Tuesday, November 7, 2017

A short escape to Bangkok part 1

Trip kali ini adalah kunjungan saya yang ke-3 ke Bangkok masih di tahun ini 2017, yang pertama adalah tugas kantor, yang kedua di Tahun 2012 adalah trip jalan-jalan yang di biayai kantor dengan jumlah peserta 40 orang! plus 1 bayi hihi, karena boleh ngajak anggota keluarga inti, kerennnn kannn kantor sayahhh *salim ke bos-bos. Saya capslock KELUARGA INTI yah! Suami-istri-anak, jadi buat jomblowan dan jomblowati yaaah...derita eluh! (iyahh sayaaa...-,-)...

Biar kelihatan banyak saya campur cerita di trip ke-2 dan ke-3, boleh dong?!?! :D

Agen tour yang saya pilih pada trip ke 2 tidak begitu tersohor dan lokasi cukup jauh ada di Bogor, pun saya tidak merekomendasikan karena pelayanannya ngga OK, tapi berhubung mereka yang paling cepat merespond dan paling murah, jadi apa boleh buat, harga paket tournya IDR 3.500.000 Bangkok-Pattaya 5 hari, murah kann. Untuk flightnya saya book terpisah, tidak satu paket dengan land tour karena paket dengan flight yang mereka tawarkan cukup mahal, dan sayapun menemukan flight murah ke Bangkok dengan Tiger Air seharga IDR 2.000.000. Saat itu, saya cukup kesulitan untuk booking Tiger Air karena banyak travel agent yang tidak menjual tiket maskapai ini, sedangkan untuk book online satu-satu adalah hil yang mustahal untuk 41 seat!, akhirnya dari hasil browsing saya menemukan Berkat Travel yang menjual tiket maskapai ini.



Seperti tour lainnya, trip kami saat itu well-arranged, jadi mulai transportasi, akomodasi, dan makan, aman damai sejahtera, dan seperti biasa ada 1 hari free tanpa tour & guide agar kami bisa mengeksplor sendiri tempat-tempat yang ingin kami kunjungi....

...dan trip berikutnya adalah trip singkat 4 hari dengan bos dan 2 orang rekan kantor, dibayarin lagi? Pasti donggg, plus bonus perdiem...yyiiihaaa *salim lagi ke mak bos :D.

Welcome to Suvarnabhumi (Baca: Swarnabhum) International Airport! megah dan di desain dengan apik, udah mirip-mirip dengan KLIA atau Singapore Int’l Airport. Menggantikan bandara lama-nya Don Mueang, fasilitas yang tersedia antara lain free wifi, rest zones, showers, luggage storage, spa, prayers room, children’s play areas dll. Sarana transportasi ke dan dari Bandara sudah terintegrasi dengan baik, ada Bus, Taxi, dan Train di Basement B, dan kami? Saat trip ke dua kami sudah disambut oleh local guide bersama dengan 2 orang lokal yang memakai pakaian tradisional, bertugas mengalungkan bunga kepada kami, saya berasa jadi delegasi manahhh gituhh :D.  Untuk trip ke tiga, karena ber-4 dan membawa banyak barang bawaan, kami memilih menggunakan Taxi, menuju ke bawah ke lantai satu dari Arrival hall, petunjuknya cukup jelas, dan di antriannya anda tinggal memencet no antrian Taxi sedan atau Taxi minibus harganya kurang lebih IDR 250.000. Pilihan moda transportasi lain adalah airport rail link atau kereta bandara tarif IDR 18.000 sekali jalan, namun saya tidak sarankan, jika anda membawa koper besar atau banyak barang karena kereta ini banyak berhenti dan masih harus terkoneksi dengan BTS (semacam Monorail) atau MRT, jadi agak ribet.





Sebelum menuju basement, di pintu kedatangan anda bisa membeli Simcard. Seperti di Indonesia Simcard Thailand adalah sejenis beli dan buang hehe...Mereka memiliki 3 operator utama DTAC, AIS, dan True Move, yang paling murah adalah True Move paket turis seharga IDR 120.000. Tanpa diminta, dengan lempengnya Customer Service akan mengganti dan mengaktifkan kartu di handphone anda, cukup cekatan sih tapi lempengnya orang Thailand ngga nahan deh…

Bangkok, persis mirip plek ketiplek kayak Jakarta, cuacanya, jalan-jalannya, orangnya, macet-macetnya sampai motor-motornya mirip semua walaupun motor ngga sebanyak di tempat kita. Hanya papan ijo petunjuk jalan abjad-nya keriting, mungkin kalo ngga keriting saya kira saya masih ada di Jakarta, untuk itu mereka menyebutnya “Jakarta Sister City” :D. Guide kami kali ini adalah seorang wanita (iyah saya yang request) yang umurnya tidak jauh beda dengan saya, fasih berbahasa Indonesia karena kuliah Sastra Indonesia dan sempat mengikuti pertukaran pelajar di Universitas Indonesia, namanya saya lupa :D. Aksara Thailand yang keriting ini mirip dengan aksara jawa, karena induk bahasanya sama yakni bahasa Sansekerta, kesamaannya dimana? Saya lupa :D, mangapphh  secara udah 5 tahun yang lalu, menurut ngana?!



Hotel, di trip ke 2 kami menginap di hotel-hotel kecehh, The Sukosol Hotel di Bangkok dan The Bayview Hotel Di Pattaya, harganya per malem di atas IDR 1.000.000 semua, saya kurang paham dengan hotel mahal gitu kenapa paket tournya bisa murah meriah hehe...mungkin juga karena sistem group jadi bisa dapat harga murah. Saat trip ke 3 kami menginap di Boutique Hotel Salil Hotel Soi 8, soi itu semacam jalan atau gang, jadi Salil Hotel ada di 3 Gang berbeda yakni di gang 1, 8 dan 11,  masing-masing ada yang deket BTS, ada yang lumayan jauh, untuk yang jauh dari stasiun jangan kuatir karena Hotel menyediakan golf cart yang mengantar atau menjemput kita sampai ke jalan besar dengan cukup menelfon reception, seperti Hotel yang kami tempati ini. Oiya, BTS itu semacam monorail jadi relnya ada diatas, saat itu BTS yang paling dekat dengan Hotel kami adalah BTS Nana.

0 comments:

Post a Comment