![]() |
| Blue Mosque yang warna-nya abu-abu |
Minibus membawa kami ke destinasi
pertama di hari itu, yakni Blue Mosque dan Istana Topkapi yang masih berada 1
area di kawasan Sultanahmed. Jadi ga ada ceritanya tuh bersih-bersih dulu di
Toilet apalagi drop di Hotel dulu, semua itinerary
group travel selalu uber-uberan kek Amazing
Race, ga ada santai-santai-nya, ga ada adjustment
karena jet lag atau karena perubahan
cuaca dan temperatur, jadi dari pertama saya sudah siapin stamina tentunya.
Blue Mosque atau Sultan Ahmed Camii, tidak berwarna biru sesuai nama-nya
melainkan abu-abu pada bagian luar-nya, hanya langit-langit dalamnya yang agak
biru tapi juga ngga signifikan. Untuk masuk anda harus memakai pakaian yang
tertutup dan ga boleh membentuk badan, di depan sudah disediakan plastik untuk
membungkus sepatu anda, ambil foto boleh tapi tidak boleh menggunakan flash. Terdapat sekat untuk yang hanya
berkunjung dan yang untuk beribadah, jadi tidak akan mengganggu yang sedang
beribadah. Sudah sampai masjid ya sholat aja kan yakkk…ngga juga! Kata si Adem
ga usah sholat nanti aja di bus, jadi masuk ambil foto trus keluar…Baiklahhhh….
Kemudian kami menuju Istana
Topkapi, tidak jauh dari Blue Mosque hanya berjalan selama 15 menit saja, entrance fee-nya 40 TL atau sekira IDR 150.000.
Museum yang dulunya Istana peninggalan Turki Utsmani ini sangat luas dan indah,
menghadap Laut Marmara dan Selat Bosporus menempati area seluas 700.000 m2
sehingga dinobatkan sebagai Istana terluas ke-2 di dunia setelah Istana
Versailles di Perancis (am on my way
yeahhh!). Kami melewati gate yang bangunan-nya
seperti benteng Disneyland, sebelum itu kami melewati gate untuk security check,
dan kami langsung ke bagian istana yang disebut Sacred Relics (yang tidak boleh difoto) dan dulunya adalah kamar
Sultan, sekarang tempat untuk menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan
Rosul, Nabi, dan sahabat-sahabat Rosul.
Diantara benda-benda bersejarah
tersebut seperti, cetakan tapak kaki kanan Rosul pada saat peristiwa Mi’raj, jenggot
Rosul, pedang Rosul dan pedang sahabat-sahabat beliau, kiswah, kunci ka’bah,
dan masih banyak lagi yang lain. Saat anda memasuki bangunan ini, anda akan
mendengar rekaman lantunan bacaan ayat suci Quran oleh 24 Hafiz secara
bergantian, dan konon dulu di istana ini selalu dilantunkan bacaan Quran selama
407 tahun 24 jam nonstop tanpa henti!
Bagian lain dari Istana adalah Harem (istana istri-istri/ibu/anak Raja, yang
harus membayar tiket masuk lagi), dapur kerajaan yang sangat besar, gedung
administrasi, gudang senjata, sekolah, dan 4 taman kerajaan yang beberapa
diantaranya menghadap Selat Bosporus, dan bagian lain tersebut tidak bisa saya
ceritakan lebih lanjut karena ga masuk, jadi masuk ke Sacred Relics trus langsung pergi berangkat ke Kota Bolu. Padahal
tepat di depan Istana Topkapi adalah bangunan bersejarah Hagia Sophia atau
dalam bahasa Turki bernama Aya Sophia (eh bagus banget namanya buat anak
perempuan yah, Halahhh!), sayang sekali lagi-lagi harus kami skip karena waktu
sudah menunjukkan pukul 16.00, sedangkan Haghia Sophia tutup pukul 17.00,
disamping itu kami harus berangkat segera ke Kota Bolu agar tidak kemaleman,
hiks!
![]() |
| Istana Topkapi |
Sekadar informasi, Hagia Sophia
ini bangunan bersejarah untuk Umat Muslim dan Umat Nasrani yang dibangun pada
tahun 537 Masehi, tiket masuknya sebesar 40 TL atau sekira IDR 150.000. Bangunan
ini awalnya adalah sebuah Gereja Ortodoks pada masa Kekaisaran Konstatinopel
dan kemudian berubah fungsi menjadi Masjid saat Turki dikuasai oleh Kekaisaran
Ottoman, namun relic-relic simbol agama
Nasrani masih ada seperti relic Yesus
dan Bunda Maria, sedangkan lafadz Allah dan Rosul tetap ada di dinding-nya. Sekarang,
Hagia Sophia hanya difungsikan sebagai Museum, saya jadi teringat Kuil
Parthenon di Yunani yang juga memiliki sejarah yang sama dengan Hagia Sophia,
awalnya adalah Gereja Ortodoks pada masa Konstatinopel, kemudian jadi Masjid
saat Yunani berhasil dikuasai oleh Kekaisaran Ottoman. Loh, kok bisa sama ya?
Ya karena Yunani dan Turki ini sebelahan letaknya, budaya-nya hampir mirip
walaupun berbeda Ras, misalnya seperti souvenir jimat Evil Eye untuk menangkal nasib buruk (namanya kontradiktif dengan kegunaannya yakkk 😑) yang ternyata tidak hanya dipunyai Yunani,
Turki-pun punya, juga Baklava yang menjadi makanan khas kedua
Negara tersebut.
![]() |
| The Evil Eye - tangan Dinda apa Ira ini?? kayak-nya tangan Ira sih ini, kasih hadiah ya gaess kalo benerrr 😂 |








0 comments:
Post a Comment