Thursday, November 9, 2017

A short escape to Bangkok part 4

Berhubung short escape, hari-hari selanjutnya kami gunakan untuk berbelanja yang akan saya ceritakan di next chapter. Sedangkan saat group tour kami dibawa ke candi lain yang berada tepat di pinggir sungai Chao Praya yakni Wat Arun atau biasa disebut Kuil Fajar, untuk menuju Wat Arun anda harus menggunakan BTS sampai ke Stasiun Saphan Taksin kemudian sambung dengan perahu warna orange/biru dan berhenti di dermaga N8 Wat Arun, kata orang-orang gitu…:D, ya kami naik boat juga sih tapi sudah di carter hehe. Berbeda dengan kuil-kuil lain yang indah bergelimang emas dan kerlap kerlip ornamen permata, Wat Arun ini terbuat dari ornamen porselein dan keramik, terkesan kusam tapi justru terlihat lebih otentik. Menurut saya, lebih indah jika dipandang dari kejauhan ketimbang disamperin dalam jarak dekat, apalagi dipandangi saat matahari tenggelam, sangat eksotis *bletak woi bangun woi ga cocok nulis serius*.





Selain Bangkok, bersama travel agent kami juga trip ke luar kota yang berada tepi pantai tepatnya di kota Pattaya yang jaraknya kurang lebih 3-4 jam dari Bangkok. Sebelum ke Pattaya kami mampir ke Sriracha Tiger Zoo & Crocodile farm, yang selain mempunyai koleksi satwa mereka juga mengadakan atraksi Harimau, Gajah, dan Buaya…yah…macem kepala manusia di mulut Buaya atau badan manusia yang dilangkahi oleh Gajah, lumayan menghibur kok.

Cewek paling kanan itu adalah mbaknya Guide  *mbuh lupa namanya


Lanjut ke Pattaya, bagi anda yang mau langsung dari Bandara ke Pattaya transportasi bisa ditempuh dengan Taxi dengan tarif IDR 700.000, atau mobil van dengan tarif IDR 900.000, dan yang paling murah lagi dengan Bus tarif IDR 80.000 di area Level 1, turun satu lantai dari pintu kedatangan bandara, tapi saat ini tiket hanya bisa dipesan dengan online. Untuk berangkat dari area kota Bangkok, bus ke pattaya berangkat dari Eastern Bus Terminal & Northern Bus Terminal, dengan kereta juga bisa tapi keberangkatan hanya sekali  sehari.

Setiba di Pattaya…mmmm…mirip Ancol hihi…lebih keceh-an Ancol malah! Bagi saya yang tinggal di jarak 2 jam dari Samudera Hindia, diblasuk-ken ke Pattaya ini sungguh memilukan, apalagi dengan banyak-nya turis di kota ini. Well, sepertinya memang kehidupan malam yang memang dicari di Kota ini, meriah banget, anda mau cari apa saja pasti ada, termasuk pasar malem yang menjual gorengan kalajengking dan belalang…yaiikks (foto dibawah yee..). Dan tak ketinggalan Lady Boy! Penasaran kan!? Saya juga! Tapi ini tidak termasuk di dalam paket tour, kami ditawari oleh mbaknya guide Alcazar Show yang murah sekitar IDR 90.000, tapi karena tiketnya udah sold maka kami dibelikan Tiffany Show seharga IDR 130.000, berangkat dengan bis tour yang segede bagong gitu berisikan hanya 6 ekor orang, jadi cuma kami-kami inhouse yang sudah cukup umur saja yang berangkat hehe, dibayarin ga? Pastinyahh dong hihi…





Sampai di TKP, Bos saya nyeletuk “eh kamu doang Ris yang pake kerudung??” “Eh iya saya doang wkwk”, duhhh pede aja lah! Setelah tiket dan free drink diberikan, kami masuk ke dalam dan peraturannya penonton tidak boleh mengambil gambar, tapi saya curi curi dikit bisa lah asal hati-hati, kalo abang-abang yang pegang senter meleng langsung jepret aja. Lady boy show ini merupakan pertunjukan cabaret, ceritanya gimana saya kurang ngerti karena ngantuk berattt hihi…dan jarak pandang terlalu jauh jadi muka mereka saja ga kelihatan. Setelah selesai, ternyata mbak-mbak eh mas-mas…eh mbak sekaligus mas ini sudah berderet rapi di depan pelataran pintu masuk masih dengan kostumnya. Penampilannya?? Wohoooo cetar banget!! cakep, keceh, tinggi, langsing, putih, mulus, ah you mention it lah! saya jadi bingung yang perempuan ini saya apa mereka?! Tolong jawab! *putus asa*







Sempilin bayview dikit 😀
Mbak/mas ini menawarkan foto bersama, come here…come here…kata mereka. Gratis?? Ya kagaklah, bayar IDR 15.000 (THB 40) tahun 2012, cuma saya cek di blog sebelah kok sampai THB 100 ya?? Atau sekira IDR 40.000 tahun 2015, mahal amat?? Karena saya inget betul pinjem THB 40 dari temen saya untuk berfoto karena tidak punya receh haha.... Jadi sepertinya mereka mulai menaikkan harga dengan menghitung inflasi 12% per tahun, mungkin lady boy belajar ekonomi makro eciee…*mulai ngaco nih tulisan* (-.-). Semakin larut, jalanan di Pattaya City semakin meriah, justru menjelang pagi kota ini sangat sepi, mungkin penghuninya masih pada bobok. Selain lady boy, yang menarik perhatian saya adalah Hotel yang kami tempati, The Bayview Hotel harganya IDR 1.000.000, lokasinya strategis berada di pinggir pantai dikelilingi mall, pasar malam, dan toserba.  Arsitekturnya indah, besar, dan megah, bikin saya betah tinggal di hotel. Kalo traveler pada umumnya menomor duakan hotel, bagi saya tidak, menurut saya Hotel yang saya tempati haruslah nyaman dan aman.

0 comments:

Post a Comment