Saturday, March 28, 2020

UK & West Europe Part 5 (United Kingdom - London)


Hari ke 2 London (sabtu, 26 Oktober 2019) di London rute pertama saya adalah British Museum, lokasinya sangat dekat dengan Apartemen meski tetap menggunakan Bus. Kenapa saya memilih British Museum? pertama tentu saja karena gratis (mau bilang gratis aja muter-muter dulu 😁), kedua saya termasuk penggemar film The Mummy yang mana lokasi shooting-nya berada di Museum ini dan museum ini memuat berbagai benda-benda artefak Mesir kuno. Isinya sangat lengkap seperti peradaban kerajaan-kerajaan Eropa (kita skip saja karena saya kurang tertarik) dan tentunya yang berkaitan dengan artefak Mesir seperti Mummy Cleopatra, dan mummy-mummy lain beserta sarkofagusnya, juga artefak-artefak yang berukuran besar seperti patung-patung kuno. Jadi, pemerintah Kerajaan Inggris dulunya meneliti peradaban Mesir dan mengangkut semua artefak tersebut hingga kemudian British Museum menjadi Museum dengan artefak Mesir terlengkap kedua di dunia.

British Museum
Untuk menuju kesini kami menggunakan Bus dari Halte St. Lukes Music Edu Centre Stop H, berhenti di Halte Museum Street Stop C. Bus di London jenisnya adalah double decker, anda bisa cek rutenya melalui google map termasuk berapa lama anda jalan kaki ke dan dari Halte, mungkin agak membingungkan arah navigasi-nya karena kita jalan kaki jadi agak kurang akurat, untuk itu ya anda harus rajin-rajin bertanya biar ga nyasar. Untuk memasuki British Museum kita melalui metal detector, walaupun gratis tapi tersedia loket-loket sumbangan sukarela untuk pengembangan dan perawatan. British Museum ini sangat luas tapi jangan khawatir karena petunjuk arah cukup jelas, untuk melaksanakan sholat fardhu tempat paling ideal adalah di tempat ini pun untuk makan siang jika membawa bekal seperti saya. Anda bisa mengambil tempat untuk sholat dipojokan di Hall utama dibawah patung. Tenang saja tidak akan ada yang menegur anda, bahkan ada warga muslim yang ikutan sholat disitu bareng kami, dia bertanya apakah kiblatnya sudah betul? Kami jawab InsyaAllah walaupun tidak yakin karena kami hanya mengandalkan kompas saja 😀.


Cleopatra Mummy


Kendi-kendi isi organ dalam Mummy



Dari British Museum kami menaiki tube (kereta) dari stasiun underground Holborn ke Stasiun Tower Hill (anda bisa cek rute-nya dan line-nya di google map) untuk memulai walking tour dari Tower of London, rute walking tour-nya adalah sebagai berikut :

Tower of London kemudian menuju Tower Bridge--menaiki Tower Bridge untuk menyeberang ke sisi sungai & ke arah barat--tiba di Borough Market--dari Borough Market kembali ke sisi sungai Thames--perjalanan selanjutnya ke Millenium Bridge--kembali ke sisi sungai semula sampai ke daerah South Bank (melewati daerah pertunjukan sirkus)--tidak jauh dari situ terdapat London Eye--diseberang sungai adalah Big Ben (foto terbaik adalah saat malam hari, diseberang sungai, jika datang dari arah London Eye--seberangi jalan/bukan jembatan, lalu cari tangga menuju sisi sungai--Big Ben berada di depan dipisahkan oleh Sungai Thames)--Jarak Stasiun Tower Hill sampai dengan tujuan akhir Big Ben 4,4km atau jalan kaki selama 1 jam. Kembali ke Apartment dengan menyeberangi Jembatan Westminster--masuk ke stasiun Underground terdekat arah  King Cross station mampir ke Platform 9 3/4 dan ke Toko Harry Potter, kemudian kembali ke apartemen tujuan akhir Angel Station.



Demikianlah rencananyaa…, prakteknya?? Kami cuma bertahan sampai ke Tower Bridge sahajaaa…karena hari hujan terus menerus walaupun tidak deras, tapi teman-teman saya sudah kepayahan, akhirnya kami memutuskan untuk pulang disaat hari masih terang. Sampai di area apartemen saya baru notice bahwa apartemen kami terletak tepat di depan 2 Halte Bus yakni Halte Central Street Stop UW & UV, dan Bus Stop di London ini sangat banyak sehingga anda sesungguhnya tidak perlu repot-repot menggunakan kereta yang stasiun underground-nya sangat jauh baik naik dan turunnya maupun dari lokasi landmark-nya. Dan tepat di depan Angel Station ini ternyata ada halte Bus jadi kami ga perlu pegel jalan kaki 20 menit untuk ke Apartemen jadi tinggal naik Bus 5 menit dan sampai di Halte Central Street Stop UVliterally practice make perfect!.


London Underground ini umurnya udah tuwak lho sekitar 150 tahun!. Kebayang kan udah berapa lama kita ketinggalan?? dan pintu kereta-nya ada tombol-nya jadi engga otomatis, harus tekan tombol dulu untuk membuka, gunanya untuk membantu disability, kalo anda kagok tinggal ikutin orang-orang saja, kalo Bus-nya sih gampang, tinggal tap Oyster di depan dan turun dari pintu belakang tanpa tap lagi. Bedanya dengan MRT kita adalah London Underground kecepatan-nya maksimum, saat memulai jalan dan berhenti agak gedubrakan 😄, jadi kurang nyaman karena pasti jatuh kalau tidak siap, tapi cepetnya sih Ok, mungkin karena udah tua itu kali ya. Sedangkan MRT Jakarta start dan stopnya smooth, dan jalan-nya santuy se-santuy warga negara-nya hehe...


Hari  ke 3 London (Minggu, 27 Oktober 2019), rute tour-nya sebagai berikut :
Buckingham Palace--St. James Park--Trafalgar Square, kemudian dengan kereta ke Camden Market, lalu ke Oxford Street. Sekali lagi anda bisa cek rute-rute kereta atau bus-nya di google map, line kereta-nya pun simple engga ruwet seperti di Jepang, jadi saya yakin anda akan dengan cepat membaca peta line kereta London. Jepang hanya bisa  disaingi oleh Jerman perihal keruwetan line kereta.

Apakah masih sesuai rencana? Kali ini tetap tidak karena hari ke 2 banyak yang ke-skip, jadi beberapa trip saya alihkan ke hari ke 3 sesuai kondisi, untungnya hari itu cuaca cerah, tapi justru udara sangat dingin, tidak sehangat saat hujan. Kami ke Istana Buckingham terlebih dahulu karena berencana menyaksikan prosesi pergantian penjaga Istana pukul 10.00, tapi mampir terlebih dahulu ke peron 9 ¾ dan Toko souvenir Harry Potter, yakni dari Halte Central Street Stop UW berhenti di Halte St.Pancras . Kemudian terpaksa harus saya lewatkan karena timing yang tidak tepat sebab jam sudah menunjukkan waktu pukul 09:30, sedangkan pukul 10:00 kami harus sudah tiba di Buckingham Palace. Dari King Cross Station (yang terletak di seberang halte St.Pancras) ke Green Park Station, melewati Green Park menuju ke Buckingham Palace masih sepi, saya cocokkan jam ternyata saat itu masih Pukul 09:00! Jadi jam-nya apartemen kecepetan 1 jam. Tak lama saat satu per satu wisatawan berdatangan kami didatangi polisi setempat yang memberikan peringatan agar berhati-hati untuk menyimpan dompet dan paspor karena banyak copet di sekitar.

Halte Bus St. Pancras


Buckingham Palace

London Eye

Belakang saya Big Ben
yang sedang di renovasi
Selanjutnya kami ke London Eye dan Big Ben yang letaknya berseberangan, dari Green Park Station ke Westminster Station. Sesampainya di area Westminster saya celingak celinguk nyari mana Big Ben-nya ya?? pas nengok ke atas...eeaalaaa ternyata Big Ben-nya masih renovasi!!! *crying*. Jangan lupa untuk berfoto dengan boots telefon merah yang menjadi icon London, juga foto dengan petugas aparat kepolisian London sebagai kenang-kenangan wkwk…sebenernya saya agak takut sih meminta foto, tapi ibu-ibu  Lolita (LOlos LIma puluh TAhun, katanya :D) memaksa saya :D. Untung mereka ramah dan bersedia kalo ngga kan tengsin ya 😁.

Dari Big Ben kami ke Borough Market, begitu sampai ternyata mereka TUTUP! Astagahhh kena zonk lagi dah *crying*. Harusnya kami ke Borough Market hari Sabtu, tapi karena ke-skip saya undur ke Minggu tanpa melihat kalo Minggu mereka tutup, jadi kami segera menuju ke Oxford Street yang gegap gempita dengan rangkaian perayaan Halloween. Nah disini anda bisa belanja sepuasnya mulai dari yang branded, sampai dengan merk-merk umum, saran saya jika ingin beli oleh-oleh yang bagus tapi murah seperti kosmetik atau baju, maka Oxford Street-lah tempatnya, anda tinggal menuju Primark Department Store yang berjubel karena saking murahnya.



TUTUP! gapapa tar balik *in my dream 😪
Oxford Street
LONDON, tentunya perjalanan 3 hari saya tidak bisa menggambarkan keseluruhan, tapi  Kota-nya indah dan rapi, tepat seperti yang anda lihat di tipi-tipi, namun tetap saja ada sampah di pojokan trotoar atau homeless sekalipun ada, bayangkan mereka harus tidur di pinggir trotoar dengan suhu 10 derajat celcius!. Toilet umum-nya agak bau dan agak kotor, padahal bayar-nya ga maen-maen lho, GBP 1 itu kan IDR 18.000 ya, mo nangis gak, ya ga sesempurna yang kami bayangkan. Tapi ternyata warganya ramah dan sangat membantu, awalnya saya kira  orang-nya jaim-jaim dan sombong, mengingat mereka dari Negara maju dengan sistem Kerajaan, ternyata jauh dari yang saya bayangkan. Entah berapa belas kali kami ditolong untuk mengangkat koper, dan menjawab dengan antusias saat saya bertanya arah jalan atau platform Kereta, belum lagi sapaan-sapaan yang bikin baper, misal “ups sorry beautiful” (pas hampir nabrak saya), atau “thank you dear” (pas kasih kembalian). Tentunya saya juga harus meninggalkan kesan yang baik sebagai WNI, misal : apartemen bersih kembali seperti sedia kala saat kami tinggalkan, tentunya jangan lupa untuk meninggalkan tips di meja. So, jangan ragu untuk berkunjung ke United Kingdom!

Cara Top Up Oyster Card, disini
Cara Mengambil sisa credit Oyster Card, disini
Bagaimana memasuki peron station, disini
Bagaimana cara keluar peron station, disini
Bagaimana cara menaiki Bus dan turun dari Bus, disini & disini
Petunjuk Peron/Line Kereta, disini
Petunjuk Rute Bus, disini

0 comments:

Post a Comment