Friday, November 10, 2017

Vietnam Series (Traveling with mom) part 2

Pencarian berlanjut ke Hotel, nah untuk hotel saya tidak terlalu kesulitan karena harganya murah-murah dikisaran IDR 200.000-400.000, sudah include breakfast dan kamarnya juga sudah bagus. Tapi anda jangan expect untuk mendapat hotel-hotel ternama dengan bangunan-bangunan mewah, karena Kota Hanoi bukanlah kota modern seperti Jakarta. Hotel-hotel disini bentukan-nya semua seperti ruko tiga lantai, mungkin chain hotel dengan bangunan-bangunan megah ada tapi tidak banyak, daerah hotel yang ideal adalah Old Quarter disini semua ngumpul tumplek blek mulai dari deretan toko-toko, pasar, pasar malam, Islamic center, dan icon-nya Danau Hoan Kiem, atau kalo boleh dibilang daerah turis-nya Hanoi adalah Old Quarter, tak heran dimana-mana banyak berseliweran turis bule.

Hotel yang saya book adalah Hanoi Gratitude Hotel dengan tarif IDR 400.000 include breakfast, kamarnya besar dan bersih, sangat dekat dengan icon kotanya yakni Danau Hoan Kiem hanya 15 menit jalan kaki. Ketika saya cek review di tripadvisor ternyata hotel ini under renovation, karena sudah terlanjur booking dan sudah malas cari hotel lain, maka saya berinisiatif untuk mengirimkan email ke Hotel memastikan bahwa saat tanggal kedatangan renovasi sudah selesai. Sebab menurut saya jika kedatangan setelah renovasi tentunya justru menguntungkan buat kami, dan benar saja saat tiba Hotel ini tampak bersih dan baru.
Hanoi Gratitude Hotel
Ini apa? yak tul ini kamar
Trus ini? 100! ini kamar mandi!
Oiya, sebelumnya saya sudah sempat mem-book Posh Hotel Hanoi untuk bulan Agustus dengan harga yang sama dengan Gratitude Hotel, kok ya ndilalah saya cek-cek Accu Weather untuk iseng-iseng liat cuaca, nah saat itulah saya baru tahu Agustus adalah bulan yang sangat tidak cocok ke Hanoi, langsung saya cancel, WHY?? Ini yang super duper penting sekali!!! perhatikan jadwal keberangkatan anda, karena waktu ideal untuk berkunjung ke Hanoi terutama Halong Bay adalah di bulan Maret, April, Mei, akhir Oktober, dan November. Trus kenapa dong di bulan lain? Desember Januari Februari adalah musim dingin, dinginnya sangat dingin, mati gaya cuyyy, kemudian Juni Juli ujannn bokkk, Agustus September sampai dengan awal Oktober lebih parah TOPAN!. Ternyata Vietnam disisi sebelah utara iklimnya adalah sub tropis, walaupun jika musim dingin tiba tidak sampai bersalju tapi sudah sangat dingin sampai dengan 13 derajat celcius!, dan topan badai sering terjadi, jadi benar-benar perhatikan jadwal kunjungan anda!.

Kemudian, saya putuskan untuk mundurkan jadwal ke awal Oktober sembari berkonsultasi dengan mbak Ivy, kata dia sih tanggal saya aman, saya cek juga di Accu Weather tanggal saya cerah ceria terang benderang tidak ada hujan, tapiiii ternyata musim badai agak mundur seperti musim panas kita yang kelamaan di Tahun ini, jadi Oktober masih sesekali hujan badai, mau mundurin tanggal lagi pesawat udah kadung kebeli, saya-pun pasrah sambil harap-harap cemas Accu Weather akurat.

Mata Uang Vietnam (Vietnam Dong/VND) nilainya setengah dibawah Rupiah 1 VND = IDR 0,60, begitu pula dengan standard hidupnya, masih setingkat dibawah Indonesia, jadi jangan kaget jika kita tiba-tiba kaya mendadak di Vietnam hehe… *akhirnya yee bisa sombong juga*. Mereka menerima pembayaran dengan mata uang US Dollar selain Vietnam Dong, untuk persiapan sebaiknya jangan tukarkan Rupiah langsung ke VND karena nilai tukarnya tidak begitu bagus, lebih baik tukarkan rupiah kita di Indonesia dengan US Dollar, setelah sampai Vietnam tukarkan US Dollar ke VND.

Jangan tukarkan semua USD kita dengan VND, cukup gunakan VND untuk berbelanja dan makan karena Hotel & Tour ternyata menggunakan mata uang USD, jadi jika kita membayar Hotel & Tour dengan VND, maka mereka terlebih dahulu mengalikan rate VND yang lebih tinggi. Sebagai contoh jika saya menukarkan USD saya ke money changer 1 USD sebesar VND 22.300, maka rate yang digunakan oleh Hotel & Travel lebih tinggi dari money changer yaitu sebesar VND 23.000, untuk nilai dikisaran IDR 1.500.000, saya merugi sekitar IDR 50.000, lumayan kann…*ruwet yah, semoga paham xixi*

Nilai rate yang bagus untuk menukarkan USD di Vietnam adalah di toko-toko perhiasan yang terletak di kawasan Hoan Kiem juga, tempatnya tersembunyi di deretan toko-toko tapi tentunya anda harus mempunyai skill komunikasi yang baik, dan kewaspadaan yang tinggi. Nilai rate yang bagus berikutnya di instansi perbankan, tapi perlu sedikit usaha karena perlu mengisi berbagai macam formulir, yang paling gampang adalah di Money Changer, langsung tukar tidak perlu isi macam-macam, tapi ada commission fee dan nilai tukar tidak setinggi di bank atau di toko perhiasan. Setelah sempat berdiskusi dengan Ibu-Ibu satu pesawat orang Indonesia yang tinggal di Hanoi, beliau menyarankan untuk tukar di Money Changer bandara saja mengingat keamanan dan efektifitas waktu, karena di toko perhiasan kurang reliable dan di Bank agak ribet dengan formulir.

Money Changer yang direkomedasikan oleh driver jemputan adalah di pintu kedatangan disebelah kanan, dan ternyata money changer tersebut tidak membebankan commission fee, nilai tukarnya juga ngga jelek-jelek amat VND 22.300/1 USD, sedangkan di XE converter VND 22.700/1 USD. Oiya, jangan pernah membayar dengan credit card yah karena ada biaya admin 3%. Kemudian, tepat disebelah money changer kami membeli SIM Card paket data saja seharga VND 250.000 (IDR 150.000), lumayan lebih tinggi harganya dari ekspektasi saya, yang mungkin di tempat lain ada yang seharga VND 150.000-200.000, tapi ya sudahlah..udah ditungguin drivernya cuyyyy…

Ini diambil dari blog-nya siapa saya lupa,
 Money changer & gerai simcard saya beli di tempat tersebut diatas,
mon maap ga sempet motret sendiri, ketua rombongan sibuk syekali 😆
Prep-nya panjang yee…sampai 2 bagian hehe, well…memang trip kali ini lebih ribet di persiapannya, kudu email sana sini dan kudu konfirmasi ini itu, untuk memastikan bahwa perjalanan kami aman damai sentosa. Tapi sama hal-nya dengan kami, ancaman scammer tentunya tidak mengurungkan niat anda untuk plesir ke Hanoi dong yaa?!?!

0 comments:

Post a Comment