Berhubung short escape, hari-hari
selanjutnya kami gunakan untuk berbelanja yang akan saya ceritakan di next
chapter. Sedangkan saat group tour kami dibawa ke candi lain yang berada tepat di
pinggir sungai Chao Praya yakni Wat Arun atau biasa disebut Kuil Fajar, untuk
menuju Wat Arun anda harus menggunakan BTS sampai ke Stasiun Saphan Taksin
kemudian sambung dengan perahu warna orange/biru dan berhenti di dermaga N8 Wat
Arun, kata orang-orang gitu…:D, ya kami naik boat juga sih tapi sudah di carter
hehe. Berbeda dengan kuil-kuil lain yang indah bergelimang emas dan kerlap
kerlip ornamen permata, Wat Arun ini terbuat dari ornamen porselein dan
keramik, terkesan kusam tapi justru terlihat lebih otentik. Menurut saya, lebih
indah jika dipandang dari kejauhan ketimbang disamperin dalam jarak dekat,
apalagi dipandangi saat matahari tenggelam, sangat eksotis *bletak woi bangun
woi ga cocok nulis serius*.
Selain Bangkok, bersama travel
agent kami juga trip ke luar kota yang berada tepi pantai tepatnya di kota Pattaya
yang jaraknya kurang lebih 3-4 jam dari Bangkok. Sebelum ke Pattaya kami mampir
ke Sriracha Tiger Zoo & Crocodile farm, yang selain mempunyai koleksi satwa
mereka juga mengadakan atraksi Harimau, Gajah, dan Buaya…yah…macem kepala
manusia di mulut Buaya atau badan manusia yang dilangkahi oleh Gajah, lumayan
menghibur kok.
| Cewek paling kanan itu adalah mbaknya Guide *mbuh lupa namanya |
Lanjut ke Pattaya, bagi anda yang
mau langsung dari Bandara ke Pattaya transportasi bisa ditempuh dengan Taxi
dengan tarif IDR 700.000, atau mobil van dengan tarif IDR 900.000, dan yang paling
murah lagi dengan Bus tarif IDR 80.000 di area Level 1, turun satu lantai dari
pintu kedatangan bandara, tapi saat ini tiket hanya bisa dipesan dengan online.
Untuk berangkat dari area kota Bangkok, bus ke pattaya berangkat dari Eastern
Bus Terminal & Northern Bus Terminal, dengan kereta juga bisa tapi
keberangkatan hanya sekali sehari.
Setiba di Pattaya…mmmm…mirip
Ancol hihi…lebih keceh-an Ancol malah! Bagi saya yang tinggal di jarak 2 jam
dari Samudera Hindia, diblasuk-ken ke Pattaya ini sungguh memilukan, apalagi
dengan banyak-nya turis di kota ini. Well, sepertinya memang kehidupan malam
yang memang dicari di Kota ini, meriah banget, anda mau cari apa saja pasti
ada, termasuk pasar malem yang menjual gorengan kalajengking dan belalang…yaiikks
(foto dibawah yee..). Dan tak ketinggalan Lady Boy! Penasaran kan!? Saya juga!
Tapi ini tidak termasuk di dalam paket tour, kami ditawari oleh mbaknya guide
Alcazar Show yang murah sekitar IDR 90.000, tapi karena tiketnya udah sold maka
kami dibelikan Tiffany Show seharga IDR 130.000, berangkat dengan bis tour yang
segede bagong gitu berisikan hanya 6 ekor orang, jadi cuma kami-kami inhouse
yang sudah cukup umur saja yang berangkat hehe, dibayarin ga? Pastinyahh dong
hihi…
Sampai di TKP, Bos saya nyeletuk
“eh kamu doang Ris yang pake kerudung??” “Eh iya saya doang wkwk”, duhhh pede
aja lah! Setelah tiket dan free drink diberikan, kami masuk ke dalam dan
peraturannya penonton tidak boleh mengambil gambar, tapi saya curi curi dikit
bisa lah asal hati-hati, kalo abang-abang yang pegang senter meleng langsung
jepret aja. Lady boy show ini merupakan pertunjukan cabaret, ceritanya gimana
saya kurang ngerti karena ngantuk berattt hihi…dan jarak pandang terlalu jauh
jadi muka mereka saja ga kelihatan. Setelah selesai, ternyata mbak-mbak eh
mas-mas…eh mbak sekaligus mas ini sudah berderet rapi di depan pelataran pintu
masuk masih dengan kostumnya. Penampilannya?? Wohoooo cetar banget!! cakep,
keceh, tinggi, langsing, putih, mulus, ah you mention it lah! saya jadi bingung
yang perempuan ini saya apa mereka?! Tolong jawab! *putus asa*
| Sempilin bayview dikit 😀 |
Mbak/mas ini menawarkan foto
bersama, come here…come here…kata mereka. Gratis?? Ya kagaklah, bayar IDR
15.000 (THB 40) tahun 2012, cuma saya cek di blog sebelah kok sampai THB 100
ya?? Atau sekira IDR 40.000 tahun 2015, mahal amat?? Karena saya inget betul
pinjem THB 40 dari temen saya untuk berfoto karena tidak punya receh haha.... Jadi sepertinya mereka mulai menaikkan harga
dengan menghitung inflasi 12% per tahun, mungkin lady boy belajar ekonomi makro
eciee…*mulai ngaco nih tulisan* (-.-). Semakin larut, jalanan di Pattaya City
semakin meriah, justru menjelang pagi kota ini sangat sepi, mungkin penghuninya
masih pada bobok. Selain lady boy, yang menarik perhatian saya adalah Hotel
yang kami tempati, The Bayview Hotel harganya IDR 1.000.000, lokasinya strategis
berada di pinggir pantai dikelilingi mall, pasar malam, dan toserba. Arsitekturnya indah, besar, dan megah, bikin
saya betah tinggal di hotel. Kalo traveler pada umumnya menomor duakan hotel,
bagi saya tidak, menurut saya Hotel yang saya tempati haruslah nyaman dan aman.













0 comments:
Post a Comment