Thursday, June 20, 2019

Turkey Series Part 3

Boluuuu...bbrrrrr 
Semua Tour Operator memiliki itinerary yang sama untuk Trip Turki ini, start dari Istanbul kemudian melewati kota-kota atau daerah wisata seperti Bursa, Kusadasi, Pamukkale, Konya, dan berakhir di Cappadocia, kemudian kembali ke Istanbul melalui Ankara dan Bolu, ini adalah itinerary untuk trip 10 hari dengan jalan darat. Sedangkan untuk trip 7 hari yang kami ikuti, dipangkas menjadi Istanbul, Bolu, Ankara, berakhir di Cappadocia, dan kembali ke Istanbul dengan Pesawat, nah kenapa pulangnya dengan pesawat? Lelah Kakkkk…dari Istanbul ke Cappadocia ini memerlukan waktu jalan darat selama 8 jam! jadi Mak Bos memutuskan untuk kembali ke Istanbul dengan pesawat yang hanya memakan waktu 1,5 jam saja…duhh matur nuwun Mak Bos!

Seusai kunjungan ke Istana Topkapi, kami langsung berangkat ke Kota Bolu yang memakan waktu selama kurang lebih 4 jam perjalanan. Kota Bolu adalah Kota di lembah pegunungan seperti di puncak Bogor, disini kami hanya mampir tidur saja untuk memangkas perjalanan ke Cappadocia agar esok hari-nya hanya tinggal beberapa jam perjalanan saja ke Kota tersebut. Tiba di Villa Von Resort waktu sudah menunjukkan pukul 8.30 malam, praktis kami sudah 1,5 hari tidak mandi dan tidak bersih-bersih badan, bahkan tidak ada penyesuaian waktu dan suhu badan.

Suhu di Bolu yang sudah dingin karena terletak di lembah pegunungan dipadukan dengan cuaca yang telah memasuki Musim Salju merupakan kombinasi maut karena menghasilkan udara yang sangat dingin menusuk tulang, weather forecast di mobile phone yang menunjukkan suhu minus 3 derajat Celcius-pun terasa minus 10 derajat Celcius! Lebih sengsara lagi karena minibus tidak berhenti di depan Villa kami, minibus hanya berhenti di depan Hall Ruang Makan untuk kemudian kami harus berjalan kaki ke Villa ditengah gelapnya malam dengan hutan disekelilingnya, sungguh 15 menit yang menyakitkan karena Adem nyasarrr salah Villa! yang kami mengikuti dia dari belakang. Seluruh badan kami menggigil hebat karena kedinginan plus kecapekan, kalo sudah begini saya sangat bersyukur kami tinggal di Negara Tropis, jika musim panas tiba ga begitu nyelekit panasnya, jika musim hujan tetap hangat rasanya…yekaaan??
Von Resort






Kami berangkat ke Ankara yang berjarak 2 jam dari Bolu, ditengah jalan ternyata hujan salju turun dengan lebatnya, pantas saja sangat dingin semalam. Kami mampir di Pom bensin yang disampingnya terdapat restaurant dan dibelakangnya adalah Hutan lengkap dengan danau-nya, sumpah! Indah sekali spot ini bagaikan gambar wallpaper desktop, karena fresh snow berguguran dengan sukses-nya, inilah untuk pertama kali-nya saya merasakan fresh snow, rasanya tidak menyesal semalam sudah menggigil kedinginan. Layaknya penduduk Negara tropis yang tidak pernah merasakan salju, kami berlarian dan gegulingan dengan norak-nya hehe…







Dua jam kemudian kami sampai di Ankara. Oiya, buat anda yang mengira bahwa Ibukota Turki adalah Istanbul itu artinya anda kudet (kurang update) sama, saya juga haha, Ibukota Turki sejatinya adalah Ankara, dulunya memang Istanbul tapi itu duluuuu bangettt sebelum Tahun 1923. Untuk itu tidak ada juga yang bisa dilihat disini karena ibaratnya hanya kota Administratif dengan gedung-gedung pemerintahan, dengan cuaca yang cukup hangat. Kami hanya mampir di Mausoleum Mustofa Kemal Ataturk bapak pendiri Turki, bangunan-nya sangat besar dan megah, tidak ada tiket masuk, hanya ada pos pemeriksaan saja, isinya Nisan dengan tinggi sekitar 2 meter. Sehingga, kami hanya masuk mengitari Nisan kemudian menuju arah keluar dan selesai, tapi sesekali diam berhenti sejenak jika ada pejabat yang berziarah karena ada upacara ritual dengan beberapa tentara yang membawa bunga Papan, disertai dengan rekaman lagu entahlah mungkin lagu kebangsaan?? Jadi yang bikin kami lama disini adalah jalan masuknya yang cukup jauh, dan seringnya kami diajak berfoto oleh warga lokal haha…sekarang saya tahu rasanya jadi turis asing di Borobudur, seru juga ya! Wkwk….




Kurang lebih kayak gini kalo jadi Turisss 😁


Ritual Ziarah
Dalam perjalanan ke Cappadocia kami mampir sebentar ke Tuz Golu atau Danau Garam yang hanya merupakan hamparan tanah keras berwarna agak keputihan dengan sedikit air di tengah-tengah (kayaknya, kalo ga salah lihat). Spot ini kosong dan tak terlihat ujung-nya, saya benar-benar tidak melihat batas seberang danau, jadi langit dan daratan seperti menyatu nun jauh disana layaknya foto image surreal atau imajinasi atau fantasi? you mentioned it! Untuk membandingkannya mungkin seperti Salar de Uyuni-nya Bolivia. Walaupun hanya hamparan kosong, tapi lansekap-nya sangat cantik untuk diabadikan, bayangankanlah seperti heavenly light image, nah seperti itu kira-kira, cocok untuk foto-foto kalender. Mungkin untuk yang hobi fotografi akan betah berada di tempat tersebut, tapi tidak untuk saya yang pemalas dan tidak melankolis ini, ketambahan dinginnya udara dan kencangnya angin yang terasa menampar-nampar di pipi membuat saya buru-buru masuk ke café di pinggiran-nya, and guess what?? saya terperanjat tiba-tiba melihat display Indomie dijual di pojokan *bukan buzzer Indomie* saya bagaikan berada di Jalur Pantura bukan Jalur Sutra  😂





Kok rasa haru gitu ya liat ini 😭

Apakah anda pernah mendengar Jalur Sutra? Ternyata kami ke Cappadocia melewati Jalur Sutra yang merupakan jalur dagang darat kuno yang menghubungkan Asia dan Eropa, salah satu pit stop yang kami kunjungi adalah bekas penginapan pada masa itu yang saat ini beralih fungsi menjadi café dan toko cinderamata. Jadi bisa terbayang betapa tua dan kokohnya bangunan tersebut, yang membuat saya terkagum-kagum adalah suhu yang hangat di dalam ruangan tanpa mesin penghangat atau teknologi sejenisnya, entah terbuat dari apa konstruksi bangunan-nya pada masa itu.

Silk Road Hotel





Pukul 19.00 kami sudah tiba di Kota Nevsehir di daerah wisata Cappadocia, tempat touristy yang tenar di kalangan Wisatawan Mancanegara. Terdapat situs-situs sejarah, pemandangan alam yang cantik, dan tak ketinggalan atraksi Balon Udara yang terkenal itu, yang juga adalah highlight ehem! Annual Meeting kami kali ini (jangan! pliss jangan ketawa!). Topografi Cappadocia adalah gugusan bebatuan yang unik karena terbentuk dari letusan gunung berapi, tapi cukup kering dan gersang namun lansekap-nya sungguh indah. Pemandangan kotanya-pun tak kalah unik karena kotanya ditata sedemikian rupa sehingga tetap terlihat modern, walaupun di kelilingi tebing-tebing bebatuan  karst. Jadi, tebing-tebing batu karst ini tetap dipertahankan untuk dimanfaatkan secara maksimal tanpa merusak alam, salah satunya digunakan sebagai Hotel. Seperti Hotel kami yang harganya cukup menguras kantong, karena tentunya pembangunan dan logistik tidak mudah, bangunan masih alami nyaris tidak ada sentuhan material konstruksi, jadi jangan kaget kalo kemana-mana serba undakan, lumayan olah raga sih!



Hotel kami, Dere Suites sungguh kerennn sundul langit!!!, bukan layaknya bangunan Hotel, melainkan goa-goa di tebing batu karst yang dibentuk menjadi kamar-kamar tamu, ruang receptionist, atau ruang makan, yang entah mungkin ada yang asli dan/atau ada yang disesuaikan luas dan dimensi-nya. Walaupun mahal tapi paling tidak anda harus merasakan atmosfirnya tidur dalam gua meski hanya 1 malam, jangan kuatir karena ruangannya luas, dan amenities hotel tidak ada yang berubah. Malah untuk Hotel seperti Dere Suites ini agak lebay amenities-nya karena dilengkapi dengan Jaccuzi yang you know mbak-mbak yang sudah berumur ini ga akan pake juga! mengingat usia yang nyampe kamar sudah pasti langsung klenger.













0 comments:

Post a Comment