Trip kali ini adalah kunjungan saya yang ke-3 ke Bangkok masih di
tahun ini 2017, yang pertama adalah
tugas kantor, yang kedua di Tahun 2012 adalah trip jalan-jalan yang di biayai kantor dengan jumlah peserta 40 orang! plus 1 bayi hihi, karena boleh ngajak anggota keluarga inti, kerennnn kannn kantor
sayahhh *salim ke bos-bos. Saya capslock KELUARGA INTI yah! Suami-istri-anak,
jadi buat jomblowan dan jomblowati yaaah...derita eluh! (iyahh sayaaa...-,-)...
Biar kelihatan banyak saya campur cerita di trip ke-2 dan ke-3, boleh
dong?!?! :D
Agen tour yang saya pilih pada trip ke 2 tidak begitu tersohor dan lokasi cukup jauh ada di
Bogor, pun saya tidak merekomendasikan karena pelayanannya ngga OK, tapi
berhubung mereka yang paling cepat merespond dan paling murah, jadi apa boleh
buat, harga paket tournya IDR 3.500.000 Bangkok-Pattaya 5 hari, murah kann.
Untuk flightnya saya book terpisah, tidak satu paket dengan land tour karena
paket dengan flight yang mereka tawarkan cukup mahal, dan sayapun menemukan
flight murah ke Bangkok dengan Tiger Air seharga IDR 2.000.000. Saat itu, saya cukup
kesulitan untuk booking Tiger Air karena banyak travel agent yang tidak menjual
tiket maskapai ini, sedangkan untuk book online satu-satu adalah hil yang
mustahal untuk 41 seat!, akhirnya dari hasil browsing saya menemukan Berkat
Travel yang menjual tiket maskapai ini.
Seperti tour lainnya, trip kami saat itu well-arranged, jadi mulai transportasi,
akomodasi, dan makan, aman damai sejahtera, dan seperti biasa ada 1 hari free
tanpa tour & guide agar kami bisa mengeksplor sendiri tempat-tempat yang
ingin kami kunjungi....
...dan trip berikutnya
adalah trip singkat 4 hari dengan bos dan 2 orang rekan kantor, dibayarin lagi?
Pasti donggg, plus bonus perdiem...yyiiihaaa *salim lagi ke mak bos :D.
Welcome to Suvarnabhumi (Baca: Swarnabhum) International Airport! megah dan
di desain dengan apik, udah mirip-mirip dengan KLIA atau Singapore Int’l
Airport. Menggantikan bandara lama-nya Don Mueang, fasilitas yang tersedia
antara lain free wifi, rest zones, showers, luggage storage, spa, prayers room,
children’s play areas dll. Sarana transportasi ke dan dari Bandara sudah
terintegrasi dengan baik, ada Bus, Taxi, dan Train di Basement B, dan kami? Saat
trip ke dua kami sudah disambut oleh local guide bersama dengan 2 orang lokal
yang memakai pakaian tradisional, bertugas mengalungkan bunga kepada kami, saya
berasa jadi delegasi manahhh gituhh :D. Untuk
trip ke tiga, karena ber-4 dan membawa banyak barang bawaan, kami memilih
menggunakan Taxi, menuju ke bawah ke lantai satu dari Arrival hall, petunjuknya
cukup jelas, dan di antriannya anda tinggal memencet no antrian Taxi sedan atau
Taxi minibus harganya kurang lebih IDR 250.000. Pilihan moda transportasi lain
adalah airport rail link atau kereta bandara tarif IDR 18.000 sekali jalan,
namun saya tidak sarankan, jika anda membawa koper besar atau banyak barang
karena kereta ini banyak berhenti dan masih harus terkoneksi dengan BTS
(semacam Monorail) atau MRT, jadi
agak ribet.
Sebelum menuju basement, di pintu kedatangan anda bisa membeli Simcard. Seperti di Indonesia Simcard Thailand adalah sejenis beli dan buang hehe...Mereka memiliki 3 operator utama DTAC, AIS, dan True Move, yang paling murah adalah True Move paket turis seharga IDR 120.000. Tanpa diminta, dengan lempengnya Customer Service akan mengganti dan mengaktifkan kartu di handphone anda, cukup cekatan sih tapi lempengnya orang Thailand ngga nahan deh…
Bangkok, persis mirip plek ketiplek kayak Jakarta, cuacanya,
jalan-jalannya, orangnya, macet-macetnya sampai motor-motornya mirip semua
walaupun motor ngga sebanyak di tempat kita. Hanya papan ijo petunjuk jalan
abjad-nya keriting, mungkin kalo ngga keriting saya kira saya masih ada di
Jakarta, untuk itu mereka menyebutnya “Jakarta Sister City” :D. Guide kami kali
ini adalah seorang wanita (iyah saya yang request) yang umurnya tidak jauh beda
dengan saya, fasih berbahasa Indonesia karena kuliah Sastra Indonesia dan sempat
mengikuti pertukaran pelajar di Universitas Indonesia, namanya saya lupa :D.
Aksara Thailand yang keriting ini mirip dengan aksara jawa, karena induk
bahasanya sama yakni bahasa Sansekerta, kesamaannya dimana? Saya lupa :D,
mangapphh secara udah 5 tahun yang lalu, menurut ngana?!
Hotel, di trip ke 2 kami menginap di hotel-hotel kecehh, The Sukosol Hotel di
Bangkok dan The Bayview Hotel Di Pattaya, harganya per malem di atas IDR 1.000.000
semua, saya kurang paham dengan hotel mahal gitu kenapa paket tournya bisa
murah meriah hehe...mungkin juga karena sistem group jadi bisa dapat harga
murah. Saat trip ke 3 kami menginap di Boutique Hotel Salil Hotel Soi 8, soi
itu semacam jalan atau gang, jadi Salil Hotel ada di 3 Gang berbeda yakni di
gang 1, 8 dan 11, masing-masing ada yang
deket BTS, ada yang lumayan jauh, untuk yang jauh dari stasiun jangan kuatir karena Hotel menyediakan golf cart
yang mengantar atau menjemput kita sampai ke jalan besar dengan cukup menelfon
reception, seperti Hotel yang
kami tempati ini. Oiya, BTS itu semacam monorail jadi relnya ada diatas, saat
itu BTS yang paling dekat dengan Hotel kami adalah BTS Nana.





0 comments:
Post a Comment