Saya paling deg-degan saat mengunjungi Negara ini,
sungguh reputasi Perancis di kalangan traveler sangat mmmm…gitu deh, karena
Paris-lah saya membeli travel waist
wallet yakni dompet yang menempel di badan. Sesaat sebelum tiba di Paris
kami sudah bongkar tas dan memindahkan Passport, uang pecahan besar, dan Kartu
Kredit di dompet tersebut, oiya jangan
coba-coba tarik uang tunai di ATM, karena kemungkinan carding sangat besar dan anda akan sulit mengajukan sanggahan ke
Bank karena tidak ada alibi, sebab posisi anda benar-benar di Eropa.
![]() |
| Travel Waist Wallet |
Pukul 06.30 waktu London kami sudah keluar
Apartment, rasanya cukup lega karena satu Negara telah terlewati, artinya waktu
adaptasi untuk melalui Negara-negara berikutnya harusnya sudah lebih luwes, walaupun tetep saja lebih waspada untuk
melewati Paris. Dari Halte Bus yang tepat berada di depan Apartment, kami ke
Stasiun besar St. Pancras yang hanya memakan waktu selama 10 menit, deket ya?
Memang, saya sengaja memilih hunian yang dekat dengan St. Pancras agar lebih
santai saat berangkat. Stasiun St. Pancras ini sangat besar dan artistik,
disinilah tempat berangkatnya kereta cepat Eurostar
yang mahal itu, sebelum memasuki gate, kami terlebih dahulu mengambil sisa uang
poundsterling di Oyster Tourist/Visitor Card yang tersisa, kali
ini sangking luwesnya saya sudah tidak perlu lagi melihat panduan-nya di
youtube eeeaaa….
Kami membeli tiket Eurostar dan tiket-tiket kereta antar
Negara lain yakni Thalys melalui Omio.com, bisa juga sih membeli langsung ke
portal masing-masing perusahaan kereta, tapi anda tidak mendapat potongan harga
sebesar Euro 10. Bagaimana caranya? Kalo anda pergi ber-rombongan, bikin 1 akun
Omio terlebih dahulu kemudian invite tiap orang dan bikin akun lagi demikian
seterusnya, masing-masing akan mendapat redeem Euro 10, kemudian beli-lah
tiket-tiket kereta antar Negara tersebut per 2 orang penumpang dengan potongan
Euro 10, lumayan bukan?!.
Untuk memasuki peron Eurostar anda hanya cukup scan
barcode yang dikirim via email saat pemesanan online, tapi jika tidak berhasil
petugas akan membantu anda untuk verifikasi tiket baru. Selepas gate,
berikutnya adalah xray bagasi yang tinggi-nya adalah 1 meter!, mau nangis
ngga?? Udah gitu kami harus meletakkan bagasi di atas tray yang tambah
mempersulit kami untuk mengangkat sekaligus menaruh bagasi 28 inch seberat
25kg!. Saya complain kepada petugas karena kami kesulitan mengangkat kalo harus
dengan tray juga, tapi petugas menolaknya, terpaksalah kami mengangkat koper
berdua-dua *crying.* Baru kemudian kami memasuki loket imigrasi United Kingdom
yang berjalan lancar “syukron” kata
dia, 2 meter dari situ kami memasuki loket imigrasi European Union. Untuk tahu
peron Eurostar ‘jurusan’ London-Paris anda hanya harus menunggu saja di hall
keberangkatan karena 15 menit sebelum keberangkatan petugas baru akan
mengumumkan peron yang dituju.
Eurostar London-Paris adalah kereta berkecepatan
300km/jam ditempuh sejauh 342 km selama 2 jam 16 menit, menembus melewati
Channel tunnel yakni 3 terowongan parallel dibawah selat inggris sepanjang 50
km. Letak terowongan tersebut berada dikedalaman 9,3km dibawah Inggris dan
3,2km dibawah Perancis. Saya membayangkan saat melewati terowongan ini yang
saya lihat adalah terowongan kaca seperti di Sea World dengan ikan-ikannya,
kenyataannya? Ya NGGA-lah! bloon banget
sih mbak-nyahh dikira taman bermain?? wkwk. Terowongannya gelap gulita kayak
terowongan kereta darat, anda hanya akan merasakan pengang saja di telinga, dan
jarak 50 km untuk kereta cepat hanya memerlukan waktu tempuh selama 30 menit,
jadi cepat sekali. Bahkan rasanya saya belum menikmati mahalnya kereta ini udah
sampai Perancis saja!.
![]() |
| Dalamnya Eurostar, sesuai harganya π |
![]() |
| Bisa pilih tempat duduk untuk formasi ber-4 atau ber-2 |
Yahh seperti biasanya ya, schedule saya terlihat
ideal, mari kita lihat apakah masih ideal??.
Pas celingak celinguk ada petugas yang menghampiri dan memberitahu
dimana gate Stasiun Metro Gare Du Nord dan sekaligus memberikan peringatan akan
banyaknya copet. Di gate ini saya membeli tiket kereta ketengan karena di Paris
tidak ada sistem kartu seperti di London kecuali untuk warga Negara-nya,
namanya tiket t+ seharga IDR 30.000 single
journey. Mahal ya?? tapi maksud single
journey ini adalah asal anda tidak keluar station maka anda masih belum
perlu membeli tiket, namun ada cara agar anda bisa menghemat sedikit biaya
yakni dengan membeli tiket t+ paket 10 tiket atau tiket carnet, anda hanya akan
membayar IDR 26.000 per tiket-nya. Jika kesulitan mengoperasikan mesin tiket
jangan ragu untuk bertanya dan tidak mengapa jika grogi, seperti turis amerika
di depan saya, gara-gara dia-nya grogi saya-nya jadi pede menguasai mesin tiket
ini walaupun lagi di antriin penumpang lain hehe…tutorial akan saya pasang link
di akhir ya…
![]() |
| Gare Du Nord, kalo anda naik Eurostar/Thalys peron-nya ada di deretan sebelah kiri foto |
Beda dengan London walaupun hari gelap tapi harapan
saya sangat besar karena saya mudah untuk bertanya, sedangkan ini “bertanya
saja aku sulittt” *crying*. Seperti biasa saya meminta teman-teman saya untuk
menunggu dibawah bersama koper-koper kami, sedangkan saya naik turun untuk
mencari petunjuk line kuning, berjalan tergesa-gesa sambil bertanya, tentunya
sekarang pertanyaan pertama saya adalah “Excuse
me, do you speak English?”. Ternyata petunjuk arah line kuning berada di
lorong dengan 2 kali naik tangga, langsung lemas dong saya! karena itu berarti
kami harus 3x naik tangga dengan koper!. Don’t
judge a book by it’s cover, peribahasa ini bener banget karena ada seorang
anak punk yang menolong kami menaikkan koper ke tangga paling atas, semua
koper! Catet!. Awalnya teman saya agak underestimate
karena yah kita tahulah reputasi Parisian, tapi saya bilang kalo mau bawa kabur
koper silahkan saja, kali dia emang bisa ngangkut koper seberat itu sambil
berlari π, tapi tentunya feeling saya benar bahwa ABG ini
bener-bener tulus *if I’ve allowed to hug
you, I will hug you instantly* lhah jadi mellow gini terharu sayah…jadi sayanya cuma makasih makasih saja berkali-kali.
Di dalam kereta kami dipepet 2 orang ABG perempuan
yang sejak menunggu kereta sudah mengawasi kami, tentunya saya memperhatikan
gerak geriknya tersebut dan benar saja mereka seketika merogoh tas saya dan
teman saya dan secepatnya pula loncat dari kereta saat pintu kereta terbuka.
Saya sempat memergoki tangan dia yang merogoh tas saya dan bersitatap sesaat,
kemudian dia bilang “sorry” lhah!,
dan saya kaget seketika seperti terhipnotis dan kemudian tersadar bahwa kami
hampir menjadi korban pencopetan. Trus? Ya ga kenapa-napa wong dia ga dapat
apa-apa, uang dan semua kartu kan ada di dompet dalam baju wkwk…sekali lagi
anda harus sangat super berhati-hati di Paris karena hampir setiap hari
Kedutaan Republik Indonesia menerima permohonan SPLP karena passport hilang.
Masalahnya-kan untuk mendapat SPLP perlu waktu
untuk lapor polisi dulu (untuk mendapat surat keterangan kehilangan), cetak
foto, dan baru mendapat SPLP, jadi kira-kira butuh 2 hari sedangkan anda mungkin
harus segera pindah ke kota di Negara lain. Untuk kehilangan uang bisa
diklaim ke asuransi dalam hal ini asuransi perjalanan yang sudah anda beli
untuk apply visa, tapi balik lagi proses-nya tidak mudah karena harus ada bukti
dengan surat keterangan kehilangan dari kepolisian Negara tersebut, ribet kan?. Jungleeee here we comeeeee...π








mungkin klau ada internet bisa pkai Google Lens utk papan/tulisan nya..bisa ditranslate langsg
ReplyDeleteOwh ada ya apps ya, wahh makasih ya infonya, Terima Kasih sudah mampir
ReplyDelete