Monday, January 16, 2017

Jepang Part 7 (Osaka)


Hotel Sun White Osaka yang kami tempati memiliki posisi yang strategis berada di area perkantoran dan restoran-restoran, 15 menit jalan kaki ke Osaka Castle dan 10 menit ke Osaka Museum of History, satu hal anda perlu memesan hotel di Jepang jauh-jauh hari karena hotel-hotel mereka cepat sekali sold outnya. Dengan harga IDR 1.300.000/malam untuk triple room, kami mendapat kamar di hook yang cukup lebar, berhadapan dengan laundry room yang dilengkapi dengan vending machine dan microwave, posisi kamar tepat menghadap ke jalan raya utama, jadi kerjaan saya tiap pagi stand by di jendela kamar mantengin mas-mas kece yang mau berangkat kerja dengan setelan jas-nya hihi...

Laundry Room
Menuju Osaka Castle, sesuai dengan petunjuk google map kami berjalan ke arah sebelah kiri Hotel dan menyeberang perempatan melewati Osaka Museum of History dan gedung NHK Broadcast Centre, selanjutnya ikutin saja google map. Pintu masuk Osaka Castle yang terdekat dari Hotel adalah jembatan yang dibawahnya parit dengan pintu yang cukup lebar, jadi istana ini luarnya berbentuk seperti benteng, pintu masuknya ada 4 tapi saya ngga tau ini yang sebelah mana? Yang jelas sih bukan main entrance karena jalanan dan taman-taman yang kami lewati sepi. Kastil ini sebenernya lebih tepat kalau disebut dengan museum, karena aslinya udah ngga ada kebakar atau gimana lupa saya, yang sekarang ada adalah replikanya saja, entrance fee-nya IDR 65.000.
Osaka Castle Tickets

Jajan Matcha Ice Cream
Osaka Castle bukanlah bangunan megah yang luas seperti yang kita bayangkan, hanya area-nya saja yang besar, ruang-ruang-nya cukup sempit ditambah banyaknya pengunjung jadi tambah umplek-umplekan. Aturan masuknya begini, kita naik lift dulu ke lantai 5 menuju ke observation deck yang menurut saya tidak begitu tinggi jadi kurang cetar gituh gardu pandangnya :D, kemudian menuruni anak tangga menuju ke tiap lantai museum yang tangganya juga sama sempit dan umplek-umplekannya. Isinya sejarah berdiri dan pendirinya Hideyoshi Toyotomi, maket Kastil, cerita peperangan, diorama, koleksi baju perang, dan di lantai 2 adalah booth foto dengan baju kimono untuk perempuan dan baju zirah samurai untuk laki-laki, biayanya IDR 35.000. Keluar dari museum kami melalui jalan lain menuju pintu keluar, melewati Takoishi atau batu besar berukuran 59,4 meter persegi, dan berujung di pintu selatan yaitu pintu gerbang Sakuramon gate yang berukuran cukup besar. Kesimpulan saya, dalemnya ‘B’ banget (Biasa.-red) tidak sesuai ekspektasi, Osaka Castle hanya bagus untuk foto pemandangan saja, kalo sama-sama museum mah Osaka Museum of History mending jauh kemana-kemana, “yaa iyalah ini kan strategi dagang, kalo dalemnya Osaka Castle kece ya Osaka Museum ngga laku” (*sok analis :D).
Osaka Castle    *Jepretan by Henny

Sumur ber-usia ratusan tahun
Ngantri poto kimono di Osaka Castle   *jepretan by Henny
Gerbang Sakuramon Gate
Keluar dari gerbang selatan Osaka Castle ini tau-tau kami sudah tembus ke Hotel lagi, hanya dari sisi sebelah kanan, sepertinya kami hanya memutari Osaka Business District saja. Selepas tengah hari kami memilih makan di fastfood restoran (iyaaa McD!), karena semua restoran sudah close order untuk menu makan siang, jadi tidak seperti di tempat kita yang melayani pemesanan makanan sejam-jamnya. 

Melewati Hotel kami balik lagi melalui rute yang sama ke Osaka Museum of History, pintu masuknya cukup unik berbentuk kubah full kaca, entrance fee-nya sebesar IDR 60.000. Aturan masuknya sama dengan Osaka Castle naik dulu baru turun untuk tour, hanya naik elevatornya lebih tinggi lagi di lantai 10, nah disini anda akan disuguhi pemandangan indah kota Osaka dari Observation deck, pada saat tertentu Observation deck ini akan tertutup otomatis, dengan cahaya yang temaram perlahan-lahan layar LED yang jumlahnya lebih dari 1 akan turun untuk menayangkan video dokumenter tentang seluk beluk sejarah Kota Osaka, jadi disini ngga ada device-device-an seperti di Museum Fujiko F. Fujio, pun saat anda masuk anda akan disuguhi video pengantar Museum Osaka berbentuk layar lebar. 

Di lantai yang sama kita diperlihatkan konstruksi replika bangunan Istana Naniwa lengkap dengan manekin berpakaian kerajaan, dan replika ini berskala hampir sebesar aslinya, situs atau bekas istananya sendiri ada tidak jauh dari Osaka Castle, anda bisa melihatnya dari Observation deck. Jadi kalo dari observation deck anda melihat bekasnya, nah pas masuk ke dalem di lantai yang sama anda disuguhi replika isi istana, kita seperti di ajak kembali ke masa lampau karena interiornya, seperti langit, dinding, dan pilar di desain seperti Istana Naniwa! Keren kannn. Lho trus apa bedanya dong dengan Osaka Castle? Jadi kalo Osaka Castle ada di periode 1900-an yang Osaka sudah dipimpin jendral-jendral gitu, Istana Naniwa ada di jaman tahun 800-an yang berupa kerajaan. Di sudut lain dipamerkan maket istana Naniwa beserta artefaknya, kebayang kan museumnya gedenya kayak apa? Belum lantai-lantai yang lain.
Situs Istana Naniwa   *Jepretan by Mak Bos

Dalemnya Museum      *Jepretan by Henny
Manekin-manekinnya, mbuh lupa ceritanya ini siapa-siapa aja..:D

Osaka Castle dari Osaka Museum of History, dari jauh lebih indah  *jepretan by Mak Bos
Udah bosan kan yah?? Ini saya cepet aja :D...Lantai 9 adalah periode jaman Edo yang Osaka juga disebut dengan ‘Kota Air’ karena sarana transportasi sebagian besar melalui laut dan sungai. Lantai 8 adalah replika ekskavasi Naniwa Palace. Lantai 7 adalah periode kontemporer dan modern, tak lupa disini kita juga bisa foto-foto menggunakan baju tradisional Jepang, satu lagi di satu sudut tiap lantai, kita bisa mengumpulkan stempel yang buku stempelnya juga sudah disediakan di tempat tersebut, selain di Osaka Museum, stempel juga bisa didapat di Osaka Castle dan stasiun-stasiun kereta. Lantai 6 kebawah saya ngga tau isinya apa :D, karena Museum habis di lantai 7, bagusnya sih di sini sepi ngga umplek-umplekan, jadi mau foto-foto juga santai ngga senewen seperti saat di Osaka Castle.
America Mura
Shin Sai Bashi-Suji
Yukk belanja lagi! Makk Google Map Makkkk..... Kali ini kami walking tour ke pusat nongkrongnya Abege Osaka di America Mura yang mirip persis plek ketiplek seperti Harajuku, tapi harganya masih lebih murah disini daripada Harajuku, kata Emak “bisa ngga sepatunya dibalikin ke Harajuku tuker dengan yang disini?” wkwkwk, kemudian kami lanjut ke pusat pertokoan menengah Shin Sai Bashi-Suji yang berupa lorong panjang. Berhubung kaki sudah jejeritan minta istirahat, dari sini kami kembali ke hotel, kalo kaki anda masih bisa diajak kompromi bisa dilanjut ke Dotonbori yang ada Glico Man-nya. Oiya, di Osaka juga ada Universal Studio dan Aquarium Osaka, Umeda Sky Building dan Giant Ferris Wheel, duh seandainya 1 hari adalah 48 jam 😞. Eits, rute kereta ketinggalan nih, as follow yah Tanimachi Yonchome St. dengan Osaka City Subway Chuo Line for Cosmosquare stop di Hommachi St. sambung dengan Osaka City Subway Midosuji Line for Nakamozu stop di Shinsaibashi St

0 comments:

Post a Comment