Thursday, November 9, 2017

A short escape to Bangkok part 5 End

Surganya Bangkok ?!?! (versi saya hehe…)

Bangkok adalah surganya belanja! Kualitas barangnya bagus dan harganya murah. Saat kunjungan saya yang ke 2 kami dibawa agent ke Maboonkrong atau MBK, pusat perbelanjaan atau semacam ITC-ITC an kalo di Indonesia, tidak ada yang istimewa harganya juga menengah, tidak murah sekali dan tidak juga mahal. Kemudian, kami meminta kepada Tour Agent untuk membawa kami ke Chatucak, dan saat free day kami berbelanja sendiri ke Platinum. Menurut saya, tempat paling ideal untuk berbelanja di Bangkok adalah Platinum dan Chatucak, untuk itu saat trip terakhir, kami kembali mengunjungi kedua tempat tersebut. Keduanya murah dan bervariatif, bedanya hanya Platinum gedung ber AC dan Chatucak adalah pasar, banyak orang Indonesia berbelanja kesini dengan tas-tas belanjaan yang besar atau koper-koper ringan, jadi jangan heran jika beberapa penjual paling tidak bisa sedikit menyapa pembeli yang lewat dengan bahasa Indonesia atau melayu Malaysia, “murah-murah”! Begitu kata mereka :D.

Chatucak Market
Untuk ke Platinum, anda bisa menggunakan sarana transportasi yang paling mudah yakni Grab, atau Taxi hanya agak repot karena kita perlu tawar menawar, kalo dengan transportasi umum bisa dengan BTS, turun di BTS Ratachathewi atau BTS Chidlom karena Platinum Mall terletak diantara keduanya, kemudian jalan kaki 10-20 menit. Platinum terdiri dari 2 gedung, yakni Platinum 1 khusus untuk baju dan asesoris, Platinum 2 untuk tas dan sepatu, semuanya tawar-able jadi tawarlah sampe setengah harga.

Untuk ke Chatucak, stasiun yang paling dekat adalah MRT Kamphaeng Phet bukan BTS Mo Chit, karena menurut mak Bos dari BTS Mo Chit masih sangat jauh jalan kaki ke Chatuchak. Sedangkan dengan MRT, Chatucak tepat berada di depan pintu keluarnya, jadi dari BTS Sukhumvit kita harus berpindah ke MRT Sukhumvhit. Oiya, jika tiket BTS berupa lembaran kertas, tiket MRT ini cukup unik karena berupa token yang ditempelkan pada platform, tentunya token tersebut harus dimasukkan kembali ke celah platform untuk membuka pintu stasiun, layaknya memasukkan koin ke dalam celengan Hehe…

BTS ticket
BTS map
Token-nya seperti ini

membeli tiket-tiket BTS & MRT sangatlah mudah, jika anda tidak paham saat membeli tiket di mesin, anda bisa membelinya di loket. Mesin tiket BTS ada yang hanya menerima kertas, ada pula yang hanya menerima koin, jika tidak punya koin solusinya balik lagi ke loket, tukarkan kepada petugas :D. Harga tiket BTS/MRT bervariasi antara IDR 6.000 – IDR 20.000 tergantung jarak, one day pass tiket juga tersedia, tapi saya tidak sarankan, karena sarana transportasi masih kurang terintegrasi dengan baik.

Selain surganya belanja, Bangkok terkenal akan surganya makanan, terutama untuk varian mangga, mulai dari mango sticky rice, sampai dengan es-es dengan variasi mangga, jadi kebayang dong ngilernya kami disana?! Untuk makanan-makanan berat juga saya tidak terlalu kesulitan untuk menyesuaikan, hampir mirip dengan masakan Indonesia hanya lebih asam, tapi tetaplah berhati-hati untuk bahan-bahan non halal, untuk harga hampir sama dengan Jakarta.

Godaan puasa pukul 13.00 dst...





Sup ayam Hainan...
Belanja sudah, makan juga sudah, lalu apa surga yang terakhir?? Thai Massage! Yak! Saya mencoba 2 kali Thai massage di Bangkok, harga rata-rata THB 200 atau IDR 60.000 di 2012 dan IDR 80.000 di 2017…ikut inflasi yaaa?!? (-,-). Thai Massage ini tersebar di banyak tempat, pertama kali mencoba saya lupa ada dimana, tempatnya seperti ruko, terang, lega, dan, bersih. Mencoba yang kedua, di area sukhumvit, disamping Mall Emporium, bernama Nuch. Nuch Thai massage sepertinya cukup terkenal karena terlihat penuh, hanya saja saya kurang nyaman dengan tempatnya yang sempit dan gelap, ditambah dengan banyaknya pelanggan, jadi kurang enjoy. Thai massage adalah pijat kering jadi ngga pake minyak-minyakan, selain dipijat-pijat dan di injak-injak, segala persendian juga ditekuk-tekuk, bunyinya bikin ngilu, tapi anehnya tidak terasa sakit. Saat masuk, biasanya kaki akan direndam di air hangat dan di gosok-gosok, kemudian kita diminta ganti dengan baju mereka semacam atasan piyama/kaos dan celana bahan yang lebar, baru deh di eksekusi :D. Demikianlah remeh-temehnya surga versi sayah :D! sungguh saya ini memang receh hehe…



Saat kepulangan, saya meminta Hotel untuk memesankan Taxi buat kami, staff hotel bilang ada mobil tapi bukan taxi, muat untuk 4 orang dengan 4 buah koper, harganya IDR 200.000, “OK Mam?” dan kami menyetujui. Dannnn…kemudian yang muncul dong siapa?? Supir sewaan Mobil Pajero tempo hari!! Waduh mau nolak kok ya ngga enak sudah deal, padahal saya masih kesel dengan kejadian kapal ituh, apa boleh buat akhirnya kami ke bandara dengan mobil yang sama. Well…kemudian saya menyadari bahwa Bangsa kita ini adalah Bangsa yang pemaaf, ngga enakan, baik hati, dan tidak sombong wkkkk….

0 comments:

Post a Comment