Friday, November 10, 2017

Vietnam Series (Traveling with mom) part 4

Di hari ke dua adalah schedule kami untuk berangkat ke Halong Bay, sesuai arrangement kami dijemput di Hotel pukul 8 pagi, koper tidak usah dibawa titipkan saja di Hotel, dan bawalah barang dan baju seperlunya untuk pergi 2 hari 1 malam. Kami dijemput oleh Mr. Nam tour leader-nya, dalam satu Mini Bus berisi 24 orang yang berasal dari berbagai macam Negara seperti Singapore, Filipina, India (Passport South Africa), New Zealand, Republik Ceko, Jerman, Hongaria, dan Israel. Tapi tidak semua peserta mengikuti paket 2 hari 1 malam, ada satu group asal Israel yang memilih paket 2 hari 3 malam, sehingga harus di treat terpisah karena untuk paket tersebut menginap di Cat Ba island. Di Halong Bay ini kebanyakan turis berasal dari Eropa, setiap group diminta untuk memperkenalkan diri satu persatu, dan sungguh hanya kami dan Singaporean yang sekeluarga Ibu & Anak atau Kakak & Adik, lainnya kalo tidak suami istri ya pacaran wkkk…

Iki opooo?! *mbak-e ra jelas (-,-)

Kapal yang belah kanan

Ehemm..yes it's meh...😀
Baru saja berangkat Mini Bus sudah diseruduk mobil lain dari belakang, padahal Nam baru saja mingkem dari bercerita carut-marutnya jalanan Hanoi. Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam kami tiba di Halong Bay, suasana cerah cenderung panas syukurlah Accu Weather ternyata akurat. Di dermaga sudah menunggu Halong Galaxy Cruise, cruise ini memiliki 3 bagian, deck pertama adalah kamar-kamar deluxe cabin & dapur, deck kedua ruang makan, kamar premier cabin, & kemudi, dan yang paling atas adalah atap terbuka, istilahnya dalam perkapalan apa dah tuh ga tau hihi…

Nahkoda-nya pro banget dah...
The Dining Room
Deluxe Cabin
Kamar mandi yang ada jendelanya,
jadi bisa mandi sambil memandangi bukit-bukit karst *Nah lho
Saya mendapat kamar sesuai permintaan yakni agak ke tengah jauh dari genset, oiya jangan lupa sebelum berangkat ke Halong Bay belilah air minum terlebih dahulu, karena semua paket cruise di Halong Bay tidak termasuk air minum, bahkan saat makan anda harus membeli minuman, harganya lumayan paling murah air mineral ukuran tanggung seharga USD 1. Untuk makanan, anda tidak perlu kuatir karena tour leader akan bertanya satu persatu kepada peserta apa yang boleh dimakan dan apa yang tidak boleh, se-detil bertanya apakah kita boleh makan telur!



Halong Bay adalah gugusan pulau dan bukit karst, alkisah (ehem mulai serius), bangsa Vietnam dulunya diserang oleh kerajaan Tiongkok. Karena kewalahan mereka meminta bantuan kepada para dewa, dan kemudian dewa mengirimkan Ibu Naga dan anaknya untuk menyelamatkan dengan memuntahkan batu-batu zamrud sebagai benteng untuk melindungi bangsa Vietnam, batu-batu zamrud inilah yang kemudian berbentuk gugusan bukit-bukit karst. Dikemudian hari Ibu Naga dan anaknya tidak kembali ke surga, itulah sebabnya orang Vietnam menyebutnya Halong Bay atau The Descending Dragon-tempat bersemayamnya para Naga, begitulah kira-kira cerita dari Mas Nam, oke sekarang kita panggil dia Mas biar ikrib :D.

Ahh seandainya batu Zamrud tidak berubah jadi karst,
pasti udah aku karungi atu-atu inih! 😂


Ibu-ibuuu pengajiann are you readyyy?!?! 😁
Finally...he's on frame! *Mas-nya Guide
Perjalanan dari dermaga menuju ke tengah Halong Bay tidak memerlukan waktu lama hanya kurang lebih 30-60 menit dari dermaga, cuacanya tidak begitu panas dan cerah hingga gugusan bukit-bukit karst terlihat sangat jelas, pemandangannya sungguh keren. Tour ke Halong Bay ini di-arrange seperti kita island hopping, jadi berpindah dari satu pulau ke pulau lainnya, tentunya dengan kapal yang lebih kecil, Mas Nam menyebutnya Tender, lhah saya ngga ngerti kalo tender tuh kapal kecil, ngertinya Boat! Jadinya kebingungan tiap kali dia nyebut meeting point di Tender! Akhirnya dikoreksi sama dia dengan bahasa yang lebih umum hihi…

Tender!!! - nya orang...
Kegiatan di hari pertama setelah makan siang adalah kayaking, kami di bawa dengan Tender, ke dermaga kecil di tengah laut yang dikelilingi bukit karst, kemudian naik kayak, setiap kayak berisi dua orang. Air di teluk Halong ini cukup stabil jadi tidak perlu khawatir akan ombak, standar keselamatan juga memadai, setiap kami naik ke Tender atau Kayak diharuskan memakai safety jacket. Sebelum kayaking, Mas Nam sedikit memberikan brief mengenai cara mendayung dan rute kayaking, ternyata cukup mudah mendayung kayak, “left-left right-right” kata Mas Nam. Selain Kayak, ada juga beberapa perahu kayu kecil ber-group yang di dayung oleh operator dermaga, sepertinya ini tour untuk paket one day. Kemudian, untuk rute kayaking-nya adalah kita mendayung kearah bukit karst sampai ke ujung ceruk atau terowongan untuk masuk ke laguna, di dalam laguna pemandangannya sangat spektakuler, jadi seperti sebuah danau yang dikelilingi oleh tebing-tebing karst, air sangat tenang dan sesekali burung Elang terbang di atas kita, tak ketinggalan monyet-monyet liar jenis ekor panjang berloncatan disisi tebing (iyaa saya tau di tempat kita juga ada, udah sih baca aja! hihi)...dan biarkanlah foto yang berbicara...





Masuk ke dalam Laguna dari ceruk yang diujung itu...


Di dalam Laguna


Selanjutnya, kita dibawa ke Ti Top Island, kegiatannya adalah swimming dan tracking ke gardu pandang, saya lebih memilih tracking sendiri karena pantainya ya gitu-gitu aja, Mak-mak dan si neng memilih berenang, tapi untuk tracking ini agak perlu tenaga extra karena anak tangga-nya berbilangan ratusan dan kemiringannya cukup tajam. Namun, kepayahan menaiki anak tangga Ti Top Island terbayar sudah dengan pemandangan lansekap yang sangat Indah! Ah sudah-lah biarlah foto yang berbicara… :D







Evelyn, Zee The Singaporean & meh! 
Nah bisa ditebak ye bok kalo sesama Asian cepet ikrib Mr. & Mrs. Anand,oiya sama yang New Zealand juga, maklum sama-sama dari belahan bumi selatan :D
Ini sama bu-ibu dari Medan :D
Menjelang maghrib (engga, ga ada bedug, kira-kira aja maghrib :D) kami kembali ke Cruise, kemudian berkumpul di deck paling atas untuk sunset party, apa sihhh sunset party?? Yahh nyemil-nyemil aja minumnya anggur sambil liat sunset, ini versi bule. Lalu, bagaimana sunset party versi syariah :D? sebelum ke deck si Mas Nam nyamperin ke cabin saya, dia bilang kamu and group ga minum anggur kan ya kayaknya? Saya jawab Iya kita ganti mik jus aja, pas sunset party dimulai Mas Nam kasih kami jus jeruk sambil menjelaskan ke peserta lain bahwa kami dilarang minum anggur. Setiap peserta diminta menyebutkan cheers dalam bahasa masing-masing, nah pas tiba giliran kami, dia bilang karena ga ada culture minum anggur di Indonesia mungkin ga ada yah cheers dalam bahasa Indonesia, lhah saya langsung potong ada-lahh “bersulanggg” dan semua mengikuti “bersulangggg” :D hihihi.

After partehh...
Setelah makan malam adalah acara bebas seperti nonton film dan memancing cumi-cumi, atau memandangi keindahan bulan Halong Bay di malam hari kata Mas Nam, “enggak deh kami ke cabin aja” sahut kami, “owh ya udah gapapa, aku ngerti kok culture kalian, ga boleh keluar malam” sambung Mas Nam, halahh! Padahal kalo di Jakarta pulang malem muluk! Aslinya sih udah klenger plus ngantuk berat, dan kami cuma nyengir aja…


0 comments:

Post a Comment