Seri kali ini kemungkinan bakalan panjang π, dan kayaknya saya mengikuti prinsip traveling ideal ya, makin kesini makin jauh dan makin rumit visa-nya π.
Baiklah tidak perlu bertele-tele
lagi, seperti biasa saya menulis travel history
berdasar apa dulu yang harus dilakukan dengan mengikuti budget yang sudah saya rencanakan tentunya, jadi anda pembaca setia
saya (ehem!) tidak perlu repot-repot buka part-part
berikut (yang belum tentu anda butuhkan).
Judulnya tempting yaa kayak keliling sebulan gitu deh ya, padahal West Europe-nya cuma Amsterdam, Paris,
dan Brussel aja hehe…plus UK maklum fakir cuti π.
Berburu Tiket!
Tiket? Visa-nya
gimana?
Salah satu syarat traveling ke Negara yang memerlukan Visa
adalah adanya tiket pesawat untuk Negara-negara Schengen (Untuk UK sudah tidak
perlu). Opsi-nya, pertama anda beli dulu tiket pesawat paling tidak 8 bulan sebelumnya yang kemungkinan besar anda
bisa mendapatkan tiket murah, tapi kalo tidak granted visa-nya, maka tiket pesawat (mungkin) bisa refund, besar kecilnya refund tergantung dari kelas seat-nya (biasanya tiket-tiket murah seat-nya kelas rendah, dengan refund
yang sedikit bahkan mungkin hangus), jadi konsekuensi yang anda tanggung adalah
hilang uang sebagian atau seluruhnya. Opsi yang kedua anda urus visa dulu
(maksimal 3 bulan sebelum keberangkatan) dengan dummy ticket yang bisa anda beli di travel-travel agent harganya
sekitar IDR 200.000-300.000, jika visa granted
maka baru membeli tiket pesawat yang artinya kemungkinan besar harganya sudah
tidak murah lagi.
Jadi anda diharuskan memilih
salah satu dengan resiko masing-masing, telur dulu atau ayam dulu, tidak bisa
tidak pilih sama sekali, maka saya pilih telur dulu (baca: tiket π). Hal yang
sama berlaku jika anda pergi dengan
mengikuti open trip sebuah group tour, anda akan diwajibkan
membayar DP dulu untuk blocking seat
pesawat, yang nantinya DP hangus jika visa rejected,
nah berapa persen hangusnya? Tergantung dari kebijakan masing-masing
penyelenggara open trip.
Harga-harga normal tiket pesawat
ke Eropa sekitar IDR 9.000.000- IDR 12.000.000, paling murah IDR 9.000.000
untuk maskapai middle-east based
seperti Emirates, Etihad, atau Qatar. IDR 11.000.000-IDR 12.000.000 dengan
Garuda, Cathay, atau Singapore, promo tipis-tipis IDR 7.800.000-IDR 9.000.000,
itu sudah paling lumayan. Maskapai yang paling ideal menurut saya adalah
Emirates, Etihad, dan Qatar karena hub
dari seluruh dunia ada di bandara tempat transit maskapai-maskapai tersebut sehingga jam penerbangan cukup banyak & lokasi
transit strategis (ditengah-tengah antara benua Asia & Eropa).
Pertama, tentunya saya plot
budget total terlebih dahulu sebesar IDR 18.000.000! ngimpi kali ya?? memang!
Tapi kalo tidak di patok budget saya bakalan foya-foya haha…dan kemudian nangis
berderai-derai saat terima tagihan kartu kredit hehe…
Dengan budget 18jutaan, saya rencanakan tiket pesawat maksimal IDR
8.000.000 bulet, kalau dapat IDR 7.000.000 ya syukur Alhamdulillah, transport
antar Negara dengan menggunakan Bus tanpa melihat lama waktu perjalanan dan
berapa lama bisa ambil cuti, iyakk saya-nya masih ngayal-ngayal dan menerawang
(padahal antara Negara Eropa ga sedeket itu juga!). Selama 3 bulan lama-nya
saya setia ngoprek-oprek website
berbagai maskapai dan online travel agent,
sungguh tidak hanya butuh niat tapi juga tekad yang kuat, rasanya sih 3 bulan
dari Februari 2019 ngga kerja, di kantor kerjaannya cuma buka tutup online travel agent π.
Sampai kemudian group backpacker
international di facebook yang saya ikuti memberikan info bahwa akhir April
2019 akan ada promo gledek diskon 50% oleh Tik*t.com ke beberapa destinasi
dunia (Nah, penting ini untuk ikut group-group berfaedah gini – buat traveler
yaaa :D). Saya yang ga pernah percaya diskon-diskonan ini sebenernya apatis,
antara harga udah dinaikin atau ada prasyarat lain untuk mendapat tiket murah,
tapi mencoba ngecek tidak ada salahnya bukan??. Dari pengalaman traveler yang
tidak berhasil booked karena server
down, sampai dengan berhasil booked tapi ga bisa dibayar, juga berhasil dibayar
tapi tidak issued juga tiket-nya, semuanya gagal. Anda tau kenapa? Karena
harganya sangat fantastis, ada yang dapat IDR 4.600.000 sampai dengan IDR
5.600.000 ke destinasi Eropa Barat seperti Amsterdam, Zurich, atau Paris,
maskapai yang di diskon 50% hanya Emirates dan Etihad, oiya yang men-diskon
bukan maskapai-nya ya tapi situs online travel-nya, bakarrr duit-nya manteb bener
deh!
Saya masih klak-klik selama
seminggu penuh sembari me-mantabkan diri…jjiaahhh wkwk (masih ragu-ragu beneran
diskon ga sih ini??). Dua hari terakhir saya tekadkan untuk membeli with any risked (karena saya juga
membeli 2 tiket lainnya jadi total 3 pax), input nama, input CC, pay, and
confirmed! Ticket issued! IDR 5.600.000 PP Amsterdam dengan Etihad!. Pecahhh
kata Bos saya! π, rejeki anak (agak) sholehah saya bilang π, jadi orang-orang
yang dapat IDR 4.600.000 mungkin (benar-benar) sholehah wkwk, oiya ini full serviced airlines ya, jadi bukan budget airlines alias engga ecek-ecek,
dengan pesawat semurah itu, entahlah seandainya visa tidak granted, bisa jadi gone
semua uangnya, atau hanya dapat sebagian.
Arrangement berikutnya adalah Hotel.
Akomodasi di Eropah ternyata muahalll sodarah-sodarah π, bisa sih dapat yang murah tapi dapatnya hostel dengan tempat tidur campur dan kamar mandi campur, anda bahkan bisa mendapatkan harga IDR 200.000/orang/malam. Tapi mohon maaap, buat saya akomodasi itu penting sekali terutama masalah keamanan dan kenyamanan, jadi sudah barang tentu saya tidak pernah menjadikan Hostel sebagai opsi. Jadi bagaimana dong biar budget IDR 18.000.000 masih bisa masuk?? nah saya bisa mendapatkan Hotel dan Apartemen yang harganya IDR.500.000/orang/malam dan yang paling penting lokasi strategis (dekat dengan stasiun atau Bus Stop). Lho masih murah dong?? Iya tapi ada syaratnya, syaratnya adalah anda harus booking jauh-jauh hari kurang lebih 2 bulan sebelum keberangkatan dan nonrefundable - exclude breakfast. Artinya, anda sudah harus mendapatkan Visa sebelum 2 bulan, untuk itu Visa harus di apply segera secepatnya (saat itu tepat 90 hari sebelum keberangkatan), jadi selama 8 malam total expense Hotel adalah IDR 3.940.555.
Selanjutnya adalah transport antar negara, tiba di Amsterdam kami langsung ke London menggunakan British Airways dengan harga IDR 937.000. Dari London kami ke Paris dengan kereta cepat Eurostar pukul 06.00 seharga IDR 1.260.000. Tapi karena kepagian sedangkan Metro dari apartemen ke Stasiun Eurostar baru beroperasi pukul 05.00 yang mana tidak akan keburu, maka kami memutuskan membeli Eurostar pukul 09.00 seharga IDR 1.800.000! yak astaga belon apa-apa udah jebol aja wkwk...seperti biasa magic-word kami adalah sudah terlanjur basah lebih baik nyemplung sekalian π. Jadi terbelilah itu tiket 1,8juta! yang kemudian kami mendapat balikan sejumlah IDR 430.000 karena terjadi keterlambatan π. Kemudian kereta Paris-Brussel yakni Thalys seharga 651.000, selanjutnya Brussel-Amsterdam IDR 434.000.
Arrangement berikutnya adalah Hotel.
Akomodasi di Eropah ternyata muahalll sodarah-sodarah π, bisa sih dapat yang murah tapi dapatnya hostel dengan tempat tidur campur dan kamar mandi campur, anda bahkan bisa mendapatkan harga IDR 200.000/orang/malam. Tapi mohon maaap, buat saya akomodasi itu penting sekali terutama masalah keamanan dan kenyamanan, jadi sudah barang tentu saya tidak pernah menjadikan Hostel sebagai opsi. Jadi bagaimana dong biar budget IDR 18.000.000 masih bisa masuk?? nah saya bisa mendapatkan Hotel dan Apartemen yang harganya IDR.500.000/orang/malam dan yang paling penting lokasi strategis (dekat dengan stasiun atau Bus Stop). Lho masih murah dong?? Iya tapi ada syaratnya, syaratnya adalah anda harus booking jauh-jauh hari kurang lebih 2 bulan sebelum keberangkatan dan nonrefundable - exclude breakfast. Artinya, anda sudah harus mendapatkan Visa sebelum 2 bulan, untuk itu Visa harus di apply segera secepatnya (saat itu tepat 90 hari sebelum keberangkatan), jadi selama 8 malam total expense Hotel adalah IDR 3.940.555.
Selanjutnya adalah transport antar negara, tiba di Amsterdam kami langsung ke London menggunakan British Airways dengan harga IDR 937.000. Dari London kami ke Paris dengan kereta cepat Eurostar pukul 06.00 seharga IDR 1.260.000. Tapi karena kepagian sedangkan Metro dari apartemen ke Stasiun Eurostar baru beroperasi pukul 05.00 yang mana tidak akan keburu, maka kami memutuskan membeli Eurostar pukul 09.00 seharga IDR 1.800.000! yak astaga belon apa-apa udah jebol aja wkwk...seperti biasa magic-word kami adalah sudah terlanjur basah lebih baik nyemplung sekalian π. Jadi terbelilah itu tiket 1,8juta! yang kemudian kami mendapat balikan sejumlah IDR 430.000 karena terjadi keterlambatan π. Kemudian kereta Paris-Brussel yakni Thalys seharga 651.000, selanjutnya Brussel-Amsterdam IDR 434.000.
Expense lain yang sudah ketahuan adalah Travel Insurance IDR 474.700, Modem kami sewa 1 saja IDR 956.000, jadi per orangnya IDR 239.000. Visa Schengen IDR 1.170.000, Visa UK 1.754.000, sampai disini totalnya sudah IDR 16.570.255 ya kaka-kakaaa. Nah dari sini saya harus pintar-pintar mengatur budget untuk makan dan transport dalam kota, padahal sisa budget hanya IDR 1.429.745, bagaimanakah caranya agar kalo over ngga over-over banget??. Buat saya yang makannya gampang ini kami cukup bawa bekal makanan seperti beras, rendang, dan makanan kering lainnya, tentunya beserta rice cooker yang untuk traveling dan teko listrik. Sesekali lah kami makan di restoran yang harganya sekali makan plus minum adalah sekitar IDR 250.000 namun dengan porsi yang sangat besar jadi anda bisa sharing dengan 2 orang. Untuk transportasi dalam kota spending-nya adalah sekitar IDR 1.000.000, dan tentunya kami memilih spot-spot touristy yang gratis, jadi GRAND TOTAL-nya adalah IDR 18.500.000 woohoooo π (over IDR 500.000 masih dimaafkanlah, yeekann π).
Nah, sekarang kita kerjakan yang
paling sulittt dari traveling yakni VISA!
Karena saya berkunjung ke 2 area
dalam hal ini area Uni Eropa (Belanda, Perancis, Belgia) & area Inggris
Raya (yang tidak masuk dalam bagian Uni Eropa) maka sudah barang tentu perlu 2
Visa untuk dapat masuk ke kedua area tersebut, hemmm mumet yak?? Bangettt!, pertama
saya urus dulu visa Schengen untuk Uni Eropa. Saya memilih untuk mengurus Visa
Schengen dari Belanda, pertimbangannya adalah karena tempat masuk pertama kali
ke Eropa, agar tidak terlalu banyak ditanya-tanya saat kedatangan. Setelah
visa Schengen granted baru kemudian mengurus
visa UK. Mulai apply Visa atau membuat janji temu paling tidak 3 bulan sebelum
keberangkatan, agar visa didapatkan tepat waktu (sebelum hari keberangkatan),
jadi anda tidak makin harap-harap cemas, dan Hotel serta tiket-tiket kereta
bisa di booking lebih awal segera
setelah visa di dapatkan. Tentunya dengan tujuan untuk mendapatkan harga murah,
seperti hal-nya pesawat, makin awal di booking, harga makin murah, dan peluang
ketersediaan makin besar.

Cakep kak..
ReplyDeleteBiaya juga nyaman dikantongππ
Hehe...iya, Makasih syudah mampir yaa...π
Delete