Wednesday, March 4, 2020

UK & West Europe Part 2 (The Preps - VISA Schengen via Netherlands)

Proses pembuatan Visa Schengen Belanda dikelola oleh VFS Global, saya apply (membuat janji temu) pada tanggal 6 Agustus 2019 karena keberangkatan pada tanggal 25 Oktober 2019 dan pulang tanggal 2 November 2019. Setelah itu hitung mundur tanggal berapa tepatnya anda harus memilih tanggal janji temu, karena harus tepat 90 hari sebelum keberangkatan. Jika masih lebih dari 90 hari-walaupun hanya selisih 1 hari, maka isian formulir aplikasi online tidak dapat dilanjutkan seperti yang saya alami. Apabila masih bisa menggunakan formulir aplikasi manual, saat anda datang ke VFS Belanda untuk janji temu, maka belum apa-apa anda sudah disuruh pulang karena petugas akan mengecek rentang waktu antara jadwal keberangkatan dan janji temu, anda diminta untuk me-reschedule janji temu tepat 90 hari!

Persyaratan Visa Schengen Belanda anda bisa cek di website:
https://www.vfsglobal.com/Netherlands
atau di website :
https://consular.mfaservices.nl/schengen-visa (Netherlands Ministry of Foreign Affairs),
tapi sudah saya summary sbb:

  1. KTP dan terjemahan bahasa inggrisnya dengan penerjemah tersumpah (contoh disini)
  2. KK dan terjemahan bahasa inggrisnya dengan penerjemah tersumpah (contoh disini)
  3. Akta Lahir dan terjemahan bahasa inggrisnya dengan penerjemah tersumpah (contoh disini)
  4. Surat nikah dan terjemahan bahasa inggrisnya dengan penerjemah tersumpah (contoh disini)
  5. Kartu NPWP dan terjemahan bahasa inggrisnya (tidak wajib) (contoh disini)
  6. Sertifikat Rumah atau tanah atas nama pribadi (jika ada/tidak wajib) 
  7. Paspor baru dan lama (asli & photocopy)
  8. Surat Referensi Bank yang menunjukkan saldo & print mutasi/copy buku tabungan 3 bulan        terakhir
  9. Surat Sponsor dari Kantor (contoh disini)
  10. Tiket Pesawat
  11. Pas Photo 3,5 x 4,5 cm latar putih (2 lembar, 1 di tempel di form)
  12. Credit Card Statement (jika ada)
  13. Polis asuransi yang mengcover Euro 30.000 (print halaman 1 & 2 saja, contohnya disini)
  14. Name tag karyawan perusahaan (tidak wajib)
  15. Bukti Hotel Booking
  16. Itinerary Perjalanan (contohnya disini)
  17. Formulir aplikasi yang telah diisi
  18. Print kertas janji temu
Untuk point 1,2,3,& 4 di check list persyaratan tidak ada keterangan authorized translator, tapi karena saya juga akan mengurus visa UK yang mengharuskan dengan authorized translator, maka tidak ada salahnya sekalian menggunakan jasa authorized translator. Contoh terjemahannya sudah saya attached di masing-masing point, dan bedanya dengan yang menggunakan authorized translator adalah disetiap dokumen tertera cap, tanda tangan, dan no ijin authorized translator-nya. Kebanyakan, harga per lembarnya IDR 90.000-IDR 120.000, tapi karena saya ga terima banget ya mahal amat harganya 😑, maka saya googling lebih jauh lagi harga translator yang paling murah, ketemulah saya dengan jasa translator Anang Fachrudin harganya IDR 35.000 per lembar, no telepon (021) 7987953 email address anangf@gmail.com, lokasi di kalibata, hasilnya bisa diambil langsung atau dikirim, oiya translator Anang Fachrudin juga menjadi rujukan authorized translator oleh Australian Embassy.

-    Point 5 tidak wajib tapi karena saya  ingin menunjukkan bahwa saya pembayar pajak yang taat di Negara asal maka saya lampirkan, point 6 juga tidak wajib tapi untuk menunjukkan keterikatan kita sangat kuat dengan Negara asal. Point 8, konon saldo tabungan harus diatas IDR 50.000.000, akan tetapi menurut saya asal anda dapat menunjukkan bahwa keterikatan dengan Negara asal sangat kuat maka saldo tidak harus IDR 50.000.000, dan dibantu dengan adanya Credit Card point 12. Oiya, yang sangat dilarang perihal tabungan adalah jangan sampai tiba-tiba ada dana masuk yang tidak wajar (nominal besar) karena sudah pasti aplikasi Visa anda akan ditolak, alasan mereka “uang anda dicurigai bukan uang anda” Nah lho 😆, emang ada?? ADA!. Jadi saran saya jika anda ingin memperbaiki isi tabungan sebaiknya cicil per bulan dengan nominal tetap di tanggal yang sama 3 bulan sebelum apply. Bahkan teman saya yang akan menerima uang hasil menjual sesuatu dengan jumlah yang sangat besar saya LARANG KERAS untuk masuk ke rekening tabungan pribadi yang akan digunakan untuk apply visa 😆.

-    Point 9 sudah saya attached contohnya, Point 14 saya membeli dari Futuready dan mereka mempropose AXA Smart Traveler Single Trip Platinum seharga IDR 468.200. Point 16 saya booking dari booking.com yang free cancellation dan no prepayment, atau kalo bisa pilih yang book without credit juga, tapi di Eropa sangat sedikit opsinya, kalopun ada pasti sudah sold out. Terkahir untuk point No. 17 saya attached itinerary-nya yang saya ambil template-nya dari blog-nya Omnduut (udah ijin dongg 😀). Bikinlah itinerary se-ideal mungkin, katakan tidak harus persis seperti rencana agar memudahkan anda sendiri. Misal, saya tidak memasukkan UK sebagai tujuan saya yang lain karena khawatir ditanya perihal Visa UK (yang baru saya urus setelah Visa Schengen granted) dan perbanyak jumlah hari tinggal di Negara Belanda. Selebihnya  sudah cukup jelas ya persyaratannya, contohnya dapat anda klik di masing-masing item.

Nah, sekarang saatnya mengisi formulir visa, dan mengatur janji temu. Mengisi formulir visa dan janji temu bukan merupakan sebuah proses berkesinambungan, jadi anda bisa mengatur janji temu dulu agar bisa mendapat slot hari dan jam sesuai keinginan anda. Lhoh? Apakah berarti slotnya bisa penuh? Kemungkinan besar iya kalau high season seperti di musim semi atau musim panas.

Tumben-tumbenan nih saya rajin nulis printilan visa gini 😀, jadi berikut briefly saya unboxing satu demi satu, selangkah demi selangkah cara mengisi formulir visa Schengen via Belanda, pertama buka web https://www.vfsglobal.com/Netherlands/Indonesia/Bahasa/index.html klik Formulir aplikasi online seperti gambar dibawah



Kemudian akan muncul laman seperti dibawah ini

Scroll terus kebawah, kemudian klik Schengen Visa, seperti dibawah

Scroll dan klik applying for a visa

Klik select Negara tempat akan mengajukan Visa

Klik visa application form

Klik Start Visa

Kemudian akan muncul laman pengisian seperti gambar berikut, isi sesuai petunjuk


Details Biodata seperti berikut,





Bagian form pengisian berikut yang dimaksud adalah apakah Anda warga Negara dari tempat anda tinggal saat ini atau tempat anda mengajukan Visa saat ini? Jawabannya adalah YES kalo kayak saya tentu saja.

Details Paspor

Apakah anda bepergian dengan anggota keluarga yang adalah Warga Negara Eropa, atau Swiss? Saran saya kalaupun iya pilih saja TIDAK, karena pertanyaan selanjutnya akan lebih banyak jika jawab-nya adalah IYA, dan permohonan aplikasi anda akan diperiksa lebih lanjut yang mungkin membutuhkan waktu lebih dari yang dijanjikan dan berpengaruh terhadap besarnya kesempatan granted.
Isian Pekerjaan

Tujuan akhir apakah di area Negara-negara Schengen, YES

Tujuan perjalanan, TOURISM

Nah, dibawah ini adalah bagian travel dates, dimana applicant akan disaring, apabila tanggal keberangkatan lebih dari 90 hari maka applicant tidak dapat melanjutkan ke tahap pengisian selanjutnya, jadi pastikan kurang atau tepat 90 hari sebelum keberangkatan.

Berikutnya pilihan opsi tipe visa entry
Mau Anda masuk-keluar-masuk wilayah Uni Eropa & diluar wilayah Uni Eropa atau tidak dalam 1 rangkaian perjalanan, sebaiknya pilih opsi multiple. Barangkali anda diberikan waktu expired Visa yang lebih lama, jadi anda bisa kembali ke Uni Eropa tanpa Apply Visa kembali, Who Knows!

Selanjutnya, Negara tempat masuk pertama kali

Negara tujuan perjalanan

Sekali lagi, pilihlah ‘Not Invited’ yang justru lebih aman, karena tidak ada-nya kenalan atau sponsor di Negara tujuan, artinya anda tidak ada kemungkinan untuk menyalahgunakan Visa kunjungan singkat Anda…emmm kira-kira demikian kalo menurut saya, kecuali Anda memilih opsi Visa Bisnis, ya tentunya perlu surat undangan.


Demikian juga dengan isian part berikut, pilihlah opsi menginap di Hotel. Agar klop, maka dapatkanlah booking confirmation dulu dari Booking.com atau Agoda.com. Dalam isian "Staying in a Hotel", anda akan diminta mengisi Nama Hotel, No Telepon Hotel, Alamat Hotel, dan email address Hotel. Anda dapat melihat details tersebut di website resmi-nya atau di email konfirmasi dari booking.com. Namun beberapa applicant kesulitan menemukan email address Hotel seperti saya!, tidak hilang akal saya mencantumkan email address booking.com yang mengirimkan konfirmasi booking hotel ke alamat email saya.

Pilih YES jika akan berkunjung ke Negara Schengen lain, dan selanjutnya adalah isian yang sama untuk info tempat tinggal dan seterusnya. Jika anda berkunjung ke lebih dari 3 Negara Schengen lain, saya rasa tidak perlu di declare semua Negara (ini yang saya maksud ga harus jujur-jujur amat agar tidak menyulitkan diri sendiri 😀).
Pendanaan cukup jelas

Apakah pernah mendapatkan Visa Schengen dalam 3 tahun terkahir? Jika ‘NO’, pertanyaan selanjutnya adalah apakah pernah melakukan Fingerprint? tentunya jawabannya juga otomatis ‘NO’ dan kemudian NEXT-SELESAI, muncul laman summary untuk kita meneliti kembali isian form, jadi jika terdapat kesalahan bisa kita koreksi. Selanjutnya tinggal print formulir dan tanda tangan pada halaman paling belakang.




NOTES:
Jika Jawaban YES pada Visa Schengen 3 tahun terkahir, maka akan muncul isian tanggal validitas, dan Next adalah Fingerprint dan kapan Fingerprint dilakukan! (Gokillll untung saya ada catatan kapan saya Fingerprint di Greece Embassy!). Pengenn tauu aje yee nih NLD Embassy, jangan syedihh Kakaaa…ada Embassy laen yang lebih mrintil pertanyaan-nya & lebih kepo, tenangg habiss ini yee….

Contoh Formulirnya disini, Print kemudian tempel foto di halaman pertama dan bubuhkan tanggal, tempat, dan tanda tangan pada halaman belakang.

Membuat janji temu di VFS Global Belanda :

Masuk ke laman 
https://www.vfsglobal.com/Netherlands/Indonesia/Bahasa/index.html, klik pada “Pembuatan Janji Temu”

Kemudian akan muncul laman ini, dan klik salah satu Kota di Pusat Aplikasi yang anda tuju

Sign Up terlebih dahulu untuk pengguna baru, seperti anda Sign Up untuk portal portal belanja online

Akan muncul laman registrasi seperti dibawah, setelah anda ter-register anda akan mendapat email untuk verifikasi, dan kemudian log in saja dengan email address dan password seperti gambar diatas.

Pilih opsi Jadwal Janji Temu

Isi seperti pada tampilan dibawah

Jika anda coba iseng ‘klik disini’ untuk sekadar melihat jadwal Janji Temu paling awal, anda akan lihat tanggal paling awal/cepat adalah pada tanggal 31 Desember 2019!. See?? Jika high season sulit untuk mendapat Janji Temu lebih cepat karena libur Natal & Tahun Baru, padahal saya buka saat itu baru tanggal 03 Desember 2019! Jadi baru sebulan kemudian tersedia Jadwal Janji Temu!...mmmmm orang Indonesia kaya-kaya yahh…turut berbangga kok saya beneran (Not to mentioned mbak-mbak (agak) sholehah penerima award tiket promo yaaa 😁).

Setelah klik lanjut, klik pada laman ‘Penambahan Pemohon Visa’ jadi bisa 1 group untuk melakukan Janji Temu, akan tetapi dibatasi hanya 5 orang applicant.

Jika sudah input semua details applicant, klik ‘continue’ (mohon maaf saya ga bisa lanjut dummy-nya, karena nanti ter-register beneran 😀, jadi gambar selanjutnya saya ambil dari channel youtube https://www.youtube.com/watch?v=8hjen04Zmg8)

Jadwal siap dipilih

Kemudian ‘submit’, tak lama anda akan mendapat email konfirmasi jadwal yang harus anda print

Atau anda juga bisa print jadwal janji temu via laman seperti berikut ini.

Janji Temu :

Lokasi janji temu untuk Jakarta ada di VFS Global Kuningan City, bawa semua hardcopy dan asli dokumen-dokumen dari point 1-18, asli untuk jaga-jaga barangkali ditanyakan tapi sewaktu saya sih tidak. Diharapkan kedatangan 10 menit sebelum janji temu, I mean bener-bener 10 menit sebelum! Kurang dari 10 menit gapapa, tapi lebih dari 10 menit seperti saya yang kerajinan, disuruh minggir dulu di belakang front desk security! Bukan maeenn, security-nya agak sedikit galak-galak, tapi petugas di dalam sangat ramah dan helpful. Di front desk security setelah pemeriksaan metal detector ini-lah anda akan mendapat Nomor antrian untuk 1 group, setelah itu melewati deretan loket-loket VFS Global dari Negara Schengen lain dan VFS Global Belanda ada di paling ujung. Tidak lama Nomor anda akan dipanggil untuk menyerahkan semua dokumen dalam 1 group ke meja layanan dan membayar biaya Visa sebesar IDR 1.170.000 per orang, yaitu biaya layanan IDR 250.000 dan biaya visa Euro 60 yang telah dikonversi oleh petugas, kemudian mendapat tanda terima yang juga untuk 1 group. Setelah itu panggilan ke dua masuk ke dalam ruangan lain untuk biometric beserta foto (biasanya) satu per satu, dan sedikit wawancara.

Sambil wawancara dengan pertanyaan seperti kapan pergi, tujuan kemana aja, untuk keperluan apa, saya celingak celinguk cari kamera. Ternyata tidak ada kamera, saya bilang “Loh mbak, kok ga ada foto? Ga difoto ya mbak?” “Ngga Bu, ga difoto lagi” jawabnya. “Loh foto Visa jadi pake apa dong? Pake pas foto itu saja?” lanjut saya, “iya Bu pake pas foto saja.” “Yahh..mbak saya kan udah kadung dandan! Mubadzir dong ini?!” “Hahaha…” mbak-nya ngakak aja, “Iya nih Bu, emang cuma Belanda aja ini yang ga foto lagi, Negara lain mah ambil foto lagi.” Demikianlah pembicaraan unfaedah saya dengan mbak-nya petugas, sungguh saya yang ngantor aja ga pernah dandan, serasa mubadzir ribet-ribet dandan tapi ternyata ga di foto lagi untuk sticker Visa wkwkwk…(mungkin peraturan baru yaa, karena sebelumnya ada pengambilan foto untuk di print di Visa).

Setelah-nya di hari yang sama anda akan mendapat pemberitahuan bahwa aplikasi anda telah dikirim ke Dutch Regional Office Asia, proses normalnya 14 hari kerja, akan tetapi pada tanggal 13 Agustus 2019 saya sudah mendapatkan email pemberitahuan bahwa Passport sudah bisa diambil, yang berarti cukup 7 hari kerja. Menurut penerawangan saya 😀, jika proses submit berlangsung cepat dalam hal ini kurang dari 14 hari kerja, maka kemungkinan besar aplikasi anda granted, tapi jika lebih dari 14 hari kerja tampaknya anda harus mulai cemas karena berarti mereka perlu waktu yang lebih lama untuk me-review kembali aplikasi anda. Jadi apakah selama proses saya deg-deg-an? Bangettt…malah cenderung stress, apalagi visa ini yang menentukan saya jadi berangkat atau tidak, ditambah masih harus apply Visa UK yang lebih ribet lagi!.

Pengambilan paspor dapat diwakilkan oleh orang lain untuk sekaligus 1 group, dengan membawa bukti tanda terima asli, hasilnya?? Pastilah GRANTED! Makanya bisa nulis seri ini! Wkwk…Alhamdulillahh…

Kadang saya sebel juga ya, kemana-mana Paspor Garuda kudu pake Visa yang syaratnya bukan maen ribetnya, padahal mau buang duit inihh!!...curhat 😀. Tapi saya mikir lagi, kelegaan luar biasa setelah perjuangan nyiapin ini itu yang kemudian berbuah manis dengan dikabulkannya Visa kunjungan, tentunya tidak dirasakan oleh Warga Negara lain yang bisa bludas bludus ke Eropa, dalam hati “nih lohh gue bisaaa”…yeeekannnn???😁.

0 comments:

Post a Comment