![]() |
Pukul 12.00 kami sudah tiba di Hotel sekalian makan siang baru turun menuju ke Dal Lake di Srinagar
dengan Hotel drop off service seharga
INR 3000, oiya Hotel tidak bisa memberikan SIM Card ke saya saking ketatnya
aturan SIM Card di Kashmir. Tiga jam kemudian kami sampai di pinggir dermaga
Dal lake atau mereka menyebutnya Ghat,
driver Hotel ber-baik hati menelfon Haifa Houseboat, karena ternyata tidak ada
akses darat jika menginap di Houseboat, akses satu-satunya adalah dengan Shirkara atau kapal kecil milik houseboat
dan ini adalah bagian dari service kecuali jika kita meminta tour dengan Shirkara maka dikenakan tarif. Setelah
Shikara datang, baru driver meminta ijin untuk meninggalkan kami, dari Ghat ke
Haifa Houseboat tidak terlalu jauh hanya 15 menit. Untuk kesekian kalinya kami
di kira turis Malaysia, INDONESIA!! Balas kami.
Khabir pemilik Houseboat mengatakan dia kelupaan kalo saya datang hari ini,
nah lho untung lagi ga ada okupansi. Pantas saja saya sempat curiga dia tidak
membalas email saya soal car rental. Penjual
di sekitar Houseboat sangat banyak dan sangat mengganggu sampai kami risih dan
tidak berani nongkrong di luar, sangat menjengkelkan. Bahkan saat kami tour
sore hari dengan Shirkara, penjual-penjual dengan kapal-kapal kecil tak
henti-hentinya menawarkan dagangan, “No
thanks!” untuk ke sejuta kali-nya, dan “No,
sorry!” untuk ke seribu kali-nya, kata si penjual “why said sorry, if you’re not interested it’s okay, don’t have to say
sorry”...hemm baguslah kalo ngerti *batin saya*, “tapi, ini kualitasnya bagus Mam”...Gustiiii paringono
sabar....die mulei lagiiii...gituu aja teruss sampe negara api menyerang 😂.
![]() |
| Dermaga menuju ke houseboat-houseboat, *dengan Pak Money Changer 😊 |
Haifa Houseboat dengan harga yang sangat murah, memiliki pelayanan yang baik dan kamar besar yang sangat nyaman, bahkan kami dipinjami modem wifi yang boleh saya bawa kemana-kemana, jadi masalah koneksi internet selesai, sepertinya hanya kami turis luar yang bawel dengan koneksi internet sampai modem-nya boleh saya bawa hehe...lucky me!. Untuk tour Shirkara selama 2 jam cukup mahal INR 1.000, sudah saya tawar ke Khabir tapi tidak berhasil, katanya saya sudah dapat murah untuk sewa houseboat-nya. Dal lake di sore hari sangat indah dengan latar pegunungan Himalaya, dan lebih indah lagi jika musim dingin tiba, karena seluruh pegunungan berwarna putih berselimut salju, tapi jangan coba-coba terjun ke airnya karena lapisan ganggang-nya cukup tebal. Saya seperti berada di Jakarta, karena jika waktu sholat tiba adzan bersahut-sahutan, pendayung Shirkara minta ijin untuk menepi menunaikan maghrib, sedangkan kami jama’ saja karena sudah ribuan mil dari rumah hehe...
![]() |
| Dal Lake di pagi hari - dari atap houseboat |
Sampai di tempat parkir, driver memberitahu saya kalo kami harus
melanjutkan dengan kuda untuk ke Pahalgam Hill Station, dari harga INR 1500 (per
3 tiga titik gardu pandang), saya tawar menjadi INR 700 dari yang biasanya INR
600 per kuda menurut driver. Kami berlima, dimana 2 orang diantaranya nekad
naik kuda padahal ga berani (terpaksa daripada saya tinggal) menempuh
perjalanan kurang lebih hampir 3 jam lamanya ditemani 2 orang penarik kuda,
melewati lembah-lembah mulai dari jalan beraspal sampai dengan jalanan terjal
dan berakhir di titik lembah dengan sungai yang jernih. Di tengah jalan
tiba-tiba salah satu penarik kuda berhenti dan berjalan ke pinggir jalan, kami
tanya ke temannya kenapa dia? Katanya gapapa cek kaki-nya aja, sampai kemudian
teman saya menyadari bahwa dia sedang pipis!! Iya dia pipis in the middle of tour !! Dipinggir
jalan!! Gokilll...hadewww nape ga dari
tadi yak sebelum berangkat?!, kata
teman saya “namanya juga kebelet Ris”...sambil ngikik...
Di titik yang ke-dua terlihat seperti rest area, dan seperti biasa kami
seperti dipaksa untuk membeli makanan dan minuman dari mereka, saya bilang “tunggu ya, kita ambil foto dulu,” si
tukang jualan kembali datang untuk menanyakan pesanan, “tunggu donggg,” dia menjawab “you know it’s business here,” tak
kalah kenceng saya membalas “I KNOW!!”
habis itu saya tidak jadi membeli apa-apa sudah illfeel duluan, hanya teman-teman
saya yang membeli minum, “I DONT DRINK!”
jengkel. Saya pikir titik dengan harga INR 700 ini harusnya sampai ke hamparan
rumput seperti Switzerland, tapi kami hanya sampai lembah sungai, si penarik
kuda bilang harus nambah biaya untuk ke tempat tersebut dan masih jauh
jaraknya, hemm...saya urungkan niat saya karena teman-teman saya juga sudah
kepayahan, view-nya seperti apa? Ah biarlah foto yang berbicara....
![]() |
| Pahalgam 1st Hill Station |
![]() |
| Pahalgam 2nd Hill Station |
![]() |
| Pahalgam 2nd Hill Station |
![]() |
| Pahalgam 3rd Hil Station |
![]() |
| Pahalgam 3rd Hill Station |
Tak lama driver cepat-cepat menyusul saya meminta untuk segera berangkat
kembali ke Srinagar sebelum gelap, karena jam malam diberlakukan. Konon salah
satu rekan teman saya yang berangkat ke Srinagar setelah kami, sempat tertahan
di Pahalgam selama 3 jam karena sweeping!. Orang-orang Kashmir ini tidak
canggung menceritakan konflik vertical mereka kepada kami, yahh saya tidak
perlu menceritakan banyak-banyak kisah mereka karena cukup sensitive, tapi bagi
mereka sih biasa saja. Oiya, saya tidak pernah melihat wanita bekerja disini,
baik di tourism atau di tempat lain,
dan jarang pula wanita-nya keleleran atau jalan-jalan diluar, sepertinya wanita
Kashmir tidak boleh bekerja dan jarang keluar rumah, beda jauh ya dengan kita!?
anyway Terima kasih Indonesiaa! Hloh!?













0 comments:
Post a Comment