Wednesday, April 15, 2020

UK & West Europe Part 8 (Belgium - Brussel)

Grand Place
Pukul 06:00 kami sudah bersiap di depan Ibis Hotel menggunakan Taxi jenis MPV menuju ke Gare Du Nord Station Paris untuk berangkat ke Brussel dengan menggunakan kereta antar Negara – Thalys. Saya memesan Taxi dari Hotel sehari sebelumnya, dan mengkonfirmasi ke Reception di hari H, ternyata drama Paris masih juga belum berakhir, 1 Taxi jenis MPV lain menabrak pintu bagasi Taxi saya yang masih dalam keadaan terbuka karena sedang mengatur koper-koper kami!. Saya pikir karena di Negara maju dan dalam kondisi sedang sama-sama membawa penumpang, penyelesaian secara adat akan dilakukan setelah pekerjaan selesai, ternyata engga dong! Mereka berdua -- driver Taxi laki-laki dan perempuan ini bertengkar hebat dan lama sekali, tidak ada yang mengalah. Sampai-sampai reception Hotel yang mengatur ke-dua Taxi ini memandang saya seraya memohon maaf, karena muka saya udah ga enak banget, saya-nya senewen karena kami harus mengejar kereta, entah bagaimana reception Hotel menengahi, dan kami segera berangkat. Aaeelaahh…

Thalys Paris - Brussel
Hari  ke 6 Brussel (Rabu, 30 Oktober 2019), Kereta antar negara jika sama-sama Negara Uni Eropa sudah tidak ada pengecekan passport, paling hanya pengecekan metal detector. Perjalanan kereta Thalys Paris-Brussel ditempuh selama 1 jam 17 menit dengan harga IDR 651.000. Saya sedikit lebih santai di Brussel karena lokasi Hotel tidak jauh dari Stasiun perhentian kereta yakni Bruxelles Midi. Kami menginap di B&B Hotel Brussels Centre Gare du Midi seharga IDR 1.948.000/malam quadruple room atau IDR 487.000/malem/orang dengan jarak ‘katanya’ 10 menit dari stasiun, kali ini? Beneran 10 menit karena lokasinya benar-benar di depan stasiun 😀. Saya hanya menghabiskan waktu semalam di Belgia karena landmark Belgia tidak begitu banyak, hingga begitu sampai kami hanya menitip koper di Hotel kemudian berangkat ke Brussels Centre. B&B Hotel Brussels biasa saja dan agak sempit, tapi karena hanya semalam jadi tidak masalah.

Sistem per-tiket-an di Belgia ada berupa kartu dan ada yang berupa tiket per perjalanan atau single journey, saya berusaha mencari info mengenai sistemnya, tapi informasi sangat terbatas, kalaupun ada cukup sulit bagi saya untuk mengartikan maksudnya. Yang saya baca harusnya kami cukup membeli Jump-ticket seharga Euro 2 dan divalidasi di Box warna orange, kenyataannya? Tidak, jadi kami nanya dan minta diajarin sama warga lokal cara untuk membeli tiket kereta di Brussel. Menurut saya step-nya cukup panjang dan rumit, tidak seperti London, Paris, atau Amsterdam yang pendek sehingga dapat mengurangi antrian.

Untuk membeli tiket kereta,  pertama anda harus tahu dulu tujuan stasiun akhir dari perjalanan anda, jadi harganya akan lebih mahal kalau lebih jauh, tidak sama rata seperti di London per Zona, atau Paris yang tanpa zona asal masih di kota Paris. Tampilan pertama adalah jenis tiket-nya, pilih standard-ticket, kemudian stasiun tujuan akhir yang jangan sampai salah spelling karena jika salah spelling nama stasiun tidak muncul. Kemudian masukkan jumlah penumpang dan bayar menggunakan kartu kredit harganya Euro 2,40, pembayaran cash ada tapi mesin ticket terbatas, sungguh merepotkan 😑. Tutorial-nya saya attached di bagian akhir.  

Setelah mendapatkan tiket apakah perlu di validasi di Box Orange? Tidak ternyata, kali ini saya bertanya lagi pada petugas ‘baik-hati’ yang tempo hari menunjukkan arah Hotel dan memberikan peringatan ‘copet,’ sekaligus bertanya peron yang harus kami tuju, sebab informasi peron ada pada layar display,  sangat rumit dan sulit dibaca karena tiap saat berganti layar dan berganti bahasa!. Pun, petugas harus mengecek dulu di layar display yang cukup besar, dan memerlukan waktu yang lama untuk menemukan peron. FYI, di stasiun-stasiun kota Brussel  peron tidak berupa lorong-lorong bawah tanah, tapi berupa deretan tangga eskalator keatas atau kebawah, dan stasiunnya tidak ada gate untuk memvalidasi tiket, jadi anda bisa masuk saja bebas, saya pikir validasi tiket mungkin ada di atas kereta oleh petugas, nyata-nya engga juga! . Baik pulang maupun pergi tidak ada validasi tiket, jadi bisa saja nyelonong naik kereta 😁, entahlah mungkin karena jaraknya cukup dekat ya, karena tujuan saya dari Bruxelles Midi Station ke Bruxelles Centrale Station cukup dekat hanya 10 menit, dan tidak ada stasiun perhentian, keretanya bertingkat 3 unik dan keren.
Brussel Central Station
Kereta tingkat

Lantai 2

Lantai bawah
Landmark-landmark Brussel berdekatan jadi bisa walking tour, atau kalo sedikit jauh paling hanya sekali dengan kereta atau tram. Map walking tour-nya ada beberapa pilihan seperti pada gambar-gambar dibawah, untuk saya sendiri kali ini tidak mau ‘ngoyo’ karena pada kenyataan-nya ke-skip semua baik London maupun Paris dan tidak menutup kemungkinan Amsterdam nanti. Jadi di Brussel ini saya santai banget, kami cuma mengunjungi Grand Place dan Manneken Pis.  Selebihnya foto dan nongkrong berbaur dengan warga lokal di café mencari kehangatan heater eeeaaa…percayalah, jalan-jalan jadi tidak ada artinya jika anda terus menerus mengejar Landmark, sekali lagi ini bukan-lah ‘amazing race' 😆. Dari satsiun  Bruxelles Centrale kami lurus ke kanan kearah Grand Place yakni alun-alun-nya Brussel, lancar gitu pake google map? Ya engga nanya-nanya dulu pastinya wkwk.

...rencana rute walking tour
*hanya rencana 😁
Grand Place





Alun-alun Brussel ini merupakan plaza yang sekelilingnya adalah Balai Kota Brussel yang sangat artistik, saya tidak perlu menjelaskan, anda bisa buka sendiri di google mengenai sejarahnya *blogger males* 😁. Dari Grand Place kami ke Manneken Pis, apa sih Manneken Pis? Yang jelas sih macam ikon Kota Brussel yang terkenal seantero dunia yakni patung anak lelaki yang sedang pipis!!! setinggi setengah meter kira-kira, nggak ngerti sampeyan-sampeyan? Sama saya juga ngga ngerti!!. Saking ngga ngertinya saya jadi risih sendiri karena setiap souvenir Brussel pasti ada ikon ini, jadinya saya cari souvenir yang gambarnya tidak ada tambahan ikon ini dan itu sulit sekali, bahkan saya sudah teliti banget cari magnet yang tidak terselip ikon ini, eh sampe rumah ada aja nyempil kecil di pojokan. Dari Grand Place untuk ke Manneken Pis cukup dekat tapi agak berbelok-belok jadi jangan segan bertanya, sampai Landmark Manneken Pis ternyata hanya sebuah patung kecil di pojokan yang dipasang agak tinggian, ya mohon maaf yak mbak-nya tidak punya sense of art 😆. Patung-nya pipis dan bawahnya ada kolam kecil tampungan air dikeliling pagar mungkin biar tidak ada yang pegang, jangan kaget yang foto banyak sekali, termasuk kami sih hehe…

Anuuu...iya seperti ini (aja) Manneken Pis-nya
*tadi udah minta maap lho kalo ga punya sense of art
Bonus: ini bangunan depan Manneken Pis
Sepanjang jalan menuju Grand Place dan Manneken Pis adalah penjual makanan khas Belgia seperti coklat dan waffle, beberapa café proses transaksinya sudah elektronik milih menu sendiri, bayar sendiri di mesin dengan kartu atau cash, dan ambil sendiri pesanannya. Saya kurang bisa menceritakan Belgia karena hanya semalam yang jelas sih warga-nya ramah-ramah. Pendek amat, ya iya kan tadi bilang ga bisa menceritakan Belgia 😁.

Cara beli tiket kereta, disini

0 comments:

Post a Comment