Sunday, April 5, 2020

UK & West Europe Part 6 (France - Paris)

Saya paling deg-degan saat mengunjungi Negara ini, sungguh reputasi Perancis di kalangan traveler sangat mmmm…gitu deh, karena Paris-lah saya membeli travel waist wallet yakni dompet yang menempel di badan. Sesaat sebelum tiba di Paris kami sudah bongkar tas dan memindahkan Passport, uang pecahan besar, dan Kartu Kredit di  dompet tersebut, oiya jangan coba-coba tarik uang tunai di ATM, karena kemungkinan carding sangat besar dan anda akan sulit mengajukan sanggahan ke Bank karena tidak ada alibi, sebab posisi anda benar-benar di Eropa.

Travel Waist Wallet

Pukul 06.30 waktu London kami sudah keluar Apartment, rasanya cukup lega karena satu Negara telah terlewati, artinya waktu adaptasi untuk melalui Negara-negara berikutnya harusnya sudah lebih luwes,  walaupun tetep saja lebih waspada untuk melewati Paris. Dari Halte Bus yang tepat berada di depan Apartment, kami ke Stasiun besar St. Pancras yang hanya memakan waktu selama 10 menit, deket ya? Memang, saya sengaja memilih hunian yang dekat dengan St. Pancras agar lebih santai saat berangkat. Stasiun St. Pancras ini sangat besar dan artistik, disinilah tempat berangkatnya kereta cepat Eurostar yang mahal itu, sebelum memasuki gate, kami terlebih dahulu mengambil sisa uang poundsterling di Oyster Tourist/Visitor Card yang tersisa, kali ini sangking luwesnya saya sudah tidak perlu lagi melihat panduan-nya di youtube eeeaaa….

St. Pancras Station
Kami membeli tiket Eurostar dan tiket-tiket kereta antar Negara lain yakni Thalys melalui Omio.com, bisa juga sih membeli langsung ke portal masing-masing perusahaan kereta, tapi anda tidak mendapat potongan harga sebesar Euro 10. Bagaimana caranya? Kalo anda pergi ber-rombongan, bikin 1 akun Omio terlebih dahulu kemudian invite tiap orang dan bikin akun lagi demikian seterusnya, masing-masing akan mendapat redeem Euro 10, kemudian beli-lah tiket-tiket kereta antar Negara tersebut per 2 orang penumpang dengan potongan Euro 10, lumayan bukan?!.

Untuk memasuki peron Eurostar anda hanya cukup scan barcode yang dikirim via email saat pemesanan online, tapi jika tidak berhasil petugas akan membantu anda untuk verifikasi tiket baru. Selepas gate, berikutnya adalah xray bagasi yang tinggi-nya adalah 1 meter!, mau nangis ngga?? Udah gitu kami harus meletakkan bagasi di atas tray yang tambah mempersulit kami untuk mengangkat sekaligus menaruh bagasi 28 inch seberat 25kg!. Saya complain kepada petugas karena kami kesulitan mengangkat kalo harus dengan tray juga, tapi petugas menolaknya, terpaksalah kami mengangkat koper berdua-dua *crying.* Baru kemudian kami memasuki loket imigrasi United Kingdom yang berjalan lancar “syukron” kata dia, 2 meter dari situ kami memasuki loket imigrasi European Union. Untuk tahu peron Eurostar ‘jurusan’ London-Paris anda hanya harus menunggu saja di hall keberangkatan karena 15 menit sebelum keberangkatan petugas baru akan mengumumkan peron yang dituju.

Peron Eurostar
Eurostar London-Paris adalah kereta berkecepatan 300km/jam ditempuh sejauh 342 km selama 2 jam 16 menit, menembus melewati Channel tunnel yakni 3 terowongan parallel dibawah selat inggris sepanjang 50 km. Letak terowongan tersebut berada dikedalaman 9,3km dibawah Inggris dan 3,2km dibawah Perancis. Saya membayangkan saat melewati terowongan ini yang saya lihat adalah terowongan kaca seperti di Sea World dengan ikan-ikannya, kenyataannya? Ya NGGA-lah!  bloon banget sih mbak-nyahh dikira taman bermain?? wkwk. Terowongannya gelap gulita kayak terowongan kereta darat, anda hanya akan merasakan pengang saja di telinga, dan jarak 50 km untuk kereta cepat hanya memerlukan waktu tempuh selama 30 menit, jadi cepat sekali. Bahkan rasanya saya belum menikmati mahalnya kereta ini udah sampai Perancis saja!.

Dalamnya Eurostar, sesuai harganya 😭

Bisa pilih tempat duduk untuk formasi ber-4 atau ber-2
Hari  ke 4 Paris (Senin, 28 Oktober 2019), sesampainya di Stasiun Induk Gare du Nord Paris, petugas mengumumkan bahwa mereka akan memberikan refund karena delay 30 menit. Saya sempat mampir ke kantor Eurostar untuk bertanya mekanisme refund tapi ternyata harus lewat website, dan refund diberikan dalam bentuk voucher untuk dipergunakan kembali, namun saya berhasil meminta cash refund dengan alasan sepertinya tidak mungkin kembali ke Eropa karena kami hanya turis. Sama seperti London, untuk menuju ke stasiun Metro (London menyebutnya Tube, sedangkan Paris menyebutnya Metro), kami harus turun ke bawah tanah namun tidak perlu keluar stasiun Gare Du Nord. Sesampainya di  Metro tentunya saya kebingungan lagi harus kemana? karena petunjuk tidak jelas dan tidak ber-bahasa inggris. Oiya, sebelum sampai Gare Du Nord kami sudah  memasang dompet pinggang didalam baju, benar-benar rasanya seperti ada yang menyambut “Wellcome to The Jungle Geesssss…” πŸ˜‚ *kasih aksen medhok.*



Sudahlah petunjuk tidak jelas dan tidak ber-bahasa inggris, orang-orang-nya juga tidak berbahasa inggris, kalaupun ada yang bisa ditanya ngga ngerti platform-nya, kalaupun mengerti arah platformnya dia-nya ga bisa bahasa inggris jadi ngga ngerti gimana ngomongnya ke saya, sungguh saya frustasi di Paris 😭. Pukul 13:00 kami sampai di Stasiun Metro Gare Du Nord, seharusnya cuma 30 menit sampai ke Saint Mande Metro Station yakni Stasiun terdekat dari Hotel tempat kami menginap, jadi kurang lebih pukul 14:00 kami bisa memulai walking tour ke Eiffel dan Landmark lain-nya sesuai jadwal. Kami tidak pernah mencoba opsi menitip koper karena biaya untuk penitipan koper sebesar 28inch sangat mahal, yakni sekitar IDR 150.000.

Yahh seperti biasanya ya, schedule saya terlihat ideal, mari kita lihat apakah masih ideal??.  Pas celingak celinguk ada petugas yang menghampiri dan memberitahu dimana gate Stasiun Metro Gare Du Nord dan sekaligus memberikan peringatan akan banyaknya copet. Di gate ini saya membeli tiket kereta ketengan karena di Paris tidak ada sistem kartu seperti di London kecuali untuk warga Negara-nya, namanya tiket t+ seharga IDR 30.000 single journey. Mahal ya?? tapi maksud single journey ini adalah asal anda tidak keluar station maka anda masih belum perlu membeli tiket, namun ada cara agar anda bisa menghemat sedikit biaya yakni dengan membeli tiket t+ paket 10 tiket atau tiket carnet, anda hanya akan membayar IDR 26.000 per tiket-nya. Jika kesulitan mengoperasikan mesin tiket jangan ragu untuk bertanya dan tidak mengapa jika grogi, seperti turis amerika di depan saya, gara-gara dia-nya grogi saya-nya jadi pede menguasai mesin tiket ini walaupun lagi di antriin penumpang lain hehe…tutorial akan saya pasang link di akhir ya…

Gare Du Nord, kalo anda naik Eurostar/Thalys
peron-nya ada di deretan sebelah kiri foto
Untuk menuju St. Mande Station  saya harus stop dulu di Bastille dengan line warna orange jurusan Place de’ Itelie, kemudian pindah peron ke line warna kuning jurusan Chateau de Vincennes stop di stasiun St. Mande, bahkan mengeja dengan pronounce English-pun sangat sulit, selain google map anda juga bisa menggunakan apps Next Stop Paris, jadi saya hanya menunjukkan tulisan di ponsel saya. Makin frustasi ketika saya tersesat saat mencari line kuning jurusan Chateau de Vincennes, tidak ada petunjuk arah seperti anak panah, sign line kuning menghilang begitu saja di lorong sedangkan di depan ada 3 pecabangan. Apes-nya percabangan-nya adalah tangga ke atas atau kebawah, sedangkan kami membawa koper-koper besar, karena sulit untuk berbicara dengan warga lokal maka saya nekat turun kebawah, dan benar dong saya salah peron, Oh Tuhann! 😭.

Beda dengan London walaupun hari gelap tapi harapan saya sangat besar karena saya mudah untuk bertanya, sedangkan ini “bertanya saja aku sulittt” *crying*. Seperti biasa saya meminta teman-teman saya untuk menunggu dibawah bersama koper-koper kami, sedangkan saya naik turun untuk mencari petunjuk line kuning, berjalan tergesa-gesa sambil bertanya, tentunya sekarang pertanyaan pertama saya adalah “Excuse me, do you speak English?”. Ternyata petunjuk arah line kuning berada di lorong dengan 2 kali naik tangga, langsung lemas dong saya! karena itu berarti kami harus 3x naik tangga dengan koper!. Don’t judge a book by it’s cover, peribahasa ini bener banget karena ada seorang anak punk yang menolong kami menaikkan koper ke tangga paling atas, semua koper! Catet!. Awalnya teman saya agak underestimate karena yah kita tahulah reputasi Parisian, tapi saya bilang kalo mau bawa kabur koper silahkan saja, kali dia emang bisa ngangkut koper seberat itu sambil berlari 😁, tapi tentunya  feeling saya benar bahwa ABG ini bener-bener tulus *if I’ve allowed to hug you, I will hug you instantly* lhah jadi mellow gini terharu sayah…jadi sayanya cuma makasih makasih saja berkali-kali.

Di dalam kereta kami dipepet 2 orang ABG perempuan yang sejak menunggu kereta sudah mengawasi kami, tentunya saya memperhatikan gerak geriknya tersebut dan benar saja mereka seketika merogoh tas saya dan teman saya dan secepatnya pula loncat dari kereta saat pintu kereta terbuka. Saya sempat memergoki tangan dia yang merogoh tas saya dan bersitatap sesaat, kemudian dia bilang “sorry” lhah!, dan saya kaget seketika seperti terhipnotis dan kemudian tersadar bahwa kami hampir menjadi korban pencopetan. Trus? Ya ga kenapa-napa wong dia ga dapat apa-apa, uang dan semua kartu kan ada di dompet dalam baju wkwk…sekali lagi anda harus sangat super berhati-hati di Paris karena hampir setiap hari Kedutaan Republik Indonesia menerima permohonan SPLP karena passport hilang.

Masalahnya-kan untuk mendapat SPLP perlu waktu untuk lapor polisi dulu (untuk mendapat surat keterangan kehilangan), cetak foto, dan baru mendapat SPLP, jadi kira-kira butuh 2 hari sedangkan anda mungkin harus segera pindah ke kota di Negara lain. Untuk kehilangan uang bisa diklaim ke asuransi dalam hal ini asuransi perjalanan yang sudah anda beli untuk apply visa, tapi balik lagi proses-nya tidak mudah karena harus ada bukti dengan surat keterangan kehilangan dari kepolisian Negara tersebut, ribet kan?. Jungleeee here we comeeeee...πŸ˜†


2 comments:

  1. mungkin klau ada internet bisa pkai Google Lens utk papan/tulisan nya..bisa ditranslate langsg

    ReplyDelete
  2. Owh ada ya apps ya, wahh makasih ya infonya, Terima Kasih sudah mampir

    ReplyDelete