Wednesday, January 11, 2017

Jepang Part 6 (Hakone-Osaka)


Keesokan paginya kami sudah packing lagi! (deuhh capeknyahh kakakkk...), karena rencananya setelah mengelilingi ‘setengah’ Hakone, kami langsung bablas ke Osaka, jadi check out trus nitip koper di concierge, pulangnya tinggal ambil. Dari hotel kita tinggal naik Bus yang sama ke arah terminal yang dekat dengan pusat informasi Hakone dan Hakone Yumoto St. tempo hari, untuk naik Bus ini dari Hotel kita cukup infokan ke Front Office Hotel dan mereka akan memberitahu kita berapa lama Bus akan sampai, Bus ini memiliki rute pendek jadi kita tidak akan lama menunggu kira-kira hanya 10 menit saja. 

Taken from Odakyu web information
Sampai di Pusat Informasi Hakone kami diberitahukan oleh Mbak-mbak Petugas bahwa rute kereta ke arah Owakudani Crater ditutup karena sedang bergejolak status siaga...yahhhhhhhh (-.-), pupus sudah harapan, padahal ini highlight site dari Hakone, Hemmm...ya sudah barangkali ini adalah pertanda bahwa saya harus kembali kesini suatu saat nanti hihi...(horanggg kayahhh....:D). Jadi seandainya sesuai dengan rencana, rute yang akan kami tempuh adalah dari Hakone Yumoto St. dengan Hakone Tozan Train ke Gora, dari Gora dengan Hakone Tozan Cable Car (kereta yang ditarik dengan kabel) ke Sounzan, kemudian dengan rope way (kereta gantung) ke Owakudani, sambung kereta gantung lagi ke Togendai-ko dari sini menyeberangi Lake Ashi dengan kapal berlabuh di Hakonemachi-ko atau Motohakone-ko, disini kita bisa walking tour ke Hakone Detached Palace Garden dan Hakone Jinja Shrine, balik ke Hakone Yumoto St. dengan Hakone Tozan Bus. 

Nah berhubung kereta arah Owakudani ditutup maka kami langsung potong rute tour menggunakan Hakone Tozan Bus ke arah Lake Ashi, berhenti di Motohakone-ko, fare-nya lupa sayah :D, tapi yang jelas sih murah kok ngga mahal, rute Bus ke arah Lake Ashi ini cukup challenging karena jalurnya berkelok-kelok menuju puncak perbukitan, agak mual sih saya :D. Tidak jauh dari Bus Stop Motohakone-ko terdapat kantor pembelian tiket Hakone Cruise Ship dan Motohakone-ko Port, tiket PP Motohakone-ko ke Togendai-ko untuk kelas standar IDR 200.000, sedangkan untuk first class seharga IDR 350.000, bedanya hanya indoor area untuk first class berada di haluan kapal jadi ruang pandang tidak terbatas. Kami membeli tiket first class PP dengan lama perjalanan 30 menit, stop di Togendai-ko kurang lebih 1 jam untuk makan siang yang habisnya IDR 400.000 hadeehh....

Hakone Tozan Bus Stop

Motohakone-ko ticket counter
Our Cruise Ship is The Red One
NNB : Numpang Nampang Bentar :D
Inside The First Class
Hakone Jinja Shrine yang terlewatkan 😒

Dari deket seperti ini, Torii-nya agak nyemplung ke air...beautifulll 😍   *taken from muza-chan.net
Sumpahhh ku kan datang kembali! 😎 *taken from traverseworld.com
Karena hari sudah siang dan perjalanan selanjutnya cukup jauh, maka kami putuskan untuk kembali ke Stasiun Hakone Yumoto. Jadi alih-alih keliling ‘setengah’ Hakone, ini cuma ‘seperempat’ Hakone saja, sepertinya alam sekali lagi memberikan kode bahwa saya harus kembali kesini! Halah! :D. Rute yang sama kami lewati seperti saat berangkat, dengan Hakone Tozan Bus, berhenti di Terminal dekat Stasiun Hakone Yumoto, kemudian berganti shuttle Bus menuju Hotel untuk mengambil koper dan balik lagi ke Stasiun Hakone Yumoto. Masuk ke stasiun, ternyata disini juga ada loker tempat penyimpanan koper!!! Jiaaahhh...tau gitu kan ngga bolak-balik yah?? Etapi kan bayar 60rebu kali tiga, kalo nitip di hotel kan gratis, dan kami semua sepakat meng-amin-i bahwa kami ngirit 60ribu kali 3, sedangkan di lain waktu sekali makan bisa di atas 400ribu!!! (absurd maksimalllll....wkwk).

Rute kereta dari Hakone Yumoto St. ke Osaka adalah sebagai berikut, Hakone Yumoto St. dengan Hakone Tozan Railway stop di Odawara St. dengan Shinkansen Hikari stop Shin-Osaka St. pindah ke jalur Subway dengan Osaka City Midosuji line stop di Hommachi St. dengan Osaka City Chuo Line stop di Tanimachi Yonchomme St., lama perjalanan 4 jam total fare IDR 1.400.000. 4 jam perjalanan ini hanya waktu tempuhnya saja karena di setiap stasiun kita harus berjalan cukup jauh untuk pindah jalur kereta dikarenakan beda kereta beda pula jalur atau rel-nya. Contohnya saja Subway dengan Shinkansen, jika subway berada di bawah tanah dengan rel yang sama seperti yang kita lihat di negara kita, Shinkansen memiliki ukuran rel yang cukup besar dan berada di lajur atas karena memiliki kecepatan tinggi 300km/jam, saat di dalem Shinkansen sih biasa saja, namun saat kereta ini lewat depan kita lantai dan peron stasiun bergetar hebat seperti gempa bumi (ngagetin aselik!). 

Si Kereta Super Cepat, Shinkansen Hikari   *jepretan by Mak Bos
Buntutnya lumayan panjang
Dalemnya
Perjalanan Hakone-Osaka ini cukup menguras energi, karena melewati 5 stasiun dan naik turun peron yang tidak semua dilengkapi dengan elevator ataupun eskalator, tidak masalah kalo anda cuma menggendong ransel, tapi kalo gembolan anda adalah koper seberat 20 kg seperti saya, mungkin nambah sekali lagi dengan rute sama, saya sudah prospektif calon atlet angkat besi! :D. Namun tak disangka, ketika saya masih setengah jalan naik tangga ke atas menuju peron Shinkansen, seorang bapak-bapak yang tengah berjalan menuruni tangga tiba-tiba menghampiri saya membungkukkan badan seraya menjulurkan tangannya ke arah handle koper saya! Maigatttt...si Bapak mengangkat koper saya balik ke atas yang tadinya beliau sudah hampir turun ke bawah!!..huhuhu terharu sayah...(orang baik nomer 5, Arigato!). Berikutnya, ketika kami tiba di Stasiun Shin-Osaka menuruni tangga yang jumlah anak tangganya agak bikin kaki dan tangan gemeteran :D, kali ini saya ber-akting seolah kecapekan (ya beneran capek sih!), dan berhasil! Tetiba Bapak-bapak yang berpakaian rapi berdasi mengambil koper saya dan menurunkannya kebawah...boleh peluk ngga Pak? wajahnya mirip-mirip sama Bapak saya sebab wkwk (Arigato 1000x! orang baik nomer 6). 

Tiba di Stasiun Tanimachi Yonchome, kami kira drama naik turun tangga sudah berakhir, ternyata stasiun ini juga tidak di fasilitasi dengan eskalator atau elevator hedehh...(-.-), sepertinya tangga exit stasiun tidak begitu tinggi, karena kami sudah bisa melihat ujung anak tangga dari jauh. Gampanglah...kecil inih mah! Akan tetapi ternyata ujung anak tangga yang kami lihat dari jauh tadi berbelok ke kanan dan masih disambung dengan tangga yang tingginya ampun-ampunan...duh Gustiiii...salon pas mana salon pas???. 

Si Tanjakan yang berbelok ke kanan πŸ˜‚
Keluar dari stasiun kami disambut rintik-rintik hujan dan udara yang cukup dingin, hotel yang kami tempati adalah Sun White Hotel Osaka. Dari Stasiun Tanimachi Yonchome exit ‘embuh’ ke arah hotel ternyata jauh banget, kira-kira 30 menit-an kami baru sampai, padahal di website katanya tidak jauh hanya 5 menit jalan kaki, ternyata kami salah keluar, harusnya kami keluar di exit 4! πŸ˜…. Setelah check in, tidak jauh dari Hotel kami menemukan sebuah kedai makanan yang penjualnya adalah 3 orang Oma-oma ramah. Saya sudah siap dengan gambar-gambar ayam, sapi, dan babi disilang, tapi dia ngomong apa, kami ngomong apa, ngga jelas dan ngga nyambung, dan itu terjadi selama 15 menit! Hhhhhhh...ABG cowok yang lagi makan disitu sampai keketawaan ngeliat kami (bantuin kek!), pas disamperin Mak Bos “do you speak english?” “could you help us to order the menus?” eh lha kok geleng-geleng sambil dadah-dadah panik, lhahhh trus situ nape keketawaan tadi??. 15 menit berlalu sampai akhirnya temen saya yang surprisingly bisa sedikit bahasa Jepang menangkap maksud Oma-oma ini bahwa kedai mereka hanya menjual Mie Soba!, pantes ya saya sodorin gambar-gambar ditolak semua tapi kami ga ngatri kenapa?? wkwk. Dari info yang saya dapat Mie dari tepung soba ini halal, semua bumbunya dari bahan-bahan yang halal pula harganya IDR 50.000, begitu juga dengan Mie Udon yang berbahan dasar dari makanan laut, yang tidak Halal adalah Mie Ramen, tapi ada 1 kedai Mie Ramen halal di daerah Asakusa cuma saya ngga tau dimana letak persisnya.

0 comments:

Post a Comment