvre. Masuk museum? Engga, foto doang diluar, mahal cuyyy!. Jalur Metro Paris juga sangat mudah untuk dibaca dan sederhana, sama dengan jalur Tube di London, hanya dibedakan menurut warna line.
 |
Harus di ingat-ingat ya bahwa EXIT bahasa Perancis-nya
SORTIE seperti foto diatas (karena tanda petunjuk arah
tidak berbahasa Inggris) |
 |
| Mall dalam Stasiun |
Kemudian dari piramida Museum
Louvre berjalan melewati gerbang
Place du Carrousel (gerbang dan museum ini
berseberangan) memasuki taman
Jardin des Tuileries—berjalan lurus sampai pintu
gerbang yang menghadap bundaran dengan tugu batu di tengahnya disebut
Place de
la Concorde. Berjalan sejauh 2 km menuju
Arc de Triomphe melewati
Jardins des Champs-Elysees dan
Avenue des
Champs-Elysees. Meninggalkan
Arc de
Triomphe menuju
Eiffel Tower dengan naik
Metro dari Stasiun Charles de Gaulle line
warna hijau track/jurusan Nation turun di Trocadero Station sampai di
Palais de
Chaillot, karena spot Foto Eiffel terbaik adalah dari tempat ini. Oiya Entrance Stasiun Charles de Gaulle berada tepat diujung jalan
Avenue des Champs-Elysees berada di sebelah kanan jalan,
tidak jauh dari
Arc de Triomphe.
 |
| Musee de Louvre |
 |
| Gerbang Place du Carrousel - ada di seberang Musee de Louvre |
Kurang lebih seperti ini map-nya (hanya kita skip destinasi
paling awal yakni Notredame, karena sedang renovasi setelah insiden kebakaran)
:
Kayaknya udah luwes banget? ya engga, itu juga dari
hasil tengak-tengok dan bertanya-tanya, belon dikintilin ABG-ABG di gerbang Place du Carrousel yang menawarkan
proposal apalah ngga ngerti tapi saya yakin mereka ada niat jahat jadi kami
acuhkan saja. Kami ingat-ingat kembali wajahnya memang mirip dengan ABG yang
hampir nyopet saya, khas wajah Eropa Timur Negara berkembang seperti Kroasia,
Bulgaria, Bosnia, cantik-cantik sih tapi hati-hati saja, mereka memang ke Eropa
Barat tujuannya untuk mencari ‘penghasilan’ yang tidak halal, setelah cukup
nanti mereka menyewa mobil bareng-bareng untuk kembali ke Negara-nya.
Kok yakin banget mereka mau berniat jahat? Jadi pas
di Musee de Louvre ada pedagang gantungan kunci dan magnet yang menawarkan
dagangannya, pria kulit hitam “Assalamualaikum,
murah” begitu katanya, dan dia benar-benar pake bahasa Indonesia, karena tak
tega kami beli barang 5 biji, tidak banyak. Saat kami dibuntuti ABG-ABG Eropa
Timur ini, si pria kulit hitam ini melihat
dan seraya berlari kearah kami sambil menghardik anak-anak ini lebih tepatnya
memarahi, dan memberikan peringatan kepada kami “copet-copet,” sumpah dia beneran
sedikit berbahasa Indonesia. Sepertinya mas-mas ini imigran dari Afrika yang sebagian besar pembelinya
adalah orang-orang Indonesia, dan 'mungkin' banyak orang Indonesia yang menjadi korban pencopetan hingga dia berusaha mencari terjemahan 'copet' dalam bahasa Indonesia hanya untuk menolong atau memberikan peringatan. Kami sangat berterima kasih atas pertolongannya hingga kami berjanji jika kami bertemu pedagang
serupa (pria kulit hitam), kami akan membeli sebanyak-banyaknya, dan benar saja di
Eiffel kami bertemu pedagang lain dan lain lagi, dan kami beli dan beli lagi dari
masing-masing orang, terima kasih kaka-kakaaa 😁.
 |
| Jardin des Tuileries |
 |
| Masih di Jardin des Tuileries |
|
Yakk masih di Jardin des Tuileries,
Place de la Concorde sudah kelihatan ya...
 |
Nah, akhirnya kita ada di penghujung Jardin des Tuileries,
dan anda bisa menyempatkan ke Toilet disini di kios di sebelah kiri foto |
Foto-foto tersebut diatas adalah view kanan-kiri
Jardin des Tuileries, untuk arahnya anda hanya perlu berjalan lurus kedepan sampai bertemu tugu Place de la Concorde seperti pada gambar dibawah.
 |
Setelah melewati patung marmer diatas,
lurus keluar gerbang, anda akan ketemu
tugu Place de la Condorde |
Kemudian dari
tugu Place de la Concorde, menyeberang zebra cross melewati taman sepanjang jalan yang bernama Jardins des Champs-Elysees, seperti pada gambar berikut.
 |
| Jardins des Champs-Elysees |
 |
| Lunch time semuwahh... |
 |
| Taman tersembunyi di Jardins des Champs-Elysees,anda bisa santap siang juga disini |
Walking tour
ini seru banget walaupun agak sedikit capek, kami makan siang dengan bekal yang
sudah kami bawa di kursi taman Jardins des Champs-Elysees, dan ada juga taman tersembunyi disisi sebelah kanan
jalan, indah dan ideal untuk makan siang, jangan kuatir karena ada juga warga lokal
yang menikmati makan siangnya di kursi-kursi taman ini. Avenue des Champs-Elysees merupakan sederetan toko-toko kelas
premium yang terkenal seantero dunia, segala merk-merk terkenal tumplek blek di
sini, persis Oxford Street kalau di UK, tapi kelas-nya masih tinggian Champs-Elysees,
makanya saya ga mau masuk toko-tokonya, takut jato pengsan lihat harga-nya
haha…
 |
| Avenue des Champs-Elysees |
 |
Ujung dari Avenue des Champs-Elysees adalah Arc de Triomphe. |
Setiba di Palais
de Chaillot saya ternganga-nganga tidak percaya gadis kampung ini (eh
mbak-mbak ding) sampai juga di Eiffel! Landmark
yang terkenal seantero jagad. Saya
melihat spot paling bagus tempat biasa orang-orang berfoto yakni di pagar tembok
sebelah kanan, tapi ternyata pagarnya tinggi banget, saya sendiri
bertanya-tanya kok gadis-gadis ini bisa naik ke atas pagar? Saya tungguin aja
owh ternyata mereka digendong keatas oleh suami/pacar/ayah mereka!. Tak
kurang akal, saya meminta teman saya yang bertubuh besar untuk mengangkat saya
ke atas wkwk…dan seperti inilah hasil fotonya! 😁.
 |
Special thanks to Mbak Umi *kiss* |
Lebih dari sejam lamanya kami menghabiskan waktu
untuk mengambil gambar disini, rencananya kami akan berjalan kira-kira 1,5 km kearah
Eiffel dari
Palais de Chaillot, tapi
ibu-ibu sudah memasang wajah lemas karena kecapekan, akhirnya saya mengajak
mereka pulang, beginilah kalo kita pergi ber-group harus ada tenggang rasa. Jadi kalo saya ditanya,
Eiffel kalo dari dekat seperti apa? Jawabnya
NGGA TAU, konstruksinya dari apa? Masih NGGA TAU, lokasi pastinya di area mana?
Tetep NGGA TAU 😂.
Been there aja ya saya?? Pokoknya asal ada poto-nya aja-lah
wkwk…
 |
Palais de Chaillot,
keluar station ambil arah kiri
naik tangga plaza |
 |
Dari Palais de Chaillot, aslinya Eiffel
masih sejauh ini, kira-kira 1,5 km |
Masuk Metro menuju arah pulang, kami masih
dikintilin ABG-ABG lain yang bertampang Eropa Timur, kali ini jumlahnya lebih
banyak kalo tidak salah 5 atau 6 orang. Untuk memastikan apakah mereka memang
membuntuti kami, kami sengaja tidak masuk kereta pertama menunggu kereta
selanjutnya, dan benar mereka juga tidak masuk ke kereta pertama, demikian juga
dengan kereta ke dua, FIX! sudah mereka gerombolan pencopet, seperti sudah
ter-organisir ya? Memang!. Saat datang kereta yang ke-tiga tidak mungkin dong
kami tidak berangkat sama sekali, jadi kami masuk ke kereta ketiga tapi di
gerbong yang jauh sambil berlari.
Saat kami hampir memasuki gerbong mereka ikut, kami
tidak jadi masuk tapi kami memasuki gerbong lain sambil berlari agar tidak
ketinggalan kereta, pokoknya jangan sampai kami satu gerbong dengan mereka.
Ternyata ngga pinter-pinter juga ya ini rombongan bocah-bocah pencopet, masih
ga nyadar juga kalo mereka sudah ketahuan, sampai kemudian kami berlari ke
gerbong berikutnya, baru deh 4 orang perempuan pencopet sadar bahwa mereka sudah
ketahuan, jadi mereka masuk di gerbong sebelum kami, eh masih ada 1 ABG bego
yang ketinggalan wkwk. Masih ga nyadar juga dia kalo udah ketahuan sama kami,
dia (ABG cowok) baru nyadar kalo ketahuan setelah temennya cewek memanggil dan
kira-kira memberitahu kalo sudah ketahuan sama kami, jadi dia geser ke gerbong
lain….haha…lucu banget sih ini -- pas dikisahkan, pas ngalamin ya deg-deg-an wkwk 😄.
PARIS, Modern city khas kota-kota Eropa Barat, tapi
jauh lebih tidak teratur daripada kota-kota lain di Eropa Barat karena bisa-bisa-nya
warga-nya naik kereta loncat gate tanpa membeli tiket, bau pesing di sudut-sudut
peron dan taman disinyalir pada pipis sembarangan :D, dan copet bertebaran dan homeless cukup banyak seperti-nya imigran
dari Syiria. Tapi tetap tidak menghapus kebaikan-kebaikan belasan warga-nya
yang sudah membantu kami membawa koper baik laki dan perempuan, juga mengantar
kami sampai ke kereta Metro itupun masih sempat dadah-dadah :D. Kemudian mengantar
kami ke Hotel, dan berbagai kebaikan-kebaikan lain seperti menolong kami dari ancaman
copet. Apapun itu, saya lega, bangga dan bahagia telah melewati PARIS 😭.
Kesimpulannya, banyak copet dan kotor -- itu betul, tapi yang baik juga segudang dan justru itu adalah romantisme Paris dari kacamata saya yang bukan Eiffel-nya 😍.
Cara beli tiket kereta,
disini
Cara melihat
track/jurusan kereta, disini &
disini
Cara menggunakan tiket/keluar-masuk peron,
disini,
disini, &
disini