 |
| Boluuuu...bbrrrrr |
Semua
Tour Operator memiliki
itinerary
yang sama untuk
Trip Turki ini,
start dari Istanbul kemudian melewati
kota-kota atau daerah wisata seperti Bursa, Kusadasi, Pamukkale, Konya, dan
berakhir di Cappadocia, kemudian kembali ke Istanbul melalui Ankara dan Bolu,
ini adalah
itinerary untuk
trip 10 hari dengan jalan darat.
Sedangkan untuk
trip 7 hari yang kami
ikuti, dipangkas menjadi Istanbul, Bolu, Ankara, berakhir di Cappadocia, dan
kembali ke Istanbul dengan Pesawat, nah kenapa pulangnya dengan pesawat? Lelah
Kakkkk…dari Istanbul ke Cappadocia ini memerlukan waktu jalan darat selama 8
jam! jadi Mak Bos memutuskan untuk kembali ke Istanbul dengan pesawat yang
hanya memakan waktu 1,5 jam saja…duhh matur nuwun Mak Bos!
Seusai kunjungan ke Istana
Topkapi, kami langsung berangkat ke Kota Bolu yang memakan waktu selama kurang lebih 4 jam
perjalanan. Kota Bolu adalah Kota di lembah pegunungan seperti di puncak Bogor, disini kami hanya mampir tidur saja untuk memangkas
perjalanan ke Cappadocia agar esok hari-nya hanya tinggal beberapa jam perjalanan saja ke Kota tersebut. Tiba di Villa Von Resort waktu sudah menunjukkan pukul 8.30
malam, praktis kami sudah 1,5 hari tidak mandi dan tidak bersih-bersih badan,
bahkan tidak ada penyesuaian waktu dan suhu badan.
Suhu di Bolu yang sudah dingin
karena terletak di lembah pegunungan dipadukan dengan cuaca yang telah memasuki
Musim Salju merupakan kombinasi maut karena menghasilkan udara yang sangat
dingin menusuk tulang,
weather forecast
di
mobile phone yang menunjukkan suhu
minus 3 derajat
Celcius-pun terasa
minus 10 derajat
Celcius! Lebih
sengsara lagi karena minibus tidak berhenti di depan Villa kami, minibus hanya
berhenti di depan
Hall Ruang Makan
untuk kemudian kami harus berjalan kaki ke Villa ditengah gelapnya malam dengan
hutan disekelilingnya, sungguh 15 menit yang menyakitkan karena Adem nyasarrr
salah Villa! yang kami mengikuti dia dari belakang. Seluruh badan kami menggigil
hebat karena kedinginan plus kecapekan, kalo sudah begini saya sangat bersyukur
kami tinggal di Negara Tropis, jika musim panas tiba ga begitu nyelekit
panasnya, jika musim hujan tetap hangat rasanya…yekaaan??
 |
| Von Resort |
Kami berangkat ke Ankara yang
berjarak 2 jam dari Bolu, ditengah jalan ternyata hujan salju turun dengan
lebatnya, pantas saja sangat dingin semalam. Kami mampir di Pom bensin yang
disampingnya terdapat restaurant dan dibelakangnya adalah Hutan lengkap dengan
danau-nya, sumpah! Indah sekali spot ini bagaikan gambar wallpaper
desktop, karena
fresh snow berguguran dengan sukses-nya, inilah untuk pertama
kali-nya saya merasakan
fresh snow,
rasanya tidak menyesal semalam sudah menggigil kedinginan. Layaknya penduduk
Negara tropis yang tidak pernah merasakan salju, kami berlarian dan gegulingan
dengan norak-nya hehe…
Dua jam kemudian kami sampai di
Ankara. Oiya, buat anda yang mengira bahwa Ibukota Turki adalah Istanbul itu
artinya anda kudet (kurang
update)
sama, saya juga haha, Ibukota Turki sejatinya adalah Ankara, dulunya memang
Istanbul tapi itu duluuuu bangettt sebelum Tahun 1923. Untuk itu tidak ada juga
yang bisa dilihat disini karena ibaratnya hanya kota Administratif dengan
gedung-gedung pemerintahan, dengan cuaca yang cukup hangat. Kami hanya mampir
di Mausoleum Mustofa Kemal Ataturk bapak pendiri Turki, bangunan-nya sangat
besar dan megah, tidak ada tiket masuk, hanya ada pos pemeriksaan saja, isinya
Nisan dengan tinggi sekitar 2 meter. Sehingga, kami hanya masuk mengitari Nisan
kemudian menuju arah keluar dan selesai, tapi sesekali diam berhenti sejenak
jika ada pejabat yang berziarah karena ada upacara ritual dengan beberapa
tentara yang membawa bunga Papan, disertai dengan rekaman lagu entahlah mungkin
lagu kebangsaan?? Jadi yang bikin kami lama disini adalah jalan masuknya yang
cukup jauh, dan seringnya kami diajak berfoto oleh warga lokal haha…sekarang
saya tahu rasanya jadi turis asing di Borobudur, seru juga ya! Wkwk….



 |
| Kurang lebih kayak gini kalo jadi Turisss 😁 |
 |
| Ritual Ziarah |
Dalam perjalanan ke Cappadocia
kami mampir sebentar ke Tuz Golu atau Danau Garam yang hanya merupakan hamparan
tanah keras berwarna agak keputihan dengan sedikit air di tengah-tengah
(kayaknya, kalo ga salah lihat). Spot ini kosong dan tak terlihat ujung-nya,
saya benar-benar tidak melihat batas seberang danau, jadi langit dan daratan
seperti menyatu nun jauh disana layaknya foto
image surreal atau
imajinasi atau fantasi?
you mentioned it!
Untuk membandingkannya mungkin seperti Salar de Uyuni-nya Bolivia. Walaupun
hanya hamparan kosong, tapi lansekap-nya sangat cantik untuk diabadikan,
bayangankanlah seperti
heavenly light image,
nah seperti itu kira-kira, cocok untuk foto-foto kalender. Mungkin untuk yang
hobi fotografi akan betah berada di tempat tersebut, tapi tidak untuk saya yang
pemalas dan tidak melankolis ini, ketambahan dinginnya udara dan kencangnya
angin yang terasa menampar-nampar di pipi membuat saya buru-buru masuk ke café
di pinggiran-nya,
and guess what??
saya terperanjat tiba-tiba melihat
display
Indomie dijual di pojokan *bukan buzzer Indomie* saya bagaikan berada di Jalur
Pantura bukan Jalur Sutra
😂
 |
| Kok rasa haru gitu ya liat ini 😭 |
Apakah anda pernah mendengar
Jalur Sutra? Ternyata kami ke Cappadocia melewati Jalur Sutra yang merupakan
jalur dagang darat kuno yang menghubungkan Asia dan Eropa, salah satu
pit stop yang kami kunjungi adalah bekas
penginapan pada masa itu yang saat ini beralih fungsi menjadi
café dan toko cinderamata. Jadi bisa
terbayang betapa tua dan kokohnya bangunan tersebut, yang membuat saya
terkagum-kagum adalah suhu yang hangat di dalam ruangan tanpa mesin penghangat
atau teknologi sejenisnya, entah terbuat dari apa konstruksi bangunan-nya pada
masa itu.
 |
| Silk Road Hotel |
Pukul 19.00 kami sudah tiba di
Kota Nevsehir di daerah wisata Cappadocia, tempat
touristy yang tenar di kalangan Wisatawan Mancanegara. Terdapat
situs-situs sejarah, pemandangan alam yang cantik, dan tak ketinggalan atraksi
Balon Udara yang terkenal itu, yang juga adalah
highlight ehem!
Annual
Meeting kami kali ini (jangan! pliss jangan ketawa!). Topografi Cappadocia adalah
gugusan bebatuan yang unik karena terbentuk dari letusan gunung berapi, tapi
cukup kering dan gersang namun lansekap-nya sungguh indah. Pemandangan
kotanya-pun tak kalah unik karena kotanya ditata sedemikian rupa sehingga tetap
terlihat modern, walaupun di kelilingi tebing-tebing bebatuan
karst. Jadi, tebing-tebing batu karst ini
tetap dipertahankan untuk dimanfaatkan secara maksimal tanpa merusak alam,
salah satunya digunakan sebagai Hotel. Seperti Hotel kami yang harganya cukup
menguras kantong, karena tentunya pembangunan dan logistik tidak mudah,
bangunan masih alami nyaris tidak ada sentuhan material konstruksi, jadi jangan
kaget kalo kemana-mana serba undakan, lumayan olah raga sih!
Hotel kami, Dere Suites sungguh
kerennn sundul langit!!!, bukan layaknya bangunan Hotel, melainkan goa-goa di tebing
batu karst yang dibentuk menjadi kamar-kamar tamu, ruang
receptionist, atau ruang makan, yang entah mungkin ada yang asli
dan/atau ada yang disesuaikan luas dan dimensi-nya. Walaupun mahal tapi paling
tidak anda harus merasakan atmosfirnya tidur dalam gua meski hanya 1 malam,
jangan kuatir karena ruangannya luas, dan
amenities
hotel tidak ada yang berubah. Malah untuk Hotel seperti Dere Suites ini agak
lebay
amenities-nya karena dilengkapi
dengan
Jaccuzi yang
you know mbak-mbak yang sudah berumur
ini ga akan pake juga! mengingat usia yang nyampe kamar sudah pasti langsung
klenger.
0 comments:
Post a Comment