Friday, June 8, 2018

India & Kashmir “A Hardcore Trips!” Part 5 (Srinagar-Pahalgam)


Pukul 12.00 kami sudah tiba di Hotel sekalian makan siang  baru turun menuju ke Dal Lake di Srinagar dengan Hotel drop off service seharga INR 3000, oiya Hotel tidak bisa memberikan SIM Card ke saya saking ketatnya aturan SIM Card di Kashmir. Tiga jam kemudian kami sampai di pinggir dermaga Dal lake atau mereka menyebutnya Ghat, driver Hotel ber-baik hati menelfon Haifa Houseboat, karena ternyata tidak ada akses darat jika menginap di Houseboat, akses satu-satunya adalah dengan Shirkara atau kapal kecil milik houseboat dan ini adalah bagian dari service kecuali jika kita meminta tour dengan Shirkara maka dikenakan tarif. Setelah Shikara datang, baru driver meminta ijin untuk meninggalkan kami, dari Ghat ke Haifa Houseboat tidak terlalu jauh hanya 15 menit. Untuk kesekian kalinya kami di kira turis Malaysia, INDONESIA!! Balas kami.

Khabir pemilik Houseboat mengatakan dia kelupaan kalo saya datang hari ini, nah lho untung lagi ga ada okupansi. Pantas saja saya sempat curiga dia tidak membalas email saya soal car rental. Penjual di sekitar Houseboat sangat banyak dan sangat mengganggu sampai kami risih dan tidak berani nongkrong di luar, sangat menjengkelkan. Bahkan saat kami tour sore hari dengan Shirkara, penjual-penjual dengan kapal-kapal kecil tak henti-hentinya menawarkan dagangan, “No thanks!” untuk ke sejuta kali-nya, dan “No, sorry!” untuk ke seribu kali-nya, kata si penjual “why said sorry, if you’re not interested it’s okay, don’t have to say sorry”...hemm baguslah kalo ngerti *batin saya*, tapi, ini kualitasnya bagus Mam”...Gustiiii paringono sabar....die mulei lagiiii...gituu aja teruss sampe negara api menyerang 😂.

Haifa Houseboat - Ashoke pengurus Houseboat
Dermaga menuju ke houseboat-houseboat,
*dengan Pak Money Changer 😊

Haifa Houseboat dengan harga yang sangat murah, memiliki pelayanan yang baik dan kamar besar yang sangat nyaman, bahkan kami dipinjami modem wifi yang boleh saya bawa kemana-kemana, jadi masalah koneksi internet selesai, sepertinya hanya kami turis luar yang bawel dengan koneksi internet sampai modem-nya boleh saya bawa hehe...lucky me!. Untuk tour Shirkara selama 2 jam cukup mahal INR 1.000, sudah saya tawar ke Khabir tapi tidak berhasil, katanya saya sudah dapat murah untuk sewa houseboat-nya. Dal lake di sore hari sangat indah dengan latar pegunungan Himalaya, dan lebih indah lagi jika musim dingin tiba, karena seluruh pegunungan berwarna putih berselimut salju, tapi jangan coba-coba terjun ke airnya karena lapisan ganggang-nya cukup tebal. Saya seperti berada di Jakarta, karena jika waktu sholat tiba adzan bersahut-sahutan, pendayung Shirkara minta ijin untuk menepi menunaikan maghrib, sedangkan kami jama’ saja karena sudah ribuan mil dari rumah hehe...

Dal Lake di pagi hari - dari atap houseboat
Keesokan pagi-nya kami berangkat ke Pahalgam, ke tempat ini kami tidak terlalu terikat waktu seperti di Gulmarg, kalo anda sering nonton film India dengan scene bernyanyi ber-setting hamparan rumput hijau disinilah lokasi syuting-nya, kalo scene-nya di daerah bersalju maka setting-nya adalah di Gulmarg atau Sonmarg.  Kami menyewa mobil dari Houseboat dengan tarif INR 3000 PP, menempuh perjalanan selama 3 jam, saya meminta driver untuk ke Bethaab valley, tapi dia bilang di area Bethaab Valley semalam telah terjadi penembakan menewaskan 3 orang...Innalillahi...”gimana Mam?" Saran saya ke Pahalgam Hill Station saja” ya kalik...kami mau mempertaruhkan nyawa nekad ke Bethaab Valley??

Sampai di tempat parkir, driver memberitahu saya kalo kami harus melanjutkan dengan kuda untuk ke Pahalgam Hill Station, dari harga INR 1500 (per 3 tiga titik gardu pandang), saya tawar menjadi INR 700 dari yang biasanya INR 600 per kuda menurut driver. Kami berlima, dimana 2 orang diantaranya nekad naik kuda padahal ga berani (terpaksa daripada saya tinggal) menempuh perjalanan kurang lebih hampir 3 jam lamanya ditemani 2 orang penarik kuda, melewati lembah-lembah mulai dari jalan beraspal sampai dengan jalanan terjal dan berakhir di titik lembah dengan sungai yang jernih. Di tengah jalan tiba-tiba salah satu penarik kuda berhenti dan berjalan ke pinggir jalan, kami tanya ke temannya kenapa dia? Katanya gapapa cek kaki-nya aja, sampai kemudian teman saya menyadari bahwa dia sedang pipis!! Iya dia pipis in the middle of tour !! Dipinggir jalan!! Gokilll...hadewww nape ga dari tadi yak sebelum berangkat?!, kata teman saya “namanya juga kebelet Ris”...sambil ngikik...

Di titik yang ke-dua terlihat seperti rest area, dan seperti biasa kami seperti dipaksa untuk membeli makanan dan minuman dari mereka, saya bilang “tunggu ya, kita ambil foto dulu,” si tukang jualan kembali datang untuk menanyakan pesanan, “tunggu donggg,” dia menjawab “you know it’s business here,” tak kalah kenceng saya membalas “I KNOW!!” habis itu saya tidak jadi membeli apa-apa sudah illfeel duluan, hanya teman-teman saya yang membeli minum, “I DONT DRINK!” jengkel. Saya pikir titik dengan harga INR 700 ini harusnya sampai ke hamparan rumput seperti Switzerland, tapi kami hanya sampai lembah sungai, si penarik kuda bilang harus nambah biaya untuk ke tempat tersebut dan masih jauh jaraknya, hemm...saya urungkan niat saya karena teman-teman saya juga sudah kepayahan, view-nya seperti apa? Ah biarlah foto yang berbicara....

Pahalgam 1st Hill Station 

Pahalgam 2nd Hill Station

Pahalgam 2nd Hill Station
Pahalgam 3rd Hil Station

Pahalgam 3rd Hill Station
Jangankan di Hill Station, di sepanjang perjalanan ke arah Pahalgam pemandangannya sungguh cetar membahenol!, orang bule bilang “BREATHTAKING!” kalo ada yang pernah nonton Bajrangi Baijaan, di sinilah lokasi suting-nya, begitu kata Fayaz driver kami. Tepat pukul 3 sore kami balik ke Srinagar, saya meminta driver untuk mampir di Taman pinggir jalan yang sempat saya lihat saat berangkat, untuk sekedar sholat, membersihkan diri karena bau kuda plus istirahat karena p*nt*t lumayan pegel (sungguh saddle-nya sangat keras 😀), serta makan dan minum (ingat untuk selalu bawa bekal), karena bahkan kami tidak sempat makan siang. Disini lansekap-nya tak kalah menawan karena Taman tepat di pinggir sungai besar yang jernih berlatarkan pegunungan bersalju, kompas di ponsel saya menunjukkan arah kiblat, kami bersimpuh beralaskan hamparan rumput dan beratapkan lembah-lembah, mengucap syukur kepada Sang Pemilik semesta.





Tak lama driver cepat-cepat menyusul saya meminta untuk segera berangkat kembali ke Srinagar sebelum gelap, karena jam malam diberlakukan. Konon salah satu rekan teman saya yang berangkat ke Srinagar setelah kami, sempat tertahan di Pahalgam selama 3 jam karena sweeping!. Orang-orang Kashmir ini tidak canggung menceritakan konflik vertical mereka kepada kami, yahh saya tidak perlu menceritakan banyak-banyak kisah mereka karena cukup sensitive, tapi bagi mereka sih biasa saja. Oiya, saya tidak pernah melihat wanita bekerja disini, baik di tourism atau di tempat lain, dan jarang pula wanita-nya keleleran atau jalan-jalan diluar, sepertinya wanita Kashmir tidak boleh bekerja dan jarang keluar rumah, beda jauh ya dengan kita!?

anyway Terima kasih Indonesiaa! Hloh!?



0 comments:

Post a Comment