Di hari ke dua adalah schedule
kami untuk berangkat ke Halong Bay, sesuai arrangement kami dijemput di Hotel
pukul 8 pagi, koper tidak usah dibawa titipkan saja di Hotel, dan bawalah
barang dan baju seperlunya untuk pergi 2 hari 1 malam. Kami dijemput oleh Mr.
Nam tour leader-nya, dalam satu Mini Bus berisi 24 orang yang berasal dari
berbagai macam Negara seperti Singapore, Filipina, India (Passport South
Africa), New Zealand, Republik Ceko, Jerman, Hongaria, dan Israel. Tapi tidak
semua peserta mengikuti paket 2 hari 1 malam, ada satu group asal Israel yang
memilih paket 2 hari 3 malam, sehingga harus di treat terpisah karena untuk
paket tersebut menginap di Cat Ba island. Di Halong Bay ini kebanyakan turis
berasal dari Eropa, setiap group diminta untuk memperkenalkan diri satu
persatu, dan sungguh hanya kami dan Singaporean yang sekeluarga Ibu & Anak
atau Kakak & Adik, lainnya kalo tidak suami istri ya pacaran wkkk…
 |
Iki opooo?! *mbak-e ra jelas (-,-)
Kapal yang belah kanan
Ehemm..yes it's meh...😀 |
Baru saja berangkat Mini Bus
sudah diseruduk mobil lain dari belakang, padahal Nam baru saja mingkem dari
bercerita carut-marutnya jalanan Hanoi. Setelah menempuh perjalanan selama 4
jam kami tiba di Halong Bay, suasana cerah cenderung panas syukurlah Accu
Weather ternyata akurat. Di dermaga sudah menunggu Halong Galaxy Cruise, cruise
ini memiliki 3 bagian, deck pertama adalah kamar-kamar deluxe cabin &
dapur, deck kedua ruang makan, kamar premier cabin, & kemudi, dan yang paling
atas adalah atap terbuka, istilahnya dalam perkapalan apa dah tuh ga tau hihi…
 |
| Nahkoda-nya pro banget dah... |
 |
| The Dining Room |
 |
| Deluxe Cabin |
 |
Kamar mandi yang ada jendelanya,
jadi bisa mandi sambil memandangi bukit-bukit karst *Nah lho |
Saya mendapat kamar sesuai
permintaan yakni agak ke tengah jauh dari genset, oiya jangan lupa sebelum
berangkat ke Halong Bay belilah air minum terlebih dahulu, karena semua paket
cruise di Halong Bay tidak termasuk air minum, bahkan saat makan anda harus
membeli minuman, harganya lumayan paling murah air mineral ukuran tanggung
seharga USD 1. Untuk makanan, anda tidak perlu kuatir karena tour leader akan
bertanya satu persatu kepada peserta apa yang boleh dimakan dan apa yang tidak
boleh, se-detil bertanya apakah kita boleh makan telur!
Halong Bay adalah gugusan pulau
dan bukit karst, alkisah (ehem mulai serius), bangsa Vietnam dulunya diserang
oleh kerajaan Tiongkok. Karena kewalahan mereka meminta bantuan kepada para
dewa, dan kemudian dewa mengirimkan Ibu Naga dan anaknya untuk menyelamatkan
dengan memuntahkan batu-batu zamrud sebagai benteng untuk melindungi bangsa
Vietnam, batu-batu zamrud inilah yang kemudian berbentuk gugusan bukit-bukit
karst. Dikemudian hari Ibu Naga dan anaknya tidak kembali ke surga, itulah
sebabnya orang Vietnam menyebutnya Halong Bay atau The Descending Dragon-tempat
bersemayamnya para Naga, begitulah kira-kira cerita dari Mas Nam, oke sekarang kita
panggil dia Mas biar ikrib :D.
 |
Ahh seandainya batu Zamrud tidak berubah jadi karst,
pasti udah aku karungi atu-atu inih! 😂
|
 |
| Ibu-ibuuu pengajiann are you readyyy?!?! 😁 |
 |
| Finally...he's on frame! *Mas-nya Guide |
Perjalanan dari dermaga menuju ke
tengah Halong Bay tidak memerlukan waktu lama hanya kurang lebih 30-60 menit
dari dermaga, cuacanya tidak begitu panas dan cerah hingga gugusan bukit-bukit
karst terlihat sangat jelas, pemandangannya sungguh keren. Tour ke Halong Bay
ini di-arrange seperti kita island hopping, jadi berpindah dari satu pulau ke
pulau lainnya, tentunya dengan kapal yang lebih kecil, Mas Nam menyebutnya
Tender, lhah saya ngga ngerti kalo tender tuh kapal kecil, ngertinya Boat!
Jadinya kebingungan tiap kali dia nyebut meeting point di Tender! Akhirnya
dikoreksi sama dia dengan bahasa yang lebih umum hihi…
 |
| Tender!!! - nya orang... |
Kegiatan di hari pertama setelah
makan siang adalah kayaking, kami di bawa dengan Tender, ke dermaga kecil di
tengah laut yang dikelilingi bukit karst, kemudian naik kayak, setiap kayak
berisi dua orang. Air di teluk Halong ini cukup stabil jadi tidak perlu
khawatir akan ombak, standar keselamatan juga memadai, setiap kami naik ke
Tender atau Kayak diharuskan memakai safety jacket. Sebelum kayaking, Mas Nam
sedikit memberikan brief mengenai cara mendayung dan rute kayaking, ternyata
cukup mudah mendayung kayak, “left-left right-right” kata Mas Nam. Selain
Kayak, ada juga beberapa perahu kayu kecil ber-group yang di dayung oleh
operator dermaga, sepertinya ini tour untuk paket one day. Kemudian, untuk rute
kayaking-nya adalah kita mendayung kearah bukit karst sampai ke ujung ceruk
atau terowongan untuk masuk ke laguna, di dalam laguna pemandangannya sangat
spektakuler, jadi seperti sebuah danau yang dikelilingi oleh tebing-tebing
karst, air sangat tenang dan sesekali burung Elang terbang di atas kita, tak
ketinggalan monyet-monyet liar jenis ekor panjang berloncatan disisi tebing
(iyaa saya tau di tempat kita juga ada, udah sih baca aja! hihi)...dan biarkanlah foto yang berbicara...
 |
Masuk ke dalam Laguna dari ceruk yang diujung itu...
|
 |
| Di dalam Laguna |
Selanjutnya, kita dibawa ke Ti
Top Island, kegiatannya adalah swimming dan tracking ke gardu pandang, saya
lebih memilih tracking sendiri karena pantainya ya gitu-gitu aja, Mak-mak dan
si neng memilih berenang, tapi untuk tracking ini agak perlu tenaga extra
karena anak tangga-nya berbilangan ratusan dan kemiringannya cukup tajam.
Namun, kepayahan menaiki anak tangga Ti Top Island terbayar sudah dengan
pemandangan lansekap yang sangat Indah! Ah sudah-lah biarlah foto yang
berbicara… :D
 |
| Evelyn, Zee The Singaporean & meh! |
 |
| Nah bisa ditebak ye bok kalo sesama Asian cepet ikrib Mr. & Mrs. Anand,oiya sama yang New Zealand juga, maklum sama-sama dari belahan bumi selatan :D |
 |
| Ini sama bu-ibu dari Medan :D |
Menjelang maghrib (engga, ga ada
bedug, kira-kira aja maghrib :D) kami kembali ke Cruise, kemudian berkumpul di
deck paling atas untuk sunset party, apa sihhh sunset party?? Yahh
nyemil-nyemil aja minumnya anggur sambil liat sunset, ini versi bule. Lalu,
bagaimana sunset party versi syariah :D? sebelum ke deck si Mas Nam nyamperin
ke cabin saya, dia bilang kamu and group ga minum anggur kan ya kayaknya? Saya
jawab Iya kita ganti mik jus aja, pas sunset party dimulai Mas Nam kasih kami
jus jeruk sambil menjelaskan ke peserta lain bahwa kami dilarang minum anggur.
Setiap peserta diminta menyebutkan cheers dalam bahasa masing-masing, nah pas
tiba giliran kami, dia bilang karena ga ada culture minum anggur di Indonesia
mungkin ga ada yah cheers dalam bahasa Indonesia, lhah saya langsung potong
ada-lahh “bersulanggg” dan semua mengikuti “bersulangggg” :D hihihi.
 |
| After partehh... |
Setelah
makan malam adalah acara bebas seperti nonton film dan memancing cumi-cumi,
atau memandangi keindahan bulan Halong Bay di malam hari kata Mas Nam, “enggak
deh kami ke cabin aja” sahut kami, “owh ya udah gapapa, aku ngerti kok culture
kalian, ga boleh keluar malam” sambung Mas Nam, halahh! Padahal kalo di Jakarta
pulang malem muluk! Aslinya sih udah klenger plus ngantuk berat, dan kami cuma
nyengir aja…
0 comments:
Post a Comment