Seoraksan National Park atau Mount Seorak terletak di Kota Sokcho diujung timur Korea Selatan yang berdekatan dengan Laut Jepang. Jadi kami memulai tour dari luar Kota Seoul, mulai dari yang terdekat sampai dengan yang terjauh di sebelah timur, dan kembali ke arah barat di Kota Seoul yang berdekatan dengan Laut Kuning. Satu hal, Kota Seoul dan kota-kota lain yang kami kunjungi ini berada di ujung utara Korea Selatan, saya jadi membayangkan gimana kalo ada Nuklir yang nyasar yah?? hiyyy...kenapa Ibukota ngga di jauhin coba dari Utara, secara Pyongyang aja jauh dari perbatasan *Ok fokus-fokus, mahapkeun suka ngelantur :D. Dari Alpensia Resort ke Mt. Seorak ditempuh kurang lebih 2,5 jam, hari hujan saat kami tiba...why oh whyyy??
Mt. Seorak merupakan gunung berbatu tertinggi ke 3 di Korea Selatan, wisatawan datang ke sini untuk hiking yang bisa dilakukan oleh siapa saja tidak harus expert, entrance fee-nya IDR 43.000, kalo anda lagi males jalan, cable car bisa jadi pilihan untuk menuju gardu pandang fare-nya IDR 100.000. Highlight yang lain adalah Sinheungsa Temple yang terdapat patung Buddha lokasinya tidak jauh dari pintu masuk, Biseondae Rocks yakni gugusan batu disepanjang sungai, dan Geumganggul Cave yang dicapai dengan 30 menit hiking, jangan kuatir karena sudah disiapkan tangga untuk naik. Pemandangan Mt. Seorak sangat indah asal tidak hujan, jadi gimana mau menikmati pemandangan coba??
Tepat pukul 12 siang kami tiba di sebuah restaurant seafood, enaknya ikut tour ya begini ini, semua sudah siap apa aja on time termasuk makanan. Makanan yang disajikan hampir mirip Jeongol rebus-rebusan gitu cuma isinya seafood, disini side dishnya juga buanyakkk banget persis kek di drama-drama ituh, pokok-nya ngotor-ngotorin piring deh. Dari Restaurant ini kami ke Teddy Bear Museum, isinya apa? Ya Teddy Bear mulai dari Teddy Bear mini sampai Teddy Bear raksasa, Teddy Bear Pengantin sampai Teddy Bear Tentara, sayangnya dijualnya mahal banget, gantungan kunci mini aj IDR 50.000!
Dari Teddy Bear Museum ke Nami Island di Kota Chuncheon menempuh perjalanan sekitar 3 jam, lumayan yak buat tidur, dan ini keuntungan lain ikut tour, blas ngga ada capeknya, tiap masuk minibus langsung tidur, jadi pas nyampe destinasi selanjutnya udah seger lagi, tapi memang ada kalanya anda harus merasakan enaknya traveling dengan tour.
Apa sihhh Nami Island?? Itu lohh tempat sotingnya Winter Sonata, owhhh....*mungkin ada yang excited, ada yang biasa saja.
Nami Island ini adalah pulau kecil di tengah sungai, namanya diambil dari nama pahlawan Korea Selatan bernama Jenderal Nami yang juga dimakamkan disini, pulau ini dibuat seperti negara tersendiri sehingga juga dinamakan Naminara Republic. Untuk kesini kita harus menyeberang dengan Ferry kecil yang dihiasi dengan bendera berbagai negara selama kurang lebih 10 menit dengan tarif IDR 96.000 sudah termasuk entrance fee dan di istilahkan sebagai entry visa. Gerbang masuknya berupa gapura tradisional Korea, masuk lebih ke dalam terdapat beberapa plang-plang ucapan selamat datang dari berbagai negara termasuk Indonesia. Untuk mengelilingi kita bisa menyewa sepeda karena pulau ini kecil sekali, pohon-pohon disini sangat teratur jarak dan ukurannya seperti sudah di atur, kalo musim gugur pemandangannya sungguh indah. Jalan setapaknya berujung di sebuah danau, pulau ini juga difasilitasi dengan hotel dan restaurant, kami sempat makan sore dengan menu ayam panggang (harusnya sih makan malam yak, kecepetan ih makan-nya).
Perjalanan ke Seoul kami tempuh selama 3 jam, kami menginap di Crown Hotel Itaewon, hotelnya terbilang cukup tua dengan perabot klasik kalo ngga bisa dibilang kuno, TV-nya aja masih cembung wkwk...tapi kerjaan kami tiap pagi jadi nonton drama Korea walopun ngga ngerti bahasanya *teteup. Kota Seoul sama seperti kota-kota metropolitan lain, cuma agak gelep untuk ukuran Ibukota, sepertinya ngirit listrik, di Hotel-pun ngirit listrik, jadi tangga di Hotel baru nyala lampunya kalo ada orang yang lewat, ngga tau pake sensor apa??. Mobil-mobilnya keceh-keceh, menurut temen saya tidak ada serinya di Jakarta, dan sebagian besar adalah jenis sedan. Yang bikin kami kaget, ternyata ada macetnya juga loh, sama aja kek di Jakarta hihi...tapi ya ngga separah Jakarta sih, well...karena sudah terbiasa macet di Jakarta, jadi macet di Seoul tidak ada artinya bagi kami *tarik pashmina lanjut tidur lagi😜.










0 comments:
Post a Comment