Monday, June 22, 2020

UK & West Europe Part 9 (Netherlands - Amsterdam)

Moon mangaap bukannya mau narsis,
tapi satu-satunya foto Rijks Museum
yang tanpa objek--miring-miring 😁
Hari  ke 7 Amsterdam (Kamis, 31 Oktober 2019) kereta antar negera berikutnya yang mengantar kami dari Brussel ke Amsterdam seharga IDR 434.000 dengan Thalys, berangkat tepat pukul 06:52 menempuh perjalanan selama 1 jam 30 menit. Pukul 7 pagi udara di Eropa Barat dingin dan cuaca masih gelap, kira-kira seperti pukul 05:30 jika di Jakarta dan kami masih konsisten dengan gledek-gledek koper sampai lama-lama ini koper sudah tidak berat lagi karena sudah terbiasa :) (atau stok makanan yang sudah berkurang??πŸ˜‚). Hanya, keberangkatan kali ini jauh lebih santai karena stasiun kereta Thalys terletak tidak jauh dari Hotel, cukup 5 menit jalan kaki,  pukul 09:00 kami sudah tiba di Amsterdam-Centraal.

Sistem tiket transportasi di Belanda hampir sama dengan UK, hanya tidak perlu ada deposit karena kartu magnetic yang digunakan adalah softcase jadi selesai dipakai langsung buang, tapi pembelian tiket transportasi single ticket dengan cash dan kartu kredit tetap dilayani, yang menurut saya agak ribet dan tidak hemat biaya. Untuk itu demi menghemat biaya saya membeli jenis kartu transportasi GVB one day unlimited, yakni tiket transportasi yang berlaku dalam kota Amsterdam saja selama sehari untuk seluruh moda transportasi yang dioperasikan oleh GVB seharga Euro 8 (sebagian besar moda transportasi di Amsterdam di operasikan oleh perusahaan transportasi GVB). Satu lagi kami membeli One day regional travel ticket seharga Euro 19,5, sama dengan GVB hanya travel ticket tersebut mencakup luar wilayah Amsterdam seperti Zaanse Schaans dan Volendam.

Di hari pertama saya membeli GVB karena saya hanya akan berkunjung Rijks Museum, Albert Cuyp Market, dan Dam Square, anda bisa membelinya di tourist information office di depan stasiun Amsterdam Centraal, jadi anda harus keluar stasiun terlebih dahulu karena di dalam stasiun saya tidak menemukan loket penjualan tiket kereta. Jika petunjuk arah menghilang jangan kuatir karena di setiap sudut Amsterdam-Centraal banyak petugas yang siaga untuk membantu turis, kalaupun tidak ada petugas, warga lokal akan dengan senang hati membantu, entah karena warga-nya baik-baik atau karena tahu kami dari Indonesia?. Yang jelas walaupun saya musti berkali-kali bertanya dan berjalan jauh, pada akhirnya ketemu-ketemu juga, apalagi kalo mereka bertanya asal Negara kita, malahan diantar sampai ke tujuan dan ngobrol ngalor ngidul. Kadang untuk menjelaskan Indonesia-Jakarta saya bilang Bali aja biar cepet, eh ternyata sebagian besar orang lokal tahu begitu menyebut Indonesia, ya mungkin karena bekas daerah pendudukan kali ya? atau memang wawasannya luas.

GVB One Day Unlimited
Dari Stasiun Amsterdam-Centraal kami menuju ke Stasiun Bijlmer-Arena yakni stasiun terdekat dari Hotel kami dengan line warna kuning platform M54, anda bisa download apps 9292 atau cukup menggunakan google map. Oiya tidak setiap gate bisa digunakan untuk nge-tap dengan kartu GVB, jadi hanya gate-gate tertentu saja, anda hanya tinggal mecoba tap satu demi satu di tiap gate. Seperti biasa dari platform stasiun kereta antar Negara yang sejajar dengan tanah, kami harus turun kebawah ke platform stasiun kereta lokal, jangan kuatir karena setiap perpindahan platform terdapat elevator yang jaraknya tidak jauh, nah nambah lagi ya salah satu keunggulan Amsterdam :D. Harga tiket dari Amsterdam Centraal ke Bijlmer Arena Station kurang lebih Euro 3, jadi alangkah hemat-nya bukan jika kita membeli GVB tiket?? Perjalanan memakan waktu kurang lebih 20 menit, konon EasyHotel Amsterdam Arena Boulevard hanya 2 menit jalan kaki dari stasiun, ah saya ngga percaya?! Kenyataanya? BENAR Hotel ini tepat berada di depan pintu keluar stasiun dongg. Wah, mahapkeun sayah yang sering su’udzhon wkwk…

Depannya pas adalah Bijlmer Arena Station
Kali ini saya bener-bener amaze dengan lokasi Hotel, sangat strategis karena terletak di lingkungan pusat perbelanjaan bahkan terdapat Cinema di depannya, usut punya usut ternyata Hotel ini tidak jauh dari markas Klub Ajax Amsterdam yakni stadion utama Amsterdam Arena. Saya memilih Hotel ini tidak hanya karena harganya yang murah yakni IDR 1.980.736/malam quadruple room atau IDR 495.184/orang/malam, tapi juga karena lokasinya yang berada ditengah-tengah antara Amsterdam Centraal dan Airport. Ruangannya? Luas bukan main untuk ukuran Hotel bintang 2, kamar mandinya pun luas walaupun fasilitas terbatas--untuk itulah kami membawa kettle listrik dan hairdryer sendiri, yang paling saya suka adalah koper bisa dimasukkan ke kolong ranjang dalam keadaaan terbuka, jadi saya tidak perlu repot buka tutup dan space kamar masih luas, kebetulan kami mendapat kamar di hook.

Area Hotel
Dari Hotel kami langsung ke Rijks Museum dengan rute--dari Bijlmer Arena Station menggunakan line kuning platform M54 stop di Amsterdam Centraal Station. Kemudian keluar station ganti dengan Tram line 2 atau 12 yang terletak di depan Amsterdam Centraal stop di Vijzelgracht. Nah inilah keunggulan lain Amsterdam yang paling saya suka, jadi anda tidak perlu setengah mati naik turun station untuk naik kereta. Halte tram persis seperti halte Bus, bedanya hanya tram menggunakan rel dan setirnya ada di tengah, persis-nya bukan setir sih tapi semacam panel yang dioperasikan oleh petugas, dan jalan-nya sangat slow. Cara naiknya juga mudah tinggal ikutin orang-orang masuk dari pintu yang terletak di tengah dan tap di mesin, begitupun saat keluar tap kembali. Sampai di Halte Vijzelgracht anda bisa menggunakan GPS untuk menuju Rijks Museum atau bertanya pada orang local, lagi-lagi saya memilih bertanya karena GPS yang tidak akurat. Sesampai di Rijks Museum saya ngider kemana-mana untuk mencari spot yang terkenal seantero dunia yakni apalagi kalau bukan ‘I AMSTERDAM’ sign, dan kemudian bertanya yang jawabanya adalah sign tersebut dicopot karena menimbulkan crowd foto! Ahh! lagi-lagi saya kena zonk, tapi barangkali ini pertanda kalo saya kudu balik lagi, eeeaaa...

Tram
Dari Rijks Museum kami menuju Albert Cuyp Market, anda bisa kembali ke Halte Vijzelgracht dengan line berapa saya pun sudah ga hapal dan ga perlu dihafalin, untuk kemudian stop di Halte Frederiksplein, jangan lupa untuk tetap bertanya kemana arah Albert Cuyp Market biar tidak kesasar, karena saya yakin pada tahap ini anda sudah klenger setengah mati di Kota terkahir kita yakni Amsterdam. Saking capek dan malesnya, saya sudah tidak cek-cek lagi di google atau di buku petunjuk saya untuk menuju ke Dam Square, karena dimanapun anda berada di Halte Tram terdekat anda akan tetap sampai ke tujuan, segitu kecil dan santainya Amsterdam :D, get lost aja sayanya :D. Jadi Halte terdekat dari Albert Cuyp Market adalah Halte Stadhouderskade line 4, nah tuh tau?! Katanya tadi males?? Iya kebetulan ada memori fotonya wkwk…

Albert Cuyp Market
Halte Stadhouderskade
Menuju ke Dam Square anda bisa turun di Halte Tram mana saja, karena sepanjang jalan Dam Square adalah deretan pertokoan dari yang paling murah sampai yang termahal dengan rentang Halte kira-kira setiap 200 meter, dan kami-pun turun tiba-tiba saat melihat Primark melintas wkwk…saking slownya Tram anda bisa memutuskan untuk berhenti tiba-tiba tanpa dipelototin. Ngapain aja di Dam Square?? Yahh sudah tidak perlu saya jelasin lagi yekaaan…

Area Dam Square
Pulangnya, sama seperti berangkat anda tinggal ke Amsterdam Centraal dan naik kereta M54.

Oiya, 1 lagi keunggulan Amsterdam, yakni sebagian besar convenience store-nya adalah self service--ambil barang sendiri dan bayar sendiri dengan credit card di deretan layar-layar LCD pembayaran non tunai, atau apalah itu namanyaπŸ˜…, pokoknya ribet deh!  kira-kira seperti ini


0 comments:

Post a Comment