Sebelum berangkat ke Harajuku, dengan WiFi apartment saya email Japan Wireless untuk info bahwa Petugas Kantor Pos engga nemu si WiFi padahal kode pengiriman udah dikasi unjuk, “habis ini saya ga bisa cek email, jadi mending si WiFi kirim aja deh ke Apartment!” pura-pura ngambek, padahal ga mempan suruh tetep ambil ke Kantor Pos juga.
 |
| Meiji Shrine Torii *jepretan by Henny |
Kali ini kami menggunakan Bus dari Apartment ke Horikirishobuen St., tarifnya tidak sampai IDR 10.000. Bus ini tidak berhenti di sembarang tempat, tapi tidak juga ada haltenya karena sign pemberhentian Bus hanya sebuah plang yang bertuliskan rute Bus dengan aspal cat merah, atau kuning yah?? Lupa deh saya :D, naiknya anda cukup masukin uang logam di pintu masuk atau Tap Pasmo Card di kotak ukuran kartu dekat supir, kalo anda ingin turun pencet tombol merah di handle tiang yang biasa untuk pegangan. Rute keretanya adalah
Horikirishobuen St. dengan Keisei Main Line Local, stop di Machiya St. (Line Keisei), keluar dari Machiya St. (Line Keisei) jalan kaki 4 menit menuju ke Machiya St. (Subway) dengan Tokyo Metro Chiyoda Line stop di Omote-Sando St., tuh kan sama-sama stasiun Machiya saja anda harus keluar dan pindah ke subway bawah tanah, ngga tau deh mungkin yang Keisei di atas tanah bbkkk.
 |
| Ini pemberhentian Bus-nya |
 |
| *jepretan by Henny |
Masih dengan schedule walking-tour, keluar Omote-Sando St. Exit A2, tepat di sebelah kanan anda adalah Apple Store dan sepanjang 1,5 km merupakan deretan pertokoan barang-barang mewah yang disebut dengan Omotesando Hills (geng LV dan konco2nya). Di ujung jalan anda akan menemukan perempatan besar yang di pojoknya adalah Tokyu Plaza, pintu masuk Tokyu Plaza ini cukup menarik berupa eskalator yang atap dan sekelilingnya adalah kaca-kaca berbentuk prisma terlihat seperti ilusi optik (instagramable gaesss...).
Dari Tokyu Plaza berbeloklah ke kanan, dan masih dengan deretan toko-toko yang kali ini sudah bukan geng LV, melainkan geng Forever 21 . Kalo anda penggemar gimmick-gimmick aplikasi Line, Line Store bisa anda temukan disini, masih lurus disisi kanan jalan besar sekitar 1 km anda akan menemukan plang Harajuku Street, karena sebagian besar jalan di Jepang tidak ada nama jalan jadi saya tidak tahu ini jalan apa :D.
 |
| *jepretan by Henny |
Harajuku Street merupakan pusat Harajuku Youth Culture yang berupa jalan kecil hanya bisa memuat 1 mobil, areanya tidak begitu besar hanya banyak belokan ke kanan dan kiri semacam labirin. Sepanjang jalan adalah distro yang menjual fashion khas Harajuku, tapi jangan kuatir mereka juga menjual baju-baju normal kok, dan benar saja tak lama kami sudah ketemu anak muda lokal dengan dandanan Harajuku Style. Kami agak ragu-ragu untuk meminta foto bersama karena costum-nya yang ini agak syerem, akhirnya kami memberanikan diri, dan ternyata mbak-nya juga tertarik untuk mengabadikan foto bersama kami di smartphone-nya :D (Don’t judge a book, by it’s cover!).
 |
| *jepretan by Henny |
 |
| *jepretan by Henny |
 |
| We had the same color of skirt and hair, udah janjian :D *jepretan by Mak Bos |
Masih di sisi kanan jalan besar, di seberang Harajuku anda akan melihat plang Takeshita Street, jadi jika Harajuku di sisi kanan jalan, Takeshita Street berada di sisi kiri jalan. Sama dengan Harajuku, Takeshita Street juga dipenuhi toko-toko Fashion dan Souvenir hanya jalanannya lurus tidak berbelok-belok dan lebih padat, kebetulan kami kesini pas hari Minggu. Di Jepang, T-Shirt dibanderol dengan harga IDR 70.000-100.000, pernak pernik souvenir seperti gantungan kunci dan magnet kulkas harga IDR 15.000-30.000, lumayan mahal yah, cuma kalo anda membeli barang produk luar seperti Nike atau Adidas harganya lebih murah dibanding produk lokal Jepang seperti Uniqlo.
Diujung jalan Takeshita Street yang agak menanjak, tiba-tiba ada bahasa yang tak asing lagi, "mau difotoin mbak?" Yak kami bertemu mas-mas Indonesian dengan teman Filipina-nya, menurutnya dia sudah feeling aja bahwa kami Indonesian :D. Another mas-mas Indonesian pernah menyapa kami sewaktu di pesawat Dubai Athena, tapi kali ini dengan bahasa yang berbeda, jowo-nipun pundi mbak? Gubrakkk...ternyata beliau ini berasal dari daerah yang sama dengan kami, bedanya dia kerja di Kapal Pesiar dan kami Pesiar-nya aja :D, eh lha kok ngelantur. Tapi beneran, membahagiakan sekali saat anda bertemu dengan sesama Indonesian di negara asing. OK abaikan, kembali ke topik!
 |
| The Philipino Guy *jepretan by Mas-nya sebangsa & se-tanah air :D |
Rute walking tour selanjutnya adalah Meiji Shrine, di ujung jalan Takesitha Street adalah pertigaan. Menyeberangi pertigaan, terdapat Harajuku Station Main Exit, menyusuri sisi sebelah kanan jalan sekira 500 meter anda akan tiba di pelataran depan Meiji Shrine. Di pandu Google Map berjalan sekitar 1 km, kami sempet curiga, loh kok ga sampai-sampai?? Masuk ke pelataran dengan banyak pepohonan, kami ngga nemu juga si Meiji ini, ketika saya cek di plang ternyata kami kebablasan sampai Yoyogi Park! Kzl!!!
Jadi tadinya kami sudah melewati pelataran menuju Meiji Shrine cuma karena nurut sama si mbah Google nyasarlah kami ke Yoyogi Park. Dari Yoyogi Park kami balik lagi kembali melewati jalan yang sama menuju Meiji Shrine, pelataran Meiji Shrine ditandai dengan Torii raksasa yaitu gapura khas Jepang terbuat dari kayu, dari gerbang ini masih 500 meter lagi menuju Meiji Shrine yang di kanan kirinya adalah pepohonan lebat mirip hutan. Kuil Meiji ini adalah kuil yang dibangun sebagai penghormatan kepada mendiang Kaisar Meiji dan Permaisuri, kalo anda pernah denger Restorasi Meiji ya inilah kuil sang Kaisar (anak IPS ngacung!!! :D). Balik dari sini kaki udah ngga tahan lagi (-.-) sandal jepit jadi andalan saya kalo sudah begini :D.
 |
| Kelakuan saya yang sesungguhnya, isi tas kresek itu adalah sepatu :D *jepretan colongan by Henny |
|
|
 |
| Lumayan nih nemu ginian di Yoyogi Park "Rockabillies Dancing" |
| | |
 |
| Sake drum |
 |
| Ritual cuci tangan dan muka sebelum masuk Kuil |
 |
| Bagian luar Kuil Meiji |
 |
| Hall pemujaan |
 |
| Dalemnya hall pemujaan *jepretan by Henny |
 |
| Deretan papan doa/pengharapan |
Dari Harajuku kami melanjutkan perjalanan ke Shibuya, sebenernya Harajuku dan Omotesando satu area dengan Shibuya, mungkin kalo Shibuya adalah kecamatan, nah Harajuku dan Omotesando ini adalah kelurahan hihi...jadi kereta ke Shibuya ini sangatlah dekat. Dari
Harajuku St. dengan JR Yamanote Line hanya 3 menit perjalanan sampai di Shibuya St. exit ngga tau! :D, karena jalan kami jauh sekali jaraknya dari Main Exit Shibuya St. yaitu Hachiko Exit.
Padahal highlightnya Shibuya ya patung Anjing yang tenar seantero dunia ini, kami bener-bener ngga nemu, entah ngumpet dimana?? Saya yakin sih deket-deket Shibuya Crossing cuma kami sudah capek nyari takut ditipu Google Map lagi huhu. Di sini kami makan di restaurant yang terletak di lantai 2 sebuah gedung kecil, dimana pintu masuknya berupa tangga kecil, harganya sungguh mahal! bertiga kami habis IDR 800.000!, dan yang saya suka dari restaurant-restaurant di Jepang mereka menyediakan handuk basah hangat untuk lap tangan dan muka kepada setiap customer yang datang. Lagi-lagi untuk bertanya menu Halal cukup sulit karena kendala bahasa, tapi sebelumnya saya sudah download gambar pork yang disilang miring persis lambang dilarang parkir, atau gambar ayam untuk bertanya menu ayam, mbaknya waiters masih tetap kesulitan berbicara dengan kami, akhirnya dipanggilkannyalah si Koki, hadeh...
 |
| Shibuya Crossing gini doang loh |
 |
| Dari deket... *jepretan by Mak Bos |
Shibuya Crossing ini sebenernya hanya sebuah perlimaan aja, di kita juga banyak, cuma entah kenapa begitu lampu hijau untuk pejalan kaki menyala, semua pejalan kaki berbondong-bondong menyeberang dari segala penjuru arah, ya kalo saya sih cuma penasaran aja karena dipake buat lokasi syuting film Fast & Furious, Lost in Translation, dan Resident Evil, padahal belon pernah nonton juga (bahahaha...). Engga sik, lebih karena kebanyakan yang pernah ke Jepang pasti menyempatkan untuk datang ke sini, jadi kami mampir juga!. Rute kereta dari Shibuya ke Apartment adalah
Shibuya St. dengan JR Yamanote Line (Outer loop) for osaki, stop di Nippori St. dengan Keisei Main Line Local for Keisei-Usui berhenti di Horikirishoubuen St.
0 comments:
Post a Comment