Ya…sejauh ini India adalah Negara ke 9 saya yang cukup ribeut persiapannya, trus kenapa juga saya bagi 2 India & Kashmir walaupun 1 Bendera? Karena 2 anak benua ini memiliki bentang alam dan iklim yang jauh berbeda, bedanya gimana? Silahkan ikuti terus part-part selanjutnya hehe…
Riset atau bahasa kerennya blog
walking atau ngubek-ngubek oum Gugel, saya lakukan selama kurang lebih 1 tahun,
dan 6 bulan lamanya praktis untuk mengenali rute & cuaca, booking 4 rute
penerbangan, 5 hotel, booking pick up
& drop off service di 3 Hotel, sewa mobil 3 hari untuk 3 kota,
mempersiapkan obat-obatan (ini penting banget karena ada moment dimana kita
berada di ketinggian yang cukup ekstrim), juga ngubek cara beli SIM Card yang
pada akhirnya nemu penyewaan modem wifi,
booking gondola, beli Travel
Insurance, dan apply Visa…yuk
ah…
Beklah kita mulai dari rutenya,
ini sebetulnya tergantung berapa panjang liburan yang anda rencanakan, saya
sendiri pengennya Kashmir, Delhi, Agra, Jaipur, dan Varanasi, tapi berhubung
waktunya tidak mencukupi maka Varanasi kudu di buang karena jalan darat paling
jauh dan Delhi hanya transit sahaja dimana waktu yang saya punya cuma 8 hari.
Kemudian mulai-lah dari yang terjauh dulu saat stamina kita masih full, dan
perlahan-lahan mulai lowbat tapi jarak sudah mendekati arah pulang, kalo dimulai dari yang dekat dulu, belum apa-apa anda udah klenger duluan wkwk…Tentunya saya mulai dari Kashmir terlebih dahulu selama 4 hari 3 malam, setelah
itu 4 hari 3 malam berikutnya adalah Delhi, Agra, & Jaipur.
Kami berangkat ber-lima perempuan
semua, “hah perempuan semua?!” Yup, “Berani banget?!” Yoih nekad, begitulah
sekelumit reaksi dari teman-teman saya, habis gimana dong udah nawarin temen or
sodara cowok tidak ada yang berminat, pun beberapa temen perempuan yang
seumuran juga ga ada yang mau. Akhirnya terkumpulah 3 ibu-ibu dan 2 tante-tante
termasuk saya, beberapa diantaranya memang temen jalan-jalan saya, yang ikut
kemanapun saya pergi hehe….formasinya agak mengkhawatirkan yak?? Entahlah,
mungkin karena kami penikmat pelem India ya, jadi penasaran lihat aslinya,
semetara saya sendiri terobsesi untuk menaklukkan India *halah* yang terkenal
akan titik-titik-nya…silahkan isi sendiri titik-titiknya, anda pasti sudah
paham maksud saya 😟
Dari satu tahun sebelum
keberangkatan, saya sudah ngubek budget air seperti Air Asia & Malindo Air
untuk tujuan New Delhi, makin mendekati keberangkatan harganya makin mahal
bahkan masih 5 bulan sebelum keberangkatan harganya sudah di atas 4juta. Sampai
suatu ketika saya mendapat informasi dibukanya penerbangan Air Asia
Jakarta-Jaipur-Jakarta transit KL, langsung dong saya oprek website-nya, dan
total termasuk kursi dan bagasi Rp.3.200.000! saat itu juga langsung saya beli
tiketnya, dengan demikian saya bisa memperpendek rute dengan hanya transit Delhi
yang menurut saya hanya kota metropolitan saja. Pengalaman dengan Air Asia-pun
rasanya lebih memuaskan daripada Malindo Air, terutama FA-nya (Flight
Attendant) yang lebih ramah, saking ramahnya mereka tak segan bertanya “Ngapain
ke Jaipur??” “Suami dikemanakan??” haha…
Selanjutnya, rute perjalanan
sudah semakin terarah karena tiba dan berangkat sudah jelas waktunya, yakni
Jaipur-Kashmir(Srinagar-Gulmarg)-Srinagar-Pahalgam-Delhi-Agra-Jaipur.
Berikutnya yang dibooking adalah flight ke Kashmir, pilihannya cukup banyak
seperti Air India, Spice Jet, Go Air, Air Indigo, Vistara Air, ect, yang kesemuanya
berangkat dari Delhi. Jadi ternyata tidak ada penerbangan langsung Jaipur-Kashmir
sodara-sodara! alamak (-,-) niatnya pengin ber-budget ria dengan terbang ke
Jaipur, tapi malahan sama saja karena berarti saya harus menambah 1 sektor
penerbangan lagi yakni Jaipur-Delhi, yang ditotal-total saya hanya menurunkan
biaya lebih murah 300ribu saja 😔 dari pada terbang langsung Jakarta-Delhi. Gampangnya gini, flight Jakarta-Delhi
4jt, sedangkan Jakarta-Jaipur 3,2jt, lebih murah 800rb dong!! Tapi karena tidak
ada direct flight Jaipur-Srinagar (Kashmir) maka saya harus beli 1 sektor lagi
yakni Jaipur-Delhi 480ribu, jadi 3,2jt ditambah 480ribu total 3.680.000,
kannn…hanya selisih 300ribuan saja. Well…options
is in your hand though, pada akhirnya terserah anda mau Jakarta-Delhi atau
Jakarta-Jaipur.
Pilihan saya jatuhkan ke Air
Indigo, karena reputasinya yang baik terkait ketepatan waktu dan jadwal
flightnya yang cukup banyak, walaupun harganya lebih mahal dari Spice Jet &
Go Air. Nah, permasalahan berikutnya adalah memilih jam dan waktu
connectingnya, Air indigo memiliki rute penerbangan Jaipur-Srinagar transit
Delhi dengan waktu connecting 5 jam dan tiba di Srinagar malam hari sekitar
pukul 8 malam dalam 1 ticket penerbangan. Dan, ini bukanlah sebuah opsi buat saya dengan kondisi daerah
yang cukup titik-titik, ditambah dari
Airport Srinagar, kami masih harus jalan darat ke Gulmarg selama 3 jam! Apa
kabar duniaaa?!?!
Saya sangat mewanti-wanti untuk
tidak sampai airport di malam hari, saya usahakan kalopun malam hari, itu sudah sampai Hotel,
kalo bisa matahari masih terang benderang kami sudah ada di Hotel :D. Jadi, jalan
satu-satunya adalah membeli tiket per sektor Jaipur-Delhi (6AM) 480rb,
Delhi-Srinagar (10AM) 800rb connecting 3 jam, pulangnya Srinagar-Delhi (11AM)
800rb. Jadi ada 3 buah tiket terpisah, resikonya adalah apabila flight di
penerbangan pertama delayed maka penerbangan selanjutnya bhayyyy…tapi jika
dalam 1 tiket, maka penerbangan selanjutnya penumpang ditungguin, atau di
re-schedule atau diganti uang, pokoknya si maskapai akan bertanggung jawab, total 3 sektor adalah Rp. 2.100.000.
Nah trus Delhi-Jaipur naik apa
dong? Tenanggg mulai dari sini, kami sudah sewa mobil, karena Delhi-Agra-Jaipur
ini adalah Golden Triangle, maka masing-masing jaraknya adalah sama,4 jam jalan
darat, jadi ga ada pointnya juga ambil flight Delhi-Jaipur yang pastinya akan
nambah biaya dan menyita waktu. Maksudnya begini, kalo saya dari Delhi ke
Jaipur dengan pesawat lagi, maka untuk ke Agra berarti harus PP Jaipur-Agra-Jaipur,
jadi sudah menyita waktu perjalanan udara dan perjalanan darat PP. Kalo saya
jalan darat dari Delhi, maka saya cukup menuju Agra sekalian arah pulang Jaipur,
gituh…paham ngga? Ya udah anggap aja paham, kalo engga ya wasap aja deh 😁
Ngubek rental car ini sungguh
menyita waktu dan pikiran, saya mengirim email ke lebih dari 10 Car Rental untuk mengkonfirmasi harga yang tertera di website mereka,
dari sepuluh biji itu hanya 1 yang langsung menjawab dan cepat merespond,
sementara lainnya baru menjawab setelah di email 2 kali, atau tidak menjawab
lagi setelah email yang ke-dua, atau tidak merespond sama sekali. Satu car
rental ini yang harganya paling murah dan kebetulan juga langsung menjawab,
ialah carrentaldelhi.com atau nama lainnya Kalka Travel, Delhi-Agra-Jaipur 3
hari mobil Innova seharga INR 18.000 atau Rp. 3.960.000, tentunya silahkan
dibagi 5 orang. Pastikan harga sewa sudah termasuk bensin, tol, parkir, fee driver, meals driver, akomodasi driver,
serta asuransi, dan seperti biasa saya selalu bawel dengan puluhan email untuk
memastikan bahwa tidak ada hidden cost.
Prakteknya, benar harga tersebut sudah all
in, bahkan mereka memberikan complimentary guide dan free wifi on board.
PR selanjutnya adalah HOTEL! Ini
adalah keruwetan berikutnya karena saya harus memesan sebanyak 5 Hotel! Kenapa
harus 5? ya karena kotanya menclok-menclok jadi ga ada yang bolak-balik, total
saya budget-kan 200rb/orang kali 7 malam, yang kemudian membengkak menjadi
250rb/orang/malam. Hari pertama semalam di Jaipur, karena sampai Jaipur pukul
11 siang dan memang tidak merencanakan tour kemana-mana secara besok kudu
terbang pagi-pagi banget ke Kashmir, maka saya pilih Hotel yang agak kecean
dikit yakni Heritage Hotel Umaid Bhawan Rp.800.000/night/room. Berikutnya
adalah Hotel di Gulmarg-Kashmir yang tak kalah mahal, sebenarnya lebih murah
paketan Hotel & sewa mobil di Srinagar di Houseboat-Dal Lake, tapi itu
berarti kami harus bolak balik dalam sehari Srinagar-Gulmarg-Srinagar yang
waktu tempuhnya 3 jam, dan beberapa alasan lain yang ada di part selanjutnya, Hotel
di Gulmarg adalah Pine Spring Hotel Rp. 1.350.000/night/room.
Malam ke 3 dan ke 4, saya
menginap di Houseboat di Dal lake-Srinagar yakni Haifa Houseboat Rp.
200.000/night/room, disini saya sewa mobil sehari ke Pahalgam, perjalanan juga
memakan waktu 3 jam, tapi untuk ke Pahalgam cukup fleksibel jadi tidak begitu
masalah berangkat PP dari Srinagar. Malam ke 5 saya menginap di Agra tidak jauh
dari Taj Mahal, ini juga ada alasan tersendiri, silahkan cek di part-part
selanjutnya 😀, Hotel Mumtaz Mahal Rp. 450.000/night/room. Terakhir, Hotel di
malam ke 6 dan ke 7 di Jaipur saya memilih Ashiyana Homestay, ya…tinggal di
rumah warga local harganya Rp. 350.000/night/room, nah silahkan dijumlah dan
dibagi 2 dibagi 7 malam, nanti akan ketemu kurang lebih 250rb/malam/orang.
Semuanya saya booking dari berbagai macam website online booking seperti
Booking.com, Expedia, Agoda, dan ada pula yang langsung ke Hotelnya. Sebenarnya
saya lebih memilih lewat Booking.com karena bayar belakangan, dan dilengkapi
dengan notifikasi due date dan free cancel, tapi apa daya, baru ditinggal
meleng seminggu sudah full booked dan beberapa diantaranya tersisa
masing-masing 1 kamar di Expedia dan Agoda. Mungkin saya kelupaan bahwa saya
berkompetisi dengan lebih dari 1 Milyar penduduk India wkwk…jadi saran saya
jika anda sudah naksir Hotel tersebut sebaiknya langsung dipinang saja daripada
kehabisan, eh?!?!

0 comments:
Post a Comment