Sunday, April 5, 2020

UK & West Europe Part 7 (France - Paris)

Sesampainya di stasiun St. Mande, saya harus struggling lagi untuk menemukan Ibis Budget Paris Porte de Vincennes, seharusnya cuma 10 menit jalan kaki dari Stasiun St. Mande. Tapi ini lumayan jauh, jadi 20 menit kemudian kami baru sampai dengan mengandalkan google map dan beberapa kali bertanya, ternyata kami salah exit, jadi exit stasiun St. Mande ada yang paling dekat dengan Hotel Ibis, nanti anda bisa cek sendiri ya, karena exit apa? atau nomor berapa? tidak ada papan petunjuknya, hanya foto exit terdekatnya seperti dibawah ini.


Entrance/Exit terdekat dari Hotel
Ibis Budget Paris Porte de Vincennes ternyata benar-benar Hotel Budget karena semuanya self service dan room-nya agak sempit harganya IDR 960.000/malam atau IDR 480.000/malam/orang. Tapi sudah lumayan untuk twin room dan private bathroom, walaupun lokasinya tidak strategis banget, masih ditengah kota kira-kira 15 menit dengan Metro, Menara Eiffel juga masih terlihat dari sini. Waktu sudah menunjukkan Pukul 16:00 saat kami sampai, setelah sampai harusnya kami ke Eiffel & walking tour. Prakteknya? GAGAL karena saya dan teman-teman saya sudah tidak sanggup melanjutkan perjalanan, luar biasa kepayahan, jadi sore itu sampai malam kami hanya menghabiskan waktu dengan TIDUR! Bau balsam dan koyo tentunya sudah menguar wkwk…

Hari  ke 5 Paris (Selasa, 29 Oktober 2019), pada akhirnya schedule hari ini yang seharusnya ke istana Versailles harus kami batalkan karena tentu saja kami harus mengutamakan untuk mengunjungi Landmark Paris yakni Menara Eiffel. Selain itu untuk ke Versailles tiket kereta-nya cukup mahal karena lokasinya ada di luar kota Paris, tapi sebagai info anda bisa menggunakan jenis kereta luar kota RER C harganya sekitar IDR 70.000, sedangkan entrance fee-nya IDR 320.000. Jadi hari ini kami akan walking tour dan mengunjungi landmark-landmark di Paris yang seharusnya menjadi schedule di hari ke 4.

Dari Stasiun St. Mande kami menggunakan line kuning track/jurusan La Defense menuju ke Station Palais Royal Musee de Louvre. Keluar stasiun arahnya cukup jelas, anda hanya perlu mencari sign tulisan 'SORTIE' yang artinya adalah 'EXIT,' melewati mall dalam stasiun, kemudian keluar stasiun dan ambil jalan ke kanan  nanti akan terlihat piramida Museum Louvre. Masuk museum? Engga, foto doang diluar, mahal cuyyy!. Jalur Metro Paris juga sangat mudah untuk dibaca dan sederhana, sama dengan jalur Tube di London, hanya dibedakan menurut warna line.

Harus di ingat-ingat ya bahwa EXIT bahasa Perancis-nya
SORTIE seperti foto diatas (karena tanda petunjuk arah
 tidak berbahasa Inggris)
Mall dalam Stasiun
Kemudian dari piramida Museum Louvre berjalan melewati gerbang Place du Carrousel (gerbang dan museum ini berseberangan) memasuki taman Jardin des Tuileries—berjalan lurus sampai pintu gerbang yang menghadap bundaran dengan tugu batu di tengahnya disebut Place de la Concorde. Berjalan sejauh 2 km menuju Arc de Triomphe melewati Jardins des Champs-Elysees dan Avenue des Champs-Elysees. Meninggalkan  Arc de Triomphe menuju Eiffel Tower dengan naik Metro dari Stasiun Charles de Gaulle line warna hijau track/jurusan Nation turun di Trocadero Station sampai di Palais de Chaillot, karena spot Foto Eiffel terbaik adalah dari tempat ini. Oiya Entrance Stasiun Charles de Gaulle berada tepat diujung jalan Avenue des Champs-Elysees berada di sebelah kanan jalan, tidak jauh dari Arc de Triomphe.

Musee de Louvre
Gerbang Place du Carrousel - ada di seberang Musee de Louvre
Kurang lebih seperti ini map-nya (hanya kita skip destinasi paling awal yakni Notredame, karena sedang renovasi setelah insiden kebakaran) :


Kayaknya udah luwes banget? ya engga, itu juga dari hasil tengak-tengok dan bertanya-tanya, belon dikintilin ABG-ABG di  gerbang Place du Carrousel yang menawarkan proposal apalah ngga ngerti tapi saya yakin mereka ada niat jahat jadi kami acuhkan saja. Kami ingat-ingat kembali wajahnya memang mirip dengan ABG yang hampir nyopet saya, khas wajah Eropa Timur Negara berkembang seperti Kroasia, Bulgaria, Bosnia, cantik-cantik sih tapi hati-hati saja, mereka memang ke Eropa Barat tujuannya untuk mencari ‘penghasilan’ yang tidak halal, setelah cukup nanti mereka menyewa mobil bareng-bareng untuk kembali ke Negara-nya.

Kok yakin banget mereka mau berniat jahat? Jadi pas di Musee de Louvre ada pedagang gantungan kunci dan magnet yang menawarkan dagangannya, pria kulit hitam “Assalamualaikum, murah” begitu katanya, dan dia benar-benar pake bahasa Indonesia, karena tak tega kami beli barang 5 biji, tidak banyak. Saat kami dibuntuti ABG-ABG Eropa Timur ini, si pria kulit hitam ini  melihat dan seraya berlari kearah kami sambil menghardik anak-anak ini lebih tepatnya memarahi, dan memberikan peringatan kepada kami “copet-copet,” sumpah dia beneran sedikit berbahasa Indonesia. Sepertinya mas-mas ini imigran dari Afrika yang sebagian besar pembelinya adalah orang-orang Indonesia, dan 'mungkin' banyak orang Indonesia yang menjadi korban pencopetan hingga dia berusaha mencari terjemahan 'copet' dalam bahasa Indonesia hanya untuk menolong atau memberikan peringatan. Kami sangat berterima kasih atas pertolongannya hingga kami berjanji jika kami bertemu pedagang serupa (pria kulit hitam), kami akan membeli sebanyak-banyaknya, dan benar saja di Eiffel kami bertemu pedagang lain dan lain lagi, dan kami beli dan beli lagi dari masing-masing orang, terima kasih kaka-kakaaa 😁.

Jardin des Tuileries
 Masih di Jardin des Tuileries
Yakk masih di Jardin des Tuileries
Place de la Concorde sudah kelihatan ya...

Nah, akhirnya kita ada di penghujung Jardin des Tuileries,
dan anda bisa menyempatkan ke Toilet disini di kios di sebelah kiri foto
Foto-foto tersebut diatas adalah view kanan-kiri Jardin des Tuileries, untuk arahnya anda hanya perlu berjalan lurus kedepan sampai bertemu tugu Place de la Concorde seperti pada gambar dibawah.

Setelah melewati patung marmer diatas,
lurus keluar gerbang, anda akan ketemu
 tugu Place de la Condorde
Kemudian dari tugu Place de la Concorde, menyeberang zebra cross melewati taman sepanjang jalan yang bernama Jardins des Champs-Elysees, seperti pada gambar berikut.

Jardins des Champs-Elysees

Lunch time semuwahh...

Taman tersembunyi di Jardins des Champs-Elysees,anda bisa santap siang juga disini

Walking tour ini seru banget walaupun agak sedikit capek, kami makan siang dengan bekal yang sudah kami bawa di kursi taman Jardins des Champs-Elysees, dan ada juga taman tersembunyi disisi sebelah kanan jalan, indah dan ideal untuk makan siang, jangan kuatir karena ada juga warga lokal yang menikmati makan siangnya di kursi-kursi taman ini. Avenue des Champs-Elysees merupakan sederetan toko-toko kelas premium yang terkenal seantero dunia, segala merk-merk terkenal tumplek blek di sini, persis Oxford Street kalau di UK, tapi kelas-nya masih tinggian  Champs-Elysees, makanya saya ga mau masuk toko-tokonya, takut jato pengsan lihat harga-nya haha…

Avenue des Champs-Elysees
Ujung  dari Avenue des Champs-Elysees
adalah
 Arc de Triomphe.

Setiba di Palais de Chaillot saya ternganga-nganga tidak percaya gadis kampung ini (eh mbak-mbak ding) sampai juga di Eiffel! Landmark yang terkenal seantero jagad. Saya melihat spot paling bagus tempat biasa orang-orang berfoto yakni di pagar tembok sebelah kanan, tapi ternyata pagarnya tinggi banget, saya sendiri bertanya-tanya kok gadis-gadis ini bisa naik ke atas pagar? Saya tungguin aja owh ternyata mereka digendong keatas oleh suami/pacar/ayah mereka!. Tak kurang akal, saya meminta teman saya yang bertubuh besar untuk mengangkat saya ke atas wkwk…dan seperti inilah hasil fotonya! 😁.

Special thanks to Mbak Umi
*kiss*
Lebih dari sejam lamanya kami menghabiskan waktu untuk mengambil gambar disini, rencananya kami akan berjalan kira-kira 1,5 km kearah Eiffel dari Palais de Chaillot, tapi ibu-ibu sudah memasang wajah lemas karena kecapekan, akhirnya saya mengajak mereka pulang, beginilah kalo kita pergi ber-group harus ada tenggang rasa. Jadi kalo saya ditanya, Eiffel kalo dari dekat seperti apa? Jawabnya NGGA TAU, konstruksinya dari apa? Masih NGGA TAU, lokasi pastinya di area mana? Tetep NGGA TAU 😂. Been there aja ya saya?? Pokoknya asal ada poto-nya aja-lah wkwk…

Palais de Chaillot,

keluar station ambil arah kiri
naik tangga plaza
Dari Palais de Chaillot, aslinya Eiffel
masih sejauh ini, kira-kira 1,5 km
Masuk Metro menuju arah pulang, kami masih dikintilin ABG-ABG lain yang bertampang Eropa Timur, kali ini jumlahnya lebih banyak kalo tidak salah 5 atau 6 orang. Untuk memastikan apakah mereka memang membuntuti kami, kami sengaja tidak masuk kereta pertama menunggu kereta selanjutnya, dan benar mereka juga tidak masuk ke kereta pertama, demikian juga dengan kereta ke dua, FIX! sudah mereka gerombolan pencopet, seperti sudah ter-organisir ya? Memang!. Saat datang kereta yang ke-tiga tidak mungkin dong kami tidak berangkat sama sekali, jadi kami masuk ke kereta ketiga tapi di gerbong yang jauh sambil berlari.

Saat kami hampir memasuki gerbong mereka ikut, kami tidak jadi masuk tapi kami memasuki gerbong lain sambil berlari agar tidak ketinggalan kereta, pokoknya jangan sampai kami satu gerbong dengan mereka. Ternyata ngga pinter-pinter juga ya ini rombongan bocah-bocah pencopet, masih ga nyadar juga kalo mereka sudah ketahuan, sampai kemudian kami berlari ke gerbong berikutnya, baru deh 4 orang perempuan pencopet sadar bahwa mereka sudah ketahuan, jadi mereka masuk di gerbong sebelum kami, eh masih ada 1 ABG bego yang ketinggalan wkwk. Masih ga nyadar juga dia kalo udah ketahuan sama kami, dia (ABG cowok) baru nyadar kalo ketahuan setelah temennya cewek memanggil dan kira-kira memberitahu kalo sudah ketahuan sama kami, jadi dia geser ke gerbong lain….haha…lucu banget sih ini -- pas dikisahkan, pas ngalamin ya deg-deg-an wkwk 😄.

PARIS, Modern city khas kota-kota Eropa Barat, tapi jauh lebih tidak teratur daripada kota-kota lain di Eropa Barat karena bisa-bisa-nya warga-nya naik kereta loncat gate tanpa membeli tiket, bau pesing di sudut-sudut peron dan taman disinyalir pada pipis sembarangan :D, dan copet bertebaran dan homeless cukup banyak seperti-nya imigran dari Syiria. Tapi tetap tidak menghapus kebaikan-kebaikan belasan warga-nya yang sudah membantu kami membawa koper baik laki dan perempuan, juga mengantar kami sampai ke kereta Metro itupun masih sempat dadah-dadah :D. Kemudian mengantar kami ke Hotel, dan berbagai kebaikan-kebaikan lain seperti menolong kami dari ancaman copet. Apapun itu, saya lega, bangga dan bahagia telah melewati PARIS 😭.

Kesimpulannya, banyak copet dan kotor -- itu betul, tapi yang baik juga segudang dan justru itu adalah romantisme Paris dari kacamata saya yang bukan Eiffel-nya 😍.

Cara beli tiket kereta, disini
Cara melihat track/jurusan kereta, disini & disini
Cara menggunakan tiket/keluar-masuk peron, disini, disini, & disini


0 comments:

Post a Comment