Thursday, June 20, 2019

Turkey Series Part 2


Blue Mosque yang warna-nya abu-abu
Adem-Tour Guide kami sudah menyambut di Arrival Hall, dia bisa berbahasa Indonesia dengan baik karena memang kursus Bahasa Indonesia langsung dari Negara asalnya! Yes, dia datang ke Indonesia hanya untuk belajar bahasa Indonesia dikirim oleh kantornya. Jadi kesimpulannya, buanyakkk banget yakkk turis Indonesia yang datang ke Turki, sampai-sampai Travel Agent berani modal buat nyekolahin anak buah…dan tentunya sebagai penanda bahwa bisnis ini sangat menjanjikan (ehh mangaap mulai ngelantur dah!). Turki dibagi menjadi 2 yakni Turki bagian Eropa yang didominasi gedung-gedung perkantoran dan Turki bagian Asia yang didominasi tempat hunian, keduanya dipisahkan oleh Selat Bosporus dan dihubungkan oleh Bosporus Bridge, Internasional Airport mereka-pun ada 2 yakni Attaturk di bagian Eropa (sekarang sudah pindah lebih jauh) & Sabiha Gokchen dibagian Asia.

Minibus membawa kami ke destinasi pertama di hari itu, yakni Blue Mosque dan Istana Topkapi yang masih berada 1 area di kawasan Sultanahmed. Jadi ga ada ceritanya tuh bersih-bersih dulu di Toilet apalagi drop di Hotel dulu, semua itinerary group travel selalu uber-uberan kek Amazing Race, ga ada santai-santai-nya, ga ada adjustment karena jet lag atau karena perubahan cuaca dan temperatur, jadi dari pertama saya sudah siapin stamina tentunya. Blue Mosque atau Sultan Ahmed Camii, tidak berwarna biru sesuai nama-nya melainkan abu-abu pada bagian luar-nya, hanya langit-langit dalamnya yang agak biru tapi juga ngga signifikan. Untuk masuk anda harus memakai pakaian yang tertutup dan ga boleh membentuk badan, di depan sudah disediakan plastik untuk membungkus sepatu anda, ambil foto boleh tapi tidak boleh menggunakan flash. Terdapat sekat untuk yang hanya berkunjung dan yang untuk beribadah, jadi tidak akan mengganggu yang sedang beribadah. Sudah sampai masjid ya sholat aja kan yakkk…ngga juga! Kata si Adem ga usah sholat nanti aja di bus, jadi masuk ambil foto trus keluar…Baiklahhhh….





Kemudian kami menuju Istana Topkapi, tidak jauh dari Blue Mosque hanya berjalan selama 15 menit saja, entrance fee-nya 40 TL atau sekira IDR 150.000. Museum yang dulunya Istana peninggalan Turki Utsmani ini sangat luas dan indah, menghadap Laut Marmara dan Selat Bosporus menempati area seluas 700.000 m2 sehingga dinobatkan sebagai Istana terluas ke-2 di dunia setelah Istana Versailles di Perancis (am on my way yeahhh!). Kami melewati gate yang bangunan-nya seperti benteng Disneyland, sebelum itu kami melewati gate untuk security check, dan kami langsung ke bagian istana yang disebut Sacred Relics (yang tidak boleh difoto) dan dulunya adalah kamar Sultan, sekarang tempat untuk menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan Rosul, Nabi, dan sahabat-sahabat Rosul.

Diantara benda-benda bersejarah tersebut seperti, cetakan tapak kaki kanan Rosul pada saat peristiwa Mi’raj, jenggot Rosul, pedang Rosul dan pedang sahabat-sahabat beliau, kiswah, kunci ka’bah, dan masih banyak lagi yang lain. Saat anda memasuki bangunan ini, anda akan mendengar rekaman lantunan bacaan ayat suci Quran oleh 24 Hafiz secara bergantian, dan konon dulu di istana ini selalu dilantunkan bacaan Quran selama 407 tahun 24 jam nonstop tanpa henti! Bagian lain dari Istana adalah Harem (istana istri-istri/ibu/anak Raja, yang harus membayar tiket masuk lagi), dapur kerajaan yang sangat besar, gedung administrasi, gudang senjata, sekolah, dan 4 taman kerajaan yang beberapa diantaranya menghadap Selat Bosporus, dan bagian lain tersebut tidak bisa saya ceritakan lebih lanjut karena ga masuk, jadi masuk ke Sacred Relics trus langsung pergi berangkat ke Kota Bolu. Padahal tepat di depan Istana Topkapi adalah bangunan bersejarah Hagia Sophia atau dalam bahasa Turki bernama Aya Sophia (eh bagus banget namanya buat anak perempuan yah, Halahhh!), sayang sekali lagi-lagi harus kami skip karena waktu sudah menunjukkan pukul 16.00, sedangkan Haghia Sophia tutup pukul 17.00, disamping itu kami harus berangkat segera ke Kota Bolu agar tidak kemaleman, hiks!

Istana Topkapi
Hagia Sophia

Obelisk Mesir Kuno, 1479 BC
Sekadar informasi, Hagia Sophia ini bangunan bersejarah untuk Umat Muslim dan Umat Nasrani yang dibangun pada tahun 537 Masehi, tiket masuknya sebesar 40 TL atau sekira IDR 150.000. Bangunan ini awalnya adalah sebuah Gereja Ortodoks pada masa Kekaisaran Konstatinopel dan kemudian berubah fungsi menjadi Masjid saat Turki dikuasai oleh Kekaisaran Ottoman, namun relic-relic simbol agama Nasrani masih ada seperti relic Yesus dan Bunda Maria, sedangkan lafadz Allah dan Rosul tetap ada di dinding-nya. Sekarang, Hagia Sophia hanya difungsikan sebagai Museum, saya jadi teringat Kuil Parthenon di Yunani yang juga memiliki sejarah yang sama dengan Hagia Sophia, awalnya adalah Gereja Ortodoks pada masa Konstatinopel, kemudian jadi Masjid saat Yunani berhasil dikuasai oleh Kekaisaran Ottoman. Loh, kok bisa sama ya? Ya karena Yunani dan Turki ini sebelahan letaknya, budaya-nya hampir mirip walaupun berbeda Ras, misalnya seperti souvenir jimat Evil Eye untuk menangkal nasib buruk (namanya kontradiktif dengan kegunaannya yakkk 😑) yang ternyata tidak hanya dipunyai Yunani, Turki-pun punya, juga Baklava yang menjadi makanan khas kedua Negara tersebut.

The Evil Eye - tangan Dinda apa Ira ini??
kayak-nya tangan Ira sih ini, kasih hadiah ya gaess kalo benerrr 😂

0 comments:

Post a Comment