Thursday, June 7, 2018

India & Kashmir “A Hardcore Trips!” Part 1 (The Preps)



Ya…sejauh ini India adalah Negara ke 9 saya yang cukup ribeut persiapannya, trus kenapa juga saya bagi 2 India & Kashmir walaupun 1 Bendera? Karena 2 anak benua ini memiliki bentang alam dan iklim yang jauh berbeda, bedanya gimana? Silahkan ikuti terus part-part selanjutnya hehe…

Riset atau bahasa kerennya blog walking atau ngubek-ngubek oum Gugel, saya lakukan selama kurang lebih 1 tahun, dan 6 bulan lamanya praktis untuk mengenali rute & cuaca, booking 4 rute penerbangan, 5 hotel, booking pick up & drop off service di 3 Hotel, sewa mobil 3 hari untuk 3 kota, mempersiapkan obat-obatan (ini penting banget karena ada moment dimana kita berada di ketinggian yang cukup ekstrim), juga ngubek cara beli SIM Card yang pada akhirnya nemu penyewaan modem wifi, booking gondola, beli Travel Insurance, dan apply Visa…yuk ah…

Beklah kita mulai dari rutenya, ini sebetulnya tergantung berapa panjang liburan yang anda rencanakan, saya sendiri pengennya Kashmir, Delhi, Agra, Jaipur, dan Varanasi, tapi berhubung waktunya tidak mencukupi maka Varanasi kudu di buang karena jalan darat paling jauh dan Delhi hanya transit sahaja dimana waktu yang saya punya cuma 8 hari. Kemudian mulai-lah dari yang terjauh dulu saat stamina kita masih full, dan perlahan-lahan mulai lowbat tapi jarak sudah mendekati arah pulang, kalo dimulai dari yang dekat dulu, belum apa-apa anda udah klenger duluan wkwk…Tentunya saya mulai dari Kashmir terlebih dahulu selama 4 hari 3 malam, setelah itu 4 hari 3 malam berikutnya adalah Delhi, Agra, & Jaipur.

Kami berangkat ber-lima perempuan semua, “hah perempuan semua?!” Yup, “Berani banget?!” Yoih nekad, begitulah sekelumit reaksi dari teman-teman saya, habis gimana dong udah nawarin temen or sodara cowok tidak ada yang berminat, pun beberapa temen perempuan yang seumuran juga ga ada yang mau. Akhirnya terkumpulah 3 ibu-ibu dan 2 tante-tante termasuk saya, beberapa diantaranya memang temen jalan-jalan saya, yang ikut kemanapun saya pergi hehe….formasinya agak mengkhawatirkan yak?? Entahlah, mungkin karena kami penikmat pelem India ya, jadi penasaran lihat aslinya, semetara saya sendiri terobsesi untuk menaklukkan India *halah* yang terkenal akan titik-titik-nya…silahkan isi sendiri titik-titiknya, anda pasti sudah paham maksud saya 😟 

Dari satu tahun sebelum keberangkatan, saya sudah ngubek budget air seperti Air Asia & Malindo Air untuk tujuan New Delhi, makin mendekati keberangkatan harganya makin mahal bahkan masih 5 bulan sebelum keberangkatan harganya sudah di atas 4juta. Sampai suatu ketika saya mendapat informasi dibukanya penerbangan Air Asia Jakarta-Jaipur-Jakarta transit KL, langsung dong saya oprek website-nya, dan total termasuk kursi dan bagasi Rp.3.200.000! saat itu juga langsung saya beli tiketnya, dengan demikian saya bisa memperpendek rute dengan hanya transit Delhi yang menurut saya hanya kota metropolitan saja. Pengalaman dengan Air Asia-pun rasanya lebih memuaskan daripada Malindo Air, terutama FA-nya (Flight Attendant) yang lebih ramah, saking ramahnya mereka tak segan bertanya “Ngapain ke Jaipur??” “Suami dikemanakan??” haha…

Selanjutnya, rute perjalanan sudah semakin terarah karena tiba dan berangkat sudah jelas waktunya, yakni Jaipur-Kashmir(Srinagar-Gulmarg)-Srinagar-Pahalgam-Delhi-Agra-Jaipur. Berikutnya yang dibooking adalah flight ke Kashmir, pilihannya cukup banyak seperti Air India, Spice Jet, Go Air, Air Indigo, Vistara Air, ect, yang kesemuanya berangkat dari Delhi. Jadi ternyata tidak ada penerbangan langsung Jaipur-Kashmir sodara-sodara! alamak (-,-) niatnya pengin ber-budget ria dengan terbang ke Jaipur, tapi malahan sama saja karena berarti saya harus menambah 1 sektor penerbangan lagi yakni Jaipur-Delhi, yang ditotal-total saya hanya menurunkan biaya lebih murah 300ribu saja 😔 dari pada terbang langsung Jakarta-Delhi. Gampangnya gini, flight Jakarta-Delhi 4jt, sedangkan Jakarta-Jaipur 3,2jt, lebih murah 800rb dong!! Tapi karena tidak ada direct flight Jaipur-Srinagar (Kashmir) maka saya harus beli 1 sektor lagi yakni Jaipur-Delhi 480ribu, jadi 3,2jt ditambah 480ribu total 3.680.000, kannn…hanya selisih 300ribuan saja. Well…options is in your hand though, pada akhirnya terserah anda mau Jakarta-Delhi atau Jakarta-Jaipur.

Pilihan saya jatuhkan ke Air Indigo, karena reputasinya yang baik terkait ketepatan waktu dan jadwal flightnya yang cukup banyak, walaupun harganya lebih mahal dari Spice Jet & Go Air. Nah, permasalahan berikutnya adalah memilih jam dan waktu connectingnya, Air indigo memiliki rute penerbangan Jaipur-Srinagar transit Delhi dengan waktu connecting 5 jam dan tiba di Srinagar malam hari sekitar pukul 8 malam dalam 1 ticket penerbangan. Dan, ini bukanlah sebuah opsi buat saya dengan kondisi daerah yang cukup titik-titik,  ditambah dari Airport Srinagar, kami masih harus jalan darat ke Gulmarg selama 3 jam! Apa kabar duniaaa?!?!

Saya sangat mewanti-wanti untuk tidak sampai airport di malam hari, saya usahakan  kalopun malam hari, itu sudah sampai Hotel, kalo bisa matahari masih terang benderang kami sudah ada di Hotel :D. Jadi, jalan satu-satunya adalah membeli tiket per sektor Jaipur-Delhi (6AM) 480rb, Delhi-Srinagar (10AM) 800rb connecting 3 jam, pulangnya Srinagar-Delhi (11AM) 800rb. Jadi ada 3 buah tiket terpisah, resikonya adalah apabila flight di penerbangan pertama delayed maka penerbangan selanjutnya bhayyyy…tapi jika dalam 1 tiket, maka penerbangan selanjutnya penumpang ditungguin, atau di re-schedule atau diganti uang, pokoknya si maskapai akan bertanggung jawab, total 3 sektor adalah Rp. 2.100.000.

Nah trus Delhi-Jaipur naik apa dong? Tenanggg mulai dari sini, kami sudah sewa mobil, karena Delhi-Agra-Jaipur ini adalah Golden Triangle, maka masing-masing jaraknya adalah sama,4 jam jalan darat, jadi ga ada pointnya juga ambil flight Delhi-Jaipur yang pastinya akan nambah biaya dan menyita waktu. Maksudnya begini, kalo saya dari Delhi ke Jaipur dengan pesawat lagi, maka untuk ke Agra berarti harus PP Jaipur-Agra-Jaipur, jadi sudah menyita waktu perjalanan udara dan perjalanan darat PP. Kalo saya jalan darat dari Delhi, maka saya cukup menuju Agra sekalian arah pulang Jaipur, gituh…paham ngga? Ya udah anggap aja paham, kalo engga ya wasap aja deh 😁

Ngubek rental car ini sungguh menyita waktu dan pikiran, saya mengirim email ke lebih dari 10 Car Rental untuk mengkonfirmasi harga yang tertera di website mereka, dari sepuluh biji itu hanya 1 yang langsung menjawab dan cepat merespond, sementara lainnya baru menjawab setelah di email 2 kali, atau tidak menjawab lagi setelah email yang ke-dua, atau tidak merespond sama sekali. Satu car rental ini yang harganya paling murah dan kebetulan juga langsung menjawab, ialah carrentaldelhi.com atau nama lainnya Kalka Travel, Delhi-Agra-Jaipur 3 hari mobil Innova seharga INR 18.000 atau Rp. 3.960.000, tentunya silahkan dibagi 5 orang. Pastikan harga sewa sudah termasuk bensin, tol, parkir, fee driver, meals driver, akomodasi driver, serta asuransi, dan seperti biasa saya selalu bawel dengan puluhan email untuk memastikan bahwa tidak ada hidden cost. Prakteknya, benar harga tersebut sudah all in, bahkan mereka memberikan complimentary guide dan free wifi on board.

PR selanjutnya adalah HOTEL! Ini adalah keruwetan berikutnya karena saya harus memesan sebanyak 5 Hotel! Kenapa harus 5? ya karena kotanya menclok-menclok jadi ga ada yang bolak-balik, total saya budget-kan 200rb/orang kali 7 malam, yang kemudian membengkak menjadi 250rb/orang/malam. Hari pertama semalam di Jaipur, karena sampai Jaipur pukul 11 siang dan memang tidak merencanakan tour kemana-mana secara besok kudu terbang pagi-pagi banget ke Kashmir, maka saya pilih Hotel yang agak kecean dikit yakni Heritage Hotel Umaid Bhawan Rp.800.000/night/room. Berikutnya adalah Hotel di Gulmarg-Kashmir yang tak kalah mahal, sebenarnya lebih murah paketan Hotel & sewa mobil di Srinagar di Houseboat-Dal Lake, tapi itu berarti kami harus bolak balik dalam sehari Srinagar-Gulmarg-Srinagar yang waktu tempuhnya 3 jam, dan beberapa alasan lain yang ada di part selanjutnya, Hotel di Gulmarg adalah Pine Spring Hotel Rp. 1.350.000/night/room.

Malam ke 3 dan ke 4, saya menginap di Houseboat di Dal lake-Srinagar yakni Haifa Houseboat Rp. 200.000/night/room, disini saya sewa mobil sehari ke Pahalgam, perjalanan juga memakan waktu 3 jam, tapi untuk ke Pahalgam cukup fleksibel jadi tidak begitu masalah berangkat PP dari Srinagar. Malam ke 5 saya menginap di Agra tidak jauh dari Taj Mahal, ini juga ada alasan tersendiri, silahkan cek di part-part selanjutnya 😀, Hotel Mumtaz Mahal Rp. 450.000/night/room. Terakhir, Hotel di malam ke 6 dan ke 7 di Jaipur saya memilih Ashiyana Homestay, ya…tinggal di rumah warga local harganya Rp. 350.000/night/room, nah silahkan dijumlah dan dibagi 2 dibagi 7 malam, nanti akan ketemu kurang lebih 250rb/malam/orang. 

Semuanya saya booking dari berbagai macam website online booking seperti Booking.com, Expedia, Agoda, dan ada pula yang langsung ke Hotelnya. Sebenarnya saya lebih memilih lewat Booking.com karena bayar belakangan, dan dilengkapi dengan notifikasi due date dan free cancel, tapi apa daya, baru ditinggal meleng seminggu sudah full booked dan beberapa diantaranya tersisa masing-masing 1 kamar di Expedia dan Agoda. Mungkin saya kelupaan bahwa saya berkompetisi dengan lebih dari 1 Milyar penduduk India wkwk…jadi saran saya jika anda sudah naksir Hotel tersebut sebaiknya langsung dipinang saja daripada kehabisan, eh?!?!

0 comments:

Post a Comment