Wednesday, March 4, 2020

UK & West Europe Part 1 (The Preps - Ticket & Misc)


Seri kali ini kemungkinan bakalan panjang πŸ˜€, dan kayaknya saya mengikuti prinsip traveling ideal ya, makin kesini makin jauh dan makin rumit visa-nya 😁.


Baiklah tidak perlu bertele-tele lagi, seperti biasa saya menulis travel history berdasar apa dulu yang harus dilakukan dengan mengikuti budget yang sudah saya rencanakan tentunya, jadi anda pembaca setia saya (ehem!) tidak perlu repot-repot buka part-part berikut (yang belum tentu anda butuhkan).

Judulnya tempting yaa kayak keliling sebulan gitu deh ya, padahal West Europe-nya cuma Amsterdam, Paris, dan Brussel aja hehe…plus UK maklum fakir cuti πŸ˜€.

Berburu Tiket!
Tiket? Visa-nya gimana?
Salah satu syarat traveling ke Negara yang memerlukan Visa adalah adanya tiket pesawat untuk Negara-negara Schengen (Untuk UK sudah tidak perlu). Opsi-nya, pertama anda beli dulu tiket pesawat paling tidak 8  bulan sebelumnya yang kemungkinan besar anda bisa mendapatkan tiket murah, tapi kalo tidak granted visa-nya, maka tiket pesawat (mungkin) bisa refund, besar kecilnya refund tergantung dari kelas seat-nya (biasanya tiket-tiket murah seat-nya kelas rendah, dengan refund yang sedikit bahkan mungkin hangus), jadi konsekuensi yang anda tanggung adalah hilang uang sebagian atau seluruhnya. Opsi yang kedua anda urus visa dulu (maksimal 3 bulan sebelum keberangkatan) dengan dummy ticket yang bisa anda beli di travel-travel agent harganya sekitar IDR 200.000-300.000, jika visa granted maka baru membeli tiket pesawat yang artinya kemungkinan besar harganya sudah tidak murah lagi.

Jadi anda diharuskan memilih salah satu dengan resiko masing-masing, telur dulu atau ayam dulu, tidak bisa tidak pilih sama sekali, maka saya pilih telur dulu (baca: tiket πŸ˜€). Hal yang sama berlaku jika anda pergi  dengan mengikuti open trip sebuah group tour, anda akan diwajibkan membayar DP dulu untuk blocking seat pesawat, yang nantinya DP hangus jika visa rejected, nah berapa persen hangusnya? Tergantung dari kebijakan masing-masing penyelenggara open trip.

Harga-harga normal tiket pesawat ke Eropa sekitar IDR 9.000.000- IDR 12.000.000, paling murah IDR 9.000.000 untuk maskapai middle-east based seperti Emirates, Etihad, atau Qatar. IDR 11.000.000-IDR 12.000.000 dengan Garuda, Cathay, atau Singapore, promo tipis-tipis IDR 7.800.000-IDR 9.000.000, itu sudah paling lumayan. Maskapai yang paling ideal menurut saya adalah Emirates, Etihad, dan Qatar karena hub dari seluruh dunia ada di bandara tempat transit maskapai-maskapai tersebut  sehingga jam penerbangan cukup banyak & lokasi transit strategis (ditengah-tengah antara benua Asia & Eropa).

Pertama, tentunya saya plot budget total terlebih dahulu sebesar IDR 18.000.000! ngimpi kali ya?? memang! Tapi kalo tidak di patok budget saya bakalan foya-foya haha…dan kemudian nangis berderai-derai saat terima tagihan kartu kredit hehe…

Dengan budget 18jutaan, saya rencanakan tiket pesawat maksimal IDR 8.000.000 bulet, kalau dapat IDR 7.000.000 ya syukur Alhamdulillah, transport antar Negara dengan menggunakan Bus tanpa melihat lama waktu perjalanan dan berapa lama bisa ambil cuti, iyakk saya-nya masih ngayal-ngayal dan menerawang (padahal antara Negara Eropa ga sedeket itu juga!). Selama 3 bulan lama-nya saya setia ngoprek-oprek website berbagai maskapai dan online travel agent, sungguh tidak hanya butuh niat tapi juga tekad yang kuat, rasanya sih 3 bulan dari Februari 2019 ngga kerja, di kantor kerjaannya cuma buka tutup online travel agent πŸ˜€.

Sampai kemudian group backpacker international di facebook yang saya ikuti memberikan info bahwa akhir April 2019 akan ada promo gledek diskon 50% oleh Tik*t.com ke beberapa destinasi dunia (Nah, penting ini untuk ikut group-group berfaedah gini – buat traveler yaaa :D). Saya yang ga pernah percaya diskon-diskonan ini sebenernya apatis, antara harga udah dinaikin atau ada prasyarat lain untuk mendapat tiket murah, tapi mencoba ngecek tidak ada salahnya bukan??. Dari pengalaman traveler yang tidak berhasil booked karena server down, sampai dengan berhasil booked tapi ga bisa dibayar, juga berhasil dibayar tapi tidak issued juga tiket-nya, semuanya gagal. Anda tau kenapa? Karena harganya sangat fantastis, ada yang dapat IDR 4.600.000 sampai dengan IDR 5.600.000 ke destinasi Eropa Barat seperti Amsterdam, Zurich, atau Paris, maskapai yang di diskon 50% hanya Emirates dan Etihad, oiya yang men-diskon bukan maskapai-nya ya tapi situs online travel-nya, bakarrr duit-nya manteb bener deh!

Saya masih klak-klik selama seminggu penuh sembari me-mantabkan diri…jjiaahhh wkwk (masih ragu-ragu beneran diskon ga sih ini??). Dua hari terakhir saya tekadkan untuk membeli with any risked (karena saya juga membeli 2 tiket lainnya jadi total 3 pax), input nama, input CC, pay, and confirmed! Ticket issued! IDR 5.600.000 PP Amsterdam dengan Etihad!. Pecahhh kata Bos saya! πŸ˜€, rejeki anak (agak) sholehah saya bilang πŸ˜€, jadi orang-orang yang dapat IDR 4.600.000 mungkin (benar-benar) sholehah wkwk, oiya ini full serviced airlines ya, jadi bukan budget airlines alias engga ecek-ecek, dengan pesawat semurah itu, entahlah seandainya visa tidak granted, bisa jadi gone semua uangnya, atau hanya dapat sebagian.

Arrangement berikutnya adalah Hotel.
Akomodasi di Eropah ternyata muahalll sodarah-sodarah 😁, bisa sih dapat yang murah tapi dapatnya hostel dengan tempat tidur campur dan kamar mandi campur, anda bahkan bisa mendapatkan harga IDR 200.000/orang/malam. Tapi mohon maaap, buat saya akomodasi itu penting sekali terutama masalah keamanan dan kenyamanan, jadi sudah barang tentu saya tidak pernah menjadikan Hostel sebagai opsi. Jadi bagaimana dong biar budget IDR 18.000.000 masih bisa masuk?? nah saya bisa mendapatkan Hotel dan Apartemen yang harganya IDR.500.000/orang/malam dan yang paling penting lokasi strategis (dekat dengan stasiun atau Bus Stop). Lho masih murah dong?? Iya tapi ada syaratnya, syaratnya adalah anda harus booking jauh-jauh hari kurang lebih 2 bulan sebelum keberangkatan dan nonrefundable - exclude breakfast. Artinya, anda sudah harus mendapatkan Visa sebelum 2 bulan, untuk itu Visa harus di apply segera secepatnya (saat itu tepat 90 hari sebelum keberangkatan), jadi selama 8 malam total expense Hotel adalah IDR 3.940.555.

Selanjutnya adalah transport antar negara, tiba di Amsterdam kami langsung ke London menggunakan British Airways dengan harga IDR 937.000. Dari London kami ke Paris dengan kereta cepat Eurostar pukul 06.00 seharga IDR 1.260.000. Tapi karena kepagian sedangkan Metro dari apartemen ke Stasiun Eurostar baru beroperasi pukul 05.00 yang mana tidak akan keburu, maka kami memutuskan membeli Eurostar pukul 09.00 seharga IDR 1.800.000! yak astaga belon apa-apa udah jebol aja wkwk...seperti biasa magic-word kami adalah sudah terlanjur basah lebih baik nyemplung sekalian πŸ˜‚. Jadi terbelilah itu tiket 1,8juta! yang kemudian kami mendapat balikan sejumlah IDR 430.000 karena terjadi keterlambatan πŸ˜. Kemudian kereta Paris-Brussel yakni Thalys seharga 651.000, selanjutnya Brussel-Amsterdam IDR 434.000.

Expense lain yang sudah ketahuan adalah Travel Insurance IDR 474.700, Modem kami sewa 1 saja IDR 956.000, jadi per orangnya IDR 239.000. Visa Schengen IDR 1.170.000, Visa UK 1.754.000, sampai disini totalnya sudah IDR 16.570.255 ya kaka-kakaaa. Nah dari sini saya harus pintar-pintar mengatur budget untuk makan dan transport dalam kota, padahal sisa budget hanya IDR 1.429.745, bagaimanakah caranya agar kalo over ngga over-over banget??. Buat saya yang makannya gampang ini kami cukup bawa bekal makanan seperti beras, rendang, dan makanan kering lainnya, tentunya beserta rice cooker yang untuk traveling dan teko listrik. Sesekali lah kami makan di restoran yang harganya sekali makan plus minum adalah sekitar IDR 250.000 namun dengan porsi yang sangat besar jadi anda bisa sharing dengan 2 orang. Untuk transportasi dalam kota spending-nya adalah sekitar IDR 1.000.000, dan tentunya kami memilih spot-spot touristy yang gratis, jadi GRAND TOTAL-nya adalah IDR 18.500.000 woohoooo πŸŽ† (over IDR 500.000 masih dimaafkanlah, yeekann 😁).

Nah, sekarang kita kerjakan yang paling sulittt dari traveling yakni VISA! 
Karena saya berkunjung ke 2 area dalam hal ini area Uni Eropa (Belanda, Perancis, Belgia) & area Inggris Raya (yang tidak masuk dalam bagian Uni Eropa) maka sudah barang tentu perlu 2 Visa untuk dapat masuk ke kedua area tersebut, hemmm mumet yak?? Bangettt!, pertama saya urus dulu visa Schengen untuk Uni Eropa. Saya memilih untuk mengurus Visa Schengen dari Belanda, pertimbangannya adalah karena tempat masuk pertama kali ke Eropa, agar tidak terlalu banyak ditanya-tanya saat kedatangan. Setelah visa Schengen granted baru kemudian mengurus visa UK. Mulai apply Visa atau membuat janji temu paling tidak 3 bulan sebelum keberangkatan, agar visa didapatkan tepat waktu (sebelum hari keberangkatan), jadi anda tidak makin harap-harap cemas, dan Hotel serta tiket-tiket kereta bisa di booking lebih awal segera setelah visa di dapatkan. Tentunya dengan tujuan untuk mendapatkan harga murah, seperti hal-nya pesawat, makin awal di booking, harga makin murah, dan peluang ketersediaan makin besar.

2 comments:

  1. Cakep kak..
    Biaya juga nyaman dikantongπŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete