Hari terakhir sebelum kembali ke Tokyo kami mampir dulu sebentar ke Kobe, dan siapa tahu masih bisa menghabiskan semalam di Shinjuku. Dari Stasiun Tanimachi Yonchome stop di Stasiun Shin-Osaka untuk nitip koper di loker karena kereta Shinkansen start dari stasiun ini. Untuk beberapa kota, stasiun tempat departur-nya Shinkansen memiliki nama yang berawalan dengan frasa ‘Shin’, seperti Shin-Osaka, Shin-Kobe, Shin-Fuji, dan lain-lain. Kalo anda tertarik dengan pernak pernik Shinkansen, cenderamata ber-tema-kan kereta super cepat ini, seperti alat tulis, notebook, gantungan kunci, dan replika mini-nya bisa di dapat di sini. Rute keretanya adalah Tanimachi Yonchome St. dengan Osaka City Subway Chuo Line for Cosmosquare stop di Hommachi St. sambung dengan Osaka City Subway Midosuji Line for Shin-Osaka, stop di Shin-Osaka St. Selama di Jepang, saya kerap kali memperhatikan setiap stasiun yang mereka bangun dengan serius. Stasiun-stasiun utama biasanya dibangun beberapa lantai yang di fasilitasi dengan shopping mall, bioskop, restaurants, sports club, taman, dan bahkan perkebunan, kereeen bukan??
 |
| Rukun yah mereka *Taken from Japan-Guide |
 |
| Kalo yang ini sih 'sadess' keren-nya. Bukannn! bukan saya yang motret! :D *Taken from Japan-Guide |
Melanjutkan perjalanan ke Kobe Harborland, dari Stasiun Shin-Osaka kami menggunakan JR Kyoto Line Rapid Service for Aboshi stop di Osaka St., sambung dengan JR Kobe Line Rapid Service for Aboshi stop di Kobe (Hyogo) St., keseluruhan total waktu tempuh hanya 1 jam karena Osaka-Kobe memang lebih dekat daripada Osaka-Kyoto. Setelah 2 jam menempuh perjalanan, kami sempat curiga karena sudah tidak tampak lagi gedung-gedung tinggi atau bangunan-bangunan modern, tepatnya sih Mak Bos yang notice, karena saya dan teman saya syantaiiii kayak dipantaiiii menikmati pemandangan, tanpa curiga kalo kami kesasarrr! Lagi!!! Untuk ke seribu tujuh ratus enam puluh empat kali-nya! 😁. Keluar dari kereta, kami disambut udara pegunungan yang cukup dingin, ternyata kami kebablasan sampai ke Stasiun Takedao, stasiun kecil ini di kelilingi oleh gunung, lembah, dan sungai, keren banget pokoknya. Karena mengejar waktu, kami harus buru-buru kembali, tinggal naik kereta arah sebaliknya saja, dan bertanya sebanyak 2 kali kami sudah sampai Kobe (Hyogo) Station, cuma jadi buang-buang waktu 2 jam!.
 |
| *jepretan by Henny |
 |
| Nyasar di Takedao |
 |
| The Surrounding area |
 |
| Nih petanya, harusnya kami mengikuti rel biru ke bawah ditandai dengan garis hitam, kami kebablasan sampai ke rel kuning ke atas ditandai dengan garis merah, *Hobi kok Nyasar 😭 |
Kobe (Hyogo) Station ter-integrasi dengan Mall dan lantai dasarnya digunakan untuk pertunjukan seni, saat itu kami melihat pertunjukan orkestra anak-anak SMP di lantai dasar di tengah persimpangan antara Mall dan Stasiun. Keluar dari stasiun, sepanjang jalan menuju Giant Ferris Wheel di Kobe Harborland adalah Shopping Arcade, area Giant Ferris Wheel merupakan area restoran-restoran, Anpanman Children's Museum and Mall, serta covention hall yang tidak begitu besar, pas kami datang kebetulan sedang ada warga lokal yang sedang melangsungkan pesta pernikahan karena saat itu adalah hari Sabtu. Disini kami hanya mampir sebentar dan mencicip Kobe Beef yang terkenal itu, berapa harganya? Rahasia..wkwk, menurut temen saya sih rasanya sama saja dengan jenis daging sapi yang lain (saya ngga makan daging lagi diet :D).
 |
| Tangga menuju lantai dasar Mall dari Stasiun |
 |
| Orkestra-nya |
 |
| Sepanjang jalan menuju Giant Ferris Wheel |
 |
| Anpanman Children's Museum and Mall *jepretan by Henny |
 |
| The Giant Ferris Wheel |
 |
| Kobe Station dilihat dari area Giant Ferris Wheel |
 |
| The Famous Kobe Beef |
 |
| Kobe Walk, seberangnya adalah Takahama Quay, menara merah itu Kobe Tower |
 |
| The Mosaic |
Kembali ke Tokyo, rute kereta yang kami lewati adalah Kobe (Hyogo) St. dengan JR Kobe Line Rapid Service for Yasu, stop di Osaka St. sambung dengan JR Kyoto Line Rapid Service for Yasu stop di Shin-Osaka St. total waktu tempu 31 menit. Kemudian dari Shin-Osaka Station dengan Shinkansen Nozomi, stop di Shinagawa St. sambung dengan JR Yamanote Line (Inner Loop) for Osaki stop di Hamamatsucho St., terakhir dengan Tokyo Monorail Rapid stop di Haneda Terminal 2, total waktu tempuh 3 jam, total fare IDR 1.500.000. Oiya, terkadang Shinkansen tidak langsung direct ke Osaka dari Tokyo dengan 1 kereta saja, kadang kala mereka stop di satu kota seperti kami waktu itu di Nagoya, dan sambung dengan kereta Shinkansen lain ke Osaka, tidak perlu panik, karena kereta lanjutannya ada di rel sebelahnya, cuma biar ngga kaget tanya dulu saja ke petugas yang jual tiket, keretanya direct atau connecting?.
Tiba di Tokyo waktu sudah menunjukkan hampir jam 9 malam, rencana ke Shinjuku kami batalkan, apalagi dengan gembolan koper-koper ini udah males banget rasanya hehe...Jadi kalo ada yang bisa jalan-jalan non stop memanfaatkan setiap waktu untuk ngider, wahhh saya sembah-sembah deh, cadangan baterenya pasti selusin ituh!. Beneran inih, karena saya sudah menghabiskan sepasang sepatu untuk perjalanan ini, sepatu saya jebol saya buang di Osaka :D, kebayang dong harus seberapa kokoh ini kaki!. Di Tokyo kami menginap di hotel bandara
Royal Park Hotel The Haneda, karena pesawat kami pukul 11.00 siang ke-esokan harinya, tarifnya IDR 2.300.000, terletak di pintu keberangkatan internasional.
Dari beberapa negara yang pernah saya kunjungi, Jepang adalah negara yang paling berkesan untuk saat ini, teman saya benar, negeri ini indah, nyaman, dan ramah penduduknya. Satu hal yang bikin saya kangen Jepang adalah suara burung Gagak dimana saja dan kapan saja karena saking banyaknya. Eniwei, andaikata saya dilempar kesini sendirian selama setahun, saya pastikan saya yang susah beradaptasi ini bisa bertahan hidup, Mmmm....ada yang muslim ngga cowoknya?? *dibalang sendal wkwk...
0 comments:
Post a Comment