 |
| Grand Place |
Pukul 06:00 kami sudah bersiap di depan Ibis Hotel
menggunakan Taxi jenis MPV menuju ke Gare Du Nord Station Paris untuk berangkat
ke Brussel dengan menggunakan kereta antar Negara – Thalys. Saya memesan Taxi
dari Hotel sehari sebelumnya, dan mengkonfirmasi ke Reception di hari H,
ternyata drama Paris masih juga belum berakhir, 1 Taxi jenis MPV lain menabrak
pintu bagasi Taxi saya yang masih dalam keadaan terbuka karena sedang mengatur
koper-koper kami!. Saya pikir karena di Negara maju dan dalam kondisi sedang
sama-sama membawa penumpang, penyelesaian secara adat akan dilakukan setelah
pekerjaan selesai, ternyata engga dong! Mereka berdua -- driver Taxi laki-laki
dan perempuan ini bertengkar hebat dan lama sekali, tidak ada yang mengalah.
Sampai-sampai reception Hotel yang mengatur ke-dua Taxi ini memandang saya
seraya memohon maaf, karena muka saya udah ga enak banget, saya-nya senewen
karena kami harus mengejar kereta, entah bagaimana reception Hotel menengahi,
dan kami segera berangkat. Aaeelaahh…
 |
| Thalys Paris - Brussel |
Hari
ke 6
Brussel (Rabu, 30 Oktober 2019), Kereta antar negara jika sama-sama Negara Uni
Eropa sudah tidak ada pengecekan passport, paling hanya pengecekan metal
detector. Perjalanan kereta Thalys Paris-Brussel ditempuh selama 1 jam 17
menit dengan harga IDR 651.000. Saya sedikit lebih santai di Brussel karena
lokasi Hotel tidak jauh dari Stasiun perhentian kereta yakni Bruxelles Midi. Kami
menginap di B&B Hotel Brussels Centre Gare du Midi seharga IDR 1.948.000/malam quadruple room atau IDR
487.000/malem/orang dengan jarak ‘katanya’ 10 menit dari stasiun, kali ini? Beneran 10 menit karena lokasinya benar-benar di depan stasiun 😀. Saya hanya menghabiskan
waktu semalam di Belgia karena landmark Belgia tidak begitu banyak, hingga
begitu sampai kami hanya menitip koper di Hotel kemudian berangkat ke Brussels
Centre. B&B Hotel Brussels biasa saja dan agak sempit, tapi karena hanya
semalam jadi tidak masalah.
Sistem per-tiket-an di Belgia ada berupa kartu dan
ada yang berupa tiket per perjalanan atau single journey, saya berusaha mencari info
mengenai sistemnya, tapi informasi sangat terbatas, kalaupun ada cukup sulit
bagi saya untuk mengartikan maksudnya. Yang saya baca harusnya kami cukup
membeli Jump-ticket seharga Euro 2 dan divalidasi di Box warna orange,
kenyataannya? Tidak, jadi kami nanya dan minta diajarin sama warga lokal cara untuk membeli tiket kereta di
Brussel. Menurut saya step-nya cukup panjang dan rumit, tidak seperti London,
Paris, atau Amsterdam yang pendek sehingga dapat mengurangi antrian.
Untuk membeli tiket kereta, pertama anda harus tahu
dulu tujuan stasiun akhir dari perjalanan anda, jadi harganya akan lebih mahal
kalau lebih jauh, tidak sama rata seperti di London per Zona, atau Paris yang
tanpa zona asal masih di kota Paris. Tampilan pertama adalah jenis tiket-nya,
pilih standard-ticket, kemudian stasiun tujuan akhir yang jangan sampai salah spelling karena jika salah spelling nama stasiun tidak muncul. Kemudian masukkan
jumlah penumpang dan bayar menggunakan kartu kredit harganya Euro 2,40,
pembayaran cash ada tapi mesin ticket terbatas, sungguh merepotkan 😑. Tutorial-nya saya
attached di bagian akhir.
Setelah mendapatkan tiket apakah perlu di validasi
di Box Orange? Tidak ternyata, kali ini saya bertanya lagi pada petugas
‘baik-hati’ yang tempo hari menunjukkan arah Hotel dan memberikan peringatan ‘copet,’
sekaligus bertanya peron yang harus kami tuju, sebab informasi peron ada pada
layar display, sangat rumit dan sulit
dibaca karena tiap saat berganti layar dan berganti bahasa!. Pun, petugas harus
mengecek dulu di layar display yang cukup besar, dan memerlukan waktu yang lama
untuk menemukan peron.
FYI, di stasiun-stasiun kota Brussel
peron tidak berupa lorong-lorong bawah tanah, tapi berupa deretan tangga
eskalator keatas atau kebawah, dan stasiunnya tidak ada gate untuk memvalidasi
tiket, jadi anda bisa masuk saja bebas, saya pikir validasi tiket mungkin ada
di atas kereta oleh petugas, nyata-nya engga juga! . Baik pulang maupun pergi
tidak ada validasi tiket, jadi bisa saja nyelonong naik kereta 😁, entahlah
mungkin karena jaraknya cukup dekat ya, karena tujuan saya dari Bruxelles Midi
Station ke Bruxelles Centrale Station cukup dekat hanya 10 menit, dan tidak ada stasiun
perhentian, keretanya bertingkat 3 unik dan keren.
 |
| Brussel Central Station |
 |
| Kereta tingkat |
 |
| Lantai 2 |
 |
| Lantai bawah |
Landmark-landmark
Brussel berdekatan jadi bisa
walking tour,
atau kalo sedikit jauh paling hanya sekali dengan kereta atau tram. Map
walking tour-nya ada beberapa pilihan
seperti pada gambar-gambar dibawah, untuk saya sendiri kali ini tidak mau
‘ngoyo’ karena pada kenyataan-nya ke-skip semua baik London maupun Paris dan tidak
menutup kemungkinan Amsterdam nanti. Jadi di Brussel ini saya santai banget,
kami cuma mengunjungi Grand Place dan Manneken Pis.
Selebihnya foto dan nongkrong berbaur dengan
warga lokal di café mencari
kehangatan heater eeeaaa…percayalah, jalan-jalan jadi tidak
ada artinya jika anda terus menerus mengejar
Landmark, sekali lagi ini bukan-lah ‘amazing race' 😆. Dari
satsiun
Bruxelles Centrale kami lurus ke
kanan kearah Grand Place yakni alun-alun-nya Brussel, lancar gitu pake google
map? Ya engga nanya-nanya dulu pastinya wkwk.
 |
...rencana rute walking tour *hanya rencana 😁 |
 |
| Grand Place |





Alun-alun Brussel ini merupakan plaza yang
sekelilingnya adalah Balai Kota Brussel yang sangat artistik, saya tidak perlu
menjelaskan, anda bisa buka sendiri di google mengenai sejarahnya *blogger males* 😁. Dari
Grand Place kami ke Manneken Pis, apa sih Manneken Pis? Yang jelas sih macam
ikon Kota Brussel yang terkenal seantero dunia yakni patung anak lelaki yang
sedang pipis!!! setinggi setengah meter kira-kira, nggak ngerti sampeyan-sampeyan? Sama saya juga ngga ngerti!!.
Saking ngga ngertinya saya jadi risih sendiri karena setiap souvenir Brussel
pasti ada ikon ini, jadinya saya cari souvenir yang gambarnya tidak ada
tambahan ikon ini dan itu sulit sekali, bahkan saya sudah teliti banget cari
magnet yang tidak terselip ikon ini, eh sampe rumah ada aja nyempil kecil di pojokan.
Dari Grand Place untuk ke Manneken Pis cukup dekat tapi agak berbelok-belok
jadi jangan segan bertanya, sampai Landmark Manneken Pis ternyata hanya sebuah
patung kecil di pojokan yang dipasang agak tinggian, ya mohon maaf yak mbak-nya
tidak punya
sense of art 😆. Patung-nya
pipis dan bawahnya ada kolam kecil tampungan air dikeliling pagar mungkin biar
tidak ada yang pegang, jangan kaget yang foto banyak sekali, termasuk kami sih
hehe…
 |
Anuuu...iya seperti ini (aja) Manneken Pis-nya
*tadi udah minta maap lho kalo ga punya sense of art |
 |
| Bonus: ini bangunan depan Manneken Pis |
Sepanjang jalan menuju Grand Place dan Manneken Pis
adalah penjual makanan khas Belgia seperti coklat dan waffle, beberapa café
proses transaksinya sudah elektronik milih menu sendiri, bayar sendiri di mesin
dengan kartu atau cash, dan ambil sendiri pesanannya. Saya kurang bisa
menceritakan Belgia karena hanya semalam yang jelas sih warga-nya ramah-ramah.
Pendek amat, ya iya kan tadi bilang ga bisa menceritakan Belgia 😁.
Cara beli tiket kereta,
disini
0 comments:
Post a Comment