Walking Tour ke Grand Palace
tidak terlalu sukses, karena dalam kurun waktu setengah jam kami sudah
mengibarkan bendera putih tanda menyerah dengan teriknya Matahari, padahal di
dalam masih ada Wat Phra Kaew atau Emerald Buddha dan Vimanmek Palace. Tapi apa
daya, asam lambung meningkat drastis sedangkan hari masih menunjukkan pukul
11.00 siang…ehemm masih lama yak?!?!, walhasil kami lebih memilih leyeh-leyeh
di dermaga Tha Maharaj, sepihh dan instagramable lho gaeess *teteup.
Oiya, sehari sebelumnya kami ke
pasar terapung Damnoen Saduak, dan berencana langsung ke Grand Palace tepat
pukul 03.00 sore, tapi karena begitu menter-nya Matahari, kami panggil dan
balik masuk ke mobil sewaan..wkwkwk. Btw, ngomongin pasar terapung, di Bangkok
terdapat banyak sekali Pasar terapung namun jaraknya cukup jauh sekitar 2-3 jam
dari pusat Kota, seperti Jakarta-Tangerang, yang paling terkenal adalah Damnoen
Saduak. Saat itu ada agen lokal yang berkeliaran di sekitaran Hotel menawarkan
trips ke beberapa tempat dengan mobil sewaan dari mereka, seharian full kemana
saja hanya IDR 700.000, mobilnya dong Pajero! Tapi tunggu dulu sebaiknya anda
tetap waspada dan jangan gampangan.
| Tha Maharaj Pier |
Si Supir, membawa kami dan
memberhentikan mobilnya di sebuah dermaga ecek-ecek ngga jelas, disitu memang
terdapat mobil-mobil dan turis bule juga, tapi menurut saya tetap terlalu sepi
untuk tempat wisata yang kesohor. Dia bilang, mobil ini berhenti disini dan ke
Pasar masih harus naik kapal kecil, saya sih sempat ragu karena sepertinya
tidak segitunya ‘harus’ naek kapal kecil ini, dan benar saja harga sewa kapal
untuk satu orang senilai IDR 400.000! yang tadinya dia menawarkan paket yang
lebih gila lagi mahalnya IDR 800.000
tapi kami tolak. Cuma karena saya sendiri kurang research akhirnya kami tetap
naik dengan tarif IDR 400.000 x 4 pax !!!*kena pelet inih L.
Dari dermaga ga jelas inih, ke
pasar masih sekitar kurang lebih satu jam, melewati parit yang sepertinya
artificial dan kanan kirinya adalah tukang jualan dengan kios semi permanen,
dimana setiap saat kapal berhenti disini agar pedagang bisa menawarkan
barangnya kepada kami, parah sih ini *Arrrggghhh. Selain kios jualan, adapula
pertunjukkan Kobra, dan foto dengan ular dan hewan lain, Bayar? Yaa iyalahh.
Setelah dijerumuskan selama satu jam di parit , barulah terlihat Pasar
apung-nya, dan seperti yang saya duga kita bisa saja berhenti langsung di Pasar
Apung-nya dengan mobil! *KZL. Belum lagi, karena supir dari kapal ini adalah ABG
yg grasa grusu, atap kapal ambrol karena menabrak pagar pinggiran parit,
jadilah selama 2 jam berikutnya kami terpapar matahari yang anget-anget kukuh
*Oh cobaan puasa* *nangis kejer*. Saat tiba kembali ke dermaga, saya menemui
abang tukang tiket (yang penampilannya udah kek preman pasar) dan meminta
kompensasi atas ambrolnya tuh atep, tapi dia kekeuh surekeuh ngga mau ganti
kerugian *Damn! Dasar licik!* eh mangaap lagi puasa, ampuni akuh Ya Allahhh :D.
Di Pasar Apung Damnoen Saduak
banyak yang menjual…..ah udahlah males jadinya ngomongin Pasar Apung…KZL! Saya
kok curiga, si supir dan pengelola dermaga lakn*t (sensor :D) inih sudah
berkonspirasi untuk menjerumuskan wisman-wisman. Well, memang sih ini karena
kami-kami yang kurang research dan gampangan, karena setelah saya cek lagi,
Damnoen Saduak bisa ditempuh lewat jalan lain yang tidak memerlukan perahu.
Jadi, cek kembali reputasi mobil sewaan anda, atau anda bisa pilih moda
transportasi bus tapi bus juga masih beresiko, plus belum nyasar-nyasarnya, dan
jangan gampangan.
| Before... |
| After!!! |
Ada lagi, saat anda membeli
makanan di pinggir jalan tanya dulu harganya, kalo anda merasa terlalu mahal
sebaiknya janganlah daripada nyesel, apalagi saya yang memang kelihatan turis
banget. Contoh: Beli Es kelapa muda plastik-an pinggir jalan IDR 15.000?! ini
mahal sih mending beli minum di convenient store, dan si abang tukang jualan
tidak mengembalikan kembalian, “mana kembaliannya?!” baru dikasih dah. Nah ini
pelajaran, kalo bisa anda bayar dengan uang pas yang jajanan pinggir jalan gini
atau pas menggunakan Taxi, karena sebelumnya juga pernah kejadian, kang Taxi
tidak mengembalikan kembalian dengan alasan tidak ada uang kecil, karena saya
terburu-buru mengejar flight pulang, ya sudah saya relakan uang IDR 35.000 itu,
sopann kan yah?! . Beli Mango Sticky Rice, dari jauh sudah ada tag harga IDR
25.000, pas beli dan bayar, berapa? Dia bilang IDR 40.000!, wah kayaknya mata
gue mulai picek nih akibat kurang aer, ya udah mungkin mata gue yang picek!KZL!
Trus, satu hal lagi, saat anda sampai ke Grand Palace
berhati-hatilah karena biasanya akan ada orang tak dikenal nyamperin kita, dan dia
bilang Grand Palace sudah tutup dan akan buka nanti, nyatanya itu hanya akal
bulus-nya saja untuk menjual tour ngga jelas ke tempat lain. Kami sempet
mengalami kejadian 2 kali, cuma untungnya kali ini kami lolos dari tipu
muslihat mereka, yang pertama kami tidak menerima tawaran tersebut dan memilih
belanja ke Platinum, dan yang ke dua kami acuhkan orang-orang itu karena kami
yakin Grand Palace masih buka, sebab supir Grab yang baik hati tidak pernah me-mention
bahwa Grand Palace tutup, jadi tetaplah pada pendirian dan jangan mudah
tertipu!
Itulah tadi suka duka kalo kita
trip independen, ya pasti akan sangat berbeda jauh dengan trip bersama travel
agent yang aman, damai, dan sejahtera hehe…
0 comments:
Post a Comment