Pencarian berlanjut ke Hotel, nah
untuk hotel saya tidak terlalu kesulitan karena harganya murah-murah dikisaran
IDR 200.000-400.000, sudah include breakfast dan kamarnya juga sudah bagus.
Tapi anda jangan expect untuk mendapat hotel-hotel ternama dengan bangunan-bangunan
mewah, karena Kota Hanoi bukanlah kota modern seperti Jakarta. Hotel-hotel
disini bentukan-nya semua seperti ruko tiga lantai, mungkin chain hotel dengan
bangunan-bangunan megah ada tapi tidak banyak, daerah hotel yang ideal adalah
Old Quarter disini semua ngumpul tumplek blek mulai dari deretan toko-toko,
pasar, pasar malam, Islamic center, dan icon-nya Danau Hoan Kiem, atau kalo
boleh dibilang daerah turis-nya Hanoi adalah Old Quarter, tak heran dimana-mana
banyak berseliweran turis bule.
Hotel yang saya book adalah Hanoi Gratitude Hotel dengan tarif IDR 400.000 include breakfast, kamarnya besar dan
bersih, sangat dekat dengan icon kotanya yakni Danau Hoan Kiem hanya 15 menit
jalan kaki. Ketika saya cek review di tripadvisor ternyata hotel ini under
renovation, karena sudah terlanjur booking dan sudah malas cari hotel lain,
maka saya berinisiatif untuk mengirimkan email ke Hotel memastikan bahwa saat
tanggal kedatangan renovasi sudah selesai. Sebab menurut saya jika kedatangan
setelah renovasi tentunya justru menguntungkan buat kami, dan benar saja saat
tiba Hotel ini tampak bersih dan baru.
Oiya, sebelumnya saya sudah
sempat mem-book Posh Hotel Hanoi untuk bulan Agustus dengan harga yang sama
dengan Gratitude Hotel, kok ya ndilalah saya cek-cek Accu Weather untuk
iseng-iseng liat cuaca, nah saat itulah saya baru tahu Agustus adalah bulan
yang sangat tidak cocok ke Hanoi, langsung saya cancel, WHY?? Ini yang super
duper penting sekali!!! perhatikan jadwal keberangkatan anda, karena waktu ideal
untuk berkunjung ke Hanoi terutama Halong Bay adalah di bulan Maret, April,
Mei, akhir Oktober, dan November. Trus kenapa dong di bulan lain? Desember
Januari Februari adalah musim dingin, dinginnya sangat dingin, mati gaya cuyyy,
kemudian Juni Juli ujannn bokkk, Agustus September sampai dengan awal Oktober
lebih parah TOPAN!. Ternyata Vietnam disisi sebelah utara iklimnya adalah sub
tropis, walaupun jika musim dingin tiba tidak sampai bersalju tapi sudah sangat
dingin sampai dengan 13 derajat celcius!, dan topan badai sering terjadi, jadi
benar-benar perhatikan jadwal kunjungan anda!.
![]() |
| Hanoi Gratitude Hotel |
| Ini apa? yak tul ini kamar |
| Trus ini? 100! ini kamar mandi! |
Kemudian, saya putuskan untuk mundurkan
jadwal ke awal Oktober sembari berkonsultasi dengan mbak Ivy, kata dia sih
tanggal saya aman, saya cek juga di Accu Weather tanggal saya cerah ceria
terang benderang tidak ada hujan, tapiiii ternyata musim badai agak mundur
seperti musim panas kita yang kelamaan di Tahun ini, jadi Oktober masih
sesekali hujan badai, mau mundurin tanggal lagi pesawat udah kadung kebeli,
saya-pun pasrah sambil harap-harap cemas Accu Weather akurat.
Mata Uang Vietnam (Vietnam
Dong/VND) nilainya setengah dibawah Rupiah 1 VND = IDR 0,60, begitu pula dengan
standard hidupnya, masih setingkat dibawah Indonesia, jadi jangan kaget jika
kita tiba-tiba kaya mendadak di Vietnam hehe… *akhirnya yee bisa sombong juga*.
Mereka menerima pembayaran dengan mata uang US Dollar selain Vietnam Dong, untuk
persiapan sebaiknya jangan tukarkan Rupiah langsung ke VND karena nilai
tukarnya tidak begitu bagus, lebih baik tukarkan rupiah kita di Indonesia
dengan US Dollar, setelah sampai Vietnam tukarkan US Dollar ke VND.
Jangan tukarkan semua USD kita
dengan VND, cukup gunakan VND untuk berbelanja dan makan karena Hotel &
Tour ternyata menggunakan mata uang USD, jadi jika kita membayar Hotel &
Tour dengan VND, maka mereka terlebih dahulu mengalikan rate VND yang lebih
tinggi. Sebagai contoh jika saya menukarkan USD saya ke money changer 1 USD
sebesar VND 22.300, maka rate yang digunakan oleh Hotel & Travel lebih
tinggi dari money changer yaitu sebesar VND 23.000, untuk nilai dikisaran IDR
1.500.000, saya merugi sekitar IDR 50.000, lumayan kann…*ruwet yah, semoga
paham xixi*
Nilai rate yang bagus untuk
menukarkan USD di Vietnam adalah di toko-toko perhiasan yang terletak di
kawasan Hoan Kiem juga, tempatnya tersembunyi di deretan toko-toko tapi
tentunya anda harus mempunyai skill komunikasi yang baik, dan kewaspadaan yang
tinggi. Nilai rate yang bagus berikutnya di instansi perbankan, tapi perlu
sedikit usaha karena perlu mengisi berbagai macam formulir, yang paling gampang
adalah di Money Changer, langsung tukar tidak perlu isi macam-macam, tapi ada
commission fee dan nilai tukar tidak setinggi di bank atau di toko perhiasan. Setelah
sempat berdiskusi dengan Ibu-Ibu satu pesawat orang Indonesia yang tinggal di
Hanoi, beliau menyarankan untuk tukar di Money Changer bandara saja mengingat
keamanan dan efektifitas waktu, karena di toko perhiasan kurang reliable dan di
Bank agak ribet dengan formulir.
Money Changer yang
direkomedasikan oleh driver jemputan adalah di pintu kedatangan disebelah
kanan, dan ternyata money changer tersebut tidak membebankan commission fee,
nilai tukarnya juga ngga jelek-jelek amat VND 22.300/1 USD, sedangkan di XE
converter VND 22.700/1 USD. Oiya, jangan pernah membayar dengan credit card yah
karena ada biaya admin 3%. Kemudian, tepat disebelah money changer kami membeli
SIM Card paket data saja seharga VND 250.000 (IDR 150.000), lumayan lebih
tinggi harganya dari ekspektasi saya, yang mungkin di tempat lain ada yang
seharga VND 150.000-200.000, tapi ya sudahlah..udah ditungguin drivernya
cuyyyy…
![]() |
| Ini diambil dari blog-nya siapa saya lupa, Money changer & gerai simcard saya beli di tempat tersebut diatas, mon maap ga sempet motret sendiri, ketua rombongan sibuk syekali 😆 |


0 comments:
Post a Comment