Keesokan paginya kami mulai tour belanja seharian, dimulai dengan les memasak membuat Kimchi, Guru Lesnya adalah seorang perempuan paruh baya yang menjelaskan dengan Bahasa Korea kemudian diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Putri. Saya lupa bahan sausnya apa saja, yang saya inget cuma cuka aja, pokoknya tau-tau jadi saus warna orange agak kemerahan itu, dan kitanya cuma praktek membaluri si sawi putih dengan sausnya, setelah itu di fermentasikan, udah gitu aja. Sebab pada dasarnya saya ngga suka kimchi, rasanya asem dan baunya agak menyengat membuat selera makan saya terjun bebas, jadinya tiap ada kimchi di depan saya, langsung saya geser jauh-jauh deh hehe...
Bersebelahan dengan ruang memasak adalah ruang studio foto, buat apa? Ya buat kita foto-foto dengan Baju Hanbok. Untuk pria, Hanboknya persis sepasang piyama dan celananya, untuk Hanbook wanita seperti dress tanpa lengan diikat di bagian dada, sedangkan atasannya atau disebut dengan Jeogori juga di ikat di bagian depannya. Menurut saya, Hanbok lebih menarik daripada Yukata, baik dari segi bahan maupun warnanya yang mencolok dan tabrak motifnya, dipakainya longgar dan ngga ribet.
Ok kembali topik, yang mendampingi tour ginseng ini adalah seorang staff dari si perusahaan ginseng yang bisa berbahasa Indonesia dengan baik...yaa iyalah wong orang Indonesia kok wkkkk, jadi selama tour ginseng kami dengan santai saling melempar joke-joke kecil dengan si staff. Tibalah saatnya kami memasuki sebuah ruangan yang isinya varian produk-produk ginseng, satu per satu kami mencoba teh ginseng yang rasanya pahit, end up-nya apa coba? suruh beli!. Damn! Tau gitu ngga usah sok akrab tadi sama mas-nya ginseng *nyesel gue, segala bujug rayu dilancarkan sampai menyinggung tas LV bos saya, maksudnya gini bisa beli tas LV mosok ngga bisa beli ginseng gitu. Akhirnya luluh juga bos-bos saya ini sekotak ginseng kapsul dengan promo beli 1 gratis 1, terbeli dengan harga 30 juta rupiah!!! Mereka berdua patungan jadi masing-masing dapat sekotak, katakan sekotaknya 15 juta karena beli 1 gratis 1, pinter aja sik yang jual dirampok ini mah! *hahaha...
Rute belanja selanjutnya adalah Faceshop Outlet, tau kann apa-annn?? Iya ini toko kosmetik gitu, pertama mereka demo dulu, ada cream anti keriput, anti mata panda, anti jerawat dan anti-anti yang lain, kali ini staff-nya orang Korea berbahasa Inggris. Harga cream anti-anti ini lumayan sih menurut saya, paling murah anti mata panda seharga IDR 200.000, nah ini mah gapapa masih kebeli lah ama saya, karena teman saya membeli satu set cream pagi-siang-petang-malam-dini hari-subuh seharga IDR 2.000.000! *hahaha. Etapi beneran inih, karena orang Korea ngga laki ngga perempuan memakai cream-cream ini paling tidak 10 lapis, ckckck...bukan maen pantes si Putri mulus banget wajahnya, oiya dia kalo dandan lama banget katanya karena pake nge-rol rambutnya dulu hihi. Trus kata dia lagi boleh loh ikut “Tour Oplas”, Hah apaan tuh?? Tour 5 hari memodifikasi wajah alias operasi plastik! Sik sik sik, gimana-gimana? *Mode On Mbak2 tukang gosip mulai kelihatan aslinya.
Lanjut, jadi gini tournya 5 hari, harga operasi plastik seinget saya yang paling murah operasi hidung seharga IDR 10.000.000 diluar pesawat dan akomodasi, dan customer yang terbanyak adalah dari Tiongkok!. Hari pertama tiba kita langsung di antar ke klinik rujukan si travel untuk observasi, hari kedua tindakan alias di operasi, hari ke 3 stay di Hotel untuk penyembuhan biar luka operasi kering dulu *hiiyyyy. Hari ke 4 jalan-jalan ke mall, jadi kata dia “kalo di mall kamu liat ada orang di perban, itu berarti habis oplas, kalo hidung ya oplas hidung, ada yang di mata untuk oplas lipatan mata, ini biasanya mereka pake kacamata hitam, trus ada yang di rahang ini motong rahang biar wajahnya tirus *ooouchh ngilu sayah,” baiklah nanti kita buktikan bersama-sama. Hari terakhir atau ke 5 lepas perban dan pulang *kalo hasilnya bagus kalo engga??, trus kata dia lagi biasanya orang tua di Korea memberikan hadiah oplas untuk putri-putri mereka di hari kelulusan *biyuhh, “eh mbak Put, trus kamu ada yang di operasi ngga?” “saya engga, masih asli semua nih,” owhhhh syukurlah.
Kami lanjut ke Amethyst Showcase, ini kerajinan batu-batuan berwarna ungu untuk perhiasan gitu, harga gelangnya saja kurang lebih IDR 400.000, staffnya ada yang dari Indonesia juga, niat yak mereka, harusnya kita juga gitu sik. Saya lupa batu-batu ini dari mana atau dari apa karena ga boleh foto-foto, di tempat ginseng tadi juga tidak diperbolehkan mengambil gambar. Masih dengan tour belanja kami ke Shilla Mall, eh Shilla apa Lotte Mall yak? Duh lupa saya pokoknya antara ke dua Mall tersebut deh, kalo salah jangan marah yak wkkkk, namanya juga Mall sama ajalah bentuknya hihi...Mall ini gede buanget, saking gede-nya sampe dibekelin peta sebelum masuk, dan banyak duty free-nya karena Mall kelas A tempat nongkrongnya geng LV dan teman-temannya. Terus baru kali ini saya melihat pintu parkir mobil mall yang ada petugas penyambutnya. Jadi, ada 2 orang mbak-mbak kece dengan blazer warna biru laut dan dress putih, dipercantik dengan topi, berdiri mengapit plang otomatis pintu parkir, kalo ada mobil mau masuk mereka berdua menyambut dengan membungkukkan badan *bukan maennn.
Nah, di tempat inilah saya dan teman saya membuktikan cerita si Putri, dan benar saja tak lama masuk kami sudah melihat mbak-mbak yang diperban kelopak matanya memakai kacamata, trus di perban hidung-nya, yang paling ngilu yang di perban dari dagu sampai puncak kepala, nah ini pasti habis motong rahang inih *deuhh ulu hati saya berdesir. Pertanyaan! Kalo oplas itu boleh kamu mau di oplas apanya? Saya: hidung deh di tinggiin dikit hihi, kalo kalian apa??
Oiya, makan siang kami hari ini agak lain, karena kami makan siang di sebuah Restoran Malaysia, menunya kari daging sama telur dadar, rasanya sama kek masakan Indonesia, trus restoran ini juga di fasilitasi dengan Mushola dan mungkin satu-satunya di Korea *niat yaa mereka...menggaet turis muslim??. Oleh karena restoran ini baru dibuka maka kami diminta untuk memberikan review oleh mereka, yo jelas enak wong lidahnya Asia Tenggara bangettt. Malamnya kami makan di restoran fastfood (iyahhh KFC! kangennn cyinnn), yang letaknya di Namdaemaun Market. Kalo mau yang murah banget ya disini, karena barang-barangnya sebagian besar impor dari Tiongkok, udah gitu dimana-mana saya lihat bertebaran toko kosmetik, beuhh segini addict-nya yah sama kecantikan kulit muka??





0 comments:
Post a Comment