Thursday, January 26, 2017

Korea Part 1 (The Prep!)



Traveling kali ini saya mengikuti program tour dengan Travel Agent karena yang berangkat adalah satu group rombongan sekantor, nama paket tour-nya “Mono Korea Shocking Offer 6D by OZ” OZ ini maksudnya kode nomer penerbangan Asiana Airlines. Fare-nya sekitar IDR 7.500.000, belum termasuk tips guide & driver USD 5/day/person dan biaya visa IDR 350.000 tapi ini ditanggung kantor juga, plus ditambah perdiem yiiihaaa...*Breakdance. Untuk mendapatkan paket tersebut minimal anggota rombongan berjumlah 15 orang, kalo kurang dari jumlah itu bisa tapi nambah biaya karena berarti orang yang menanggung ‘biaya bersama’ seperti biaya transportasi yang awalnya bisa di share ber-15 jadi berkurang. Kalo yang berangkat perorangan juga bisa, digabung dengan peserta lain dalam group series yang tanggal berangkatnya sudah ditentukan oleh Travel. 

Menyiapkan Visa untuk 17 orang merupakan tantangan tersendiri bagi saya, walaupun via travel agent tetap kita-lah yang harus ngumpulin ubo rampenya mulai dari kemenyan, kembang melati..eh salah! Itu ubo rampe perdukunan biar visanya tembus semua hihi. Maksudnya seperti passport (ada yang belum punya, ada yang ganti baru), buku tabungan (ada yang ga punya rekening bank, ada gituh? Banyakkk! dan semuanya laki-laki!), KTP (ada yang kudu perpanjang dulu!), Buku Nikah (ada yang nyelip!), pas foto (ini saya kudu kejer-kejer masing-masing orang, akhirnya saya minta temen saya untuk fotoin satu persatu di kantor dan print sendiri!). Dan semua orang saya ingatkan satu per satu untuk melengkapi persyaratan, tiap pagi saya sms masing-masing orang untuk ke Bank buka rekening, cari Buku Nikah, cek KTP, dan lain-lain. Setelah semua lengkap, travel agent tinggal submit ke Embassy saja, jadi kalo mau kita-pun bisa juga kerjakan sendiri, info lebih lengkap bisa cek disini

...Dan hari itupun tiba, sekitar pukul 4 sore travel agent menelfon saya menyampaikan kabar tidak menyenangkan bahwa 10 dikabulkan sedangkan 7 yang lain di tolak, dhuaaarrr...! saya bagai disamber gledek bertegangan 100.000 Volt!. Waduh bagaimana ini?? Mau dibatalkan DP tidak bisa kembali utuh karena travel agent juga sudah blocking seat pesawat dan hotel, kalo lanjut 7 ngga ke angkut dan biaya paket tambah mahal sekitar IDR 2.000.000 per orang karena jumlah peserta kurang dari 15 orang, kalo ngga mau nambah biaya kami akan digabung dengan group tour yang lain. Saya hampir naik pitam ke travel karena option-nya sama sekali tidak menguntungkan bagi kami, padahal kami sudah nelongso dengan ditolaknya visa 7 orang teman kami. Saya kekeuh membatalkan tour dan meminta semua DP kembali utuh karena udah kesel banget, kasian juga sih mbaknya travel karena dia udah mulai jiper, padahal sebenernya itu trik saya agar kami diberikan option yang lebih baik lagi. 

Akhirnya, setelah kami berdiskusi dengan Mak Bos, dengan sangat terpaksa kami memutuskan untuk tetap berangkat dengan catatan diberikan harga yang sama. Setelah saya email Travel, saya datang ke kantor Travel bersama dengan 2 orang teman saya yang lain untuk bertemu dengan Manager travel, dalam pertemuan tersebut Travel Agent setuju untuk memberangkatkan kami dengan harga yang sama tetapi mereka tidak menyediakan guide dari Jakarta, jadi guide hanya akan ada sewaktu di Korea, buat kami sih tidak masalah. 

Di pertemuan tersebut juga kami berdiskusi mengenai kemungkinan kenapa 7 orang ini tidak dikabulkan visanya. Ada banyak kemungkinan, tapi menurut saya pribadi kemungkinan yang paling kuat karena isi buku tabungan yang minim, walaupun sudah ada referensi bank perusahaan, tetap dokumen pribadi menjadi pertimbangan, itulah sebabnya isi buku tabungan selalu yang paling saya tekankan untuk tidak disepelekan. Intinya sih jangan berikan celah kepada mereka untuk menolak permohonan kita, karena kalo kita yakin segala persyaratan sudah kita penuhi namun permohonan ditolak, maka kita masih memiliki kesempatan kedua dengan mengajukan banding ke diplomatnya langsung *ih ngeri udah kek konsultasi hukum. Tapi beneran, saya pernah membaca pengajuan banding di kedutaan besar Jerman dan dikabulkan, jadi jangan kasih kendorrr gaessss.... 

Saat itu saya dan teman saya didampingi travel agent sempat ke Korean Embassy untuk mencari tahu, walaupun saya sudah menduga bahwa kami tidak akan mendapat info apa-apa (namanya juga usaha yak!), mereka bilang dari dalam yang memutuskan, loket tidak tahu menahu...see? hanya diplomat dan Tuhan yang tahu...kan??kan??, mana penolakannya di stempel lagi di buku passport, sungguh kejam! Kan jadi ketahuan sama Embassy lain bukan!. Oiya, sebagai info travel ini cukup punya nama dan sering mengikuti acara Travel Fair, nama travel-nya ada Korea-korea-nya gitu, kurang apa coba?? Mereka sempat menyebutkan bahwa mereka sendiri juga shock karena baru pertama kali group series ditolak visa-nya yang jumlahnya terlalu banyak, entahlah??
Kayak begini nih stempel reject-nya 😢
Saat yang paling sulit bagi saya adalah ketika saya harus mengumpulkan dan memberitahukan kepada rekan-rekan saya siapa-siapa saja yang tidak mendapat visa, dan kami yang dapat harus tetap berangkat. Termasuk kemungkinan alasan yang menyebabkan ditolaknya visa, tentunya saya harus meminta maaf kepada rekan-rekan saya ini, karena saya kurang jeli meminimalisir kemungkinan-kemungkinan tersebut, *bo’ ini mau traveling baru part 1 aja udah sendu gini sik hiks.

Teman curhat saya sempat bertanya, “kamu dapet ngga visa-nya?”, saya: “ya dapetlah, kalo saya juga ngga dapet bubar kita, mosok ketua rombongan sekaligus brankas berjalan ga dapet visa, pada mau jajan pake apa?” :D. Saya sempat kepikiran juga, ini diplomat-diplomat per-visa-an tau aja sih kalo saya ketua rombongan dan brankas berjalan-nya hihi. Manager Travel-pun sempat bertanya pada anak buah-nya pada saat saya datang, apakah saya mendapat visa atau tidak? Tapi itu karena saya yang paling vocal dan paling galak pada saat negosiasi harga, yaa iyaalah...ngga galak nego gagal *pembelaan hihi. 

0 comments:

Post a Comment