Hari terakhir, pagi hari kami menyempatkan untuk jalan sebentar ke Victoria Harbour melihat Avenue of The Star, Walk of Fame-nya Hollywood yang highlight-nya adalah patung Bruce Lee. Saya cari ngalor ngidul, naek turun tangga, bertanya pada lebih dari 5 orang yang mereka ngga bisa bahasa enggres dibantu dengan gambar di browser, dan semuanya ngga ngerti atau ngga tahu tempat tersebut. Duh aneh banget orang lokal mosok ngga tahu, belakangan saya baru tahu dari website Discovery Hongkong kalo lokasi tersebut sedang di renov...jjjiaaahh pantes ditutup papan sana sini. Sebelum melanjutkan ke Causeway Bay (Hong Kong Island), kami check out terlebih dahulu, titipkan koper di concierge dengan biaya IDR 60.000, kali ini transportasi yang kami pilih adalah Ferry. Dari hotel ke Star Ferry Tsim Sha Tsui Pier sangat dekat hanya 10 menit jalan kaki, anda cukup berjalan ke arah kiri, kemudian menyeberang jalan dan belok kanan, lurus saja sampai anda mencium bau solar...(((solar))), nah anda berarti sudah sampai hahaha...maksud saya sampai anda menemukan Clock Tower (Menara Jam) di sebelah kanan anda karena patokan saya adalah si bau solar waktu itu :D, TST Pier tepat berada di kiri anda, tarif ferry dari TST Pier ke Central Pier adalah IDR 5.000.
![]() |
| Nah..harusnya nemu beginian nih di Avenue of The Star, sayang kami ora bejo *taken from China Travel Go |
![]() |
| The Ferry |
![]() |
| Central Pier |
Di Hong Kong Island kali ini kami ke Osman Ramju Sadick Islamic Centre atau biasa disebut dengan Masjid Wan Chai (biar agak-agak ada wisata religinya 😁), lantai 5-nya adalah kantin jadi anda bisa merasakan masakan China tanpa risau dengan bahan-bahan non Halal (ini sikk tujuan utama yang sebenernyah 😁), akan tetapi perhatikan jam pada saat berkunjung karena kantin ini tutup pukul 3 sore. Islamic centre ini terletak di daerah Wan Chai didirikan tahun 1981 (sedikit tua-an dia daripada saya), walaupun berada di daerah Wan Chai namun MTR paling dekat adalah MTR Causeway Bay, tapi kalau anda berniat menggunakan Ferry anda bisa langsung ke Wan Chai Pier, dari sini hanya 20 menit jalan kaki anda sudah sampai di Islamic centre.
![]() |
| Masjid Wan Chai |
Berhubung judul besar saya adalah jalan-jalan syantiek, maka dari TST Pier yang saya pilih adalah arah kanan upper deck ke Central Pier dengan menempuh waktu perjalanan 10 menit. Dari Central Pier ke Central MTR Station ini ternyata sangat jauh sodara-sodara, dan terlalu banyak percabangan serta tidak ada petunjuk arah, kalo anda tidak rajin bertanya niscaya anda akan nyasar, saat itu kami bertanya pada lebih dari 5 orang, jadi alih-alih jalan-jalan syantiek, yang terjadi adalah jalan-jalan remuk!. Dari Central Pier anda harus menyeberang jembatan, setelah jembatan ada 2 percabangan kiri dan lurus, ambilah jalan lurus masuk gedung, kemudian ada percabangan kanan atau turun ke bawah dengan eskalator, ambilah eskalator. Nah Eskalator disini bertingkat-tingkat, turunlah 2 tingkat saja (central mid-levels escalator), setelah sampai bawah ada percabangan lagi, masuk gate atau jalan ke arah kanan, masuklah ke gate karena ternyata Central MTR ada di dalam. Disinilah baru ada pilar yang bertuliskan Central Station, disebaliknya bertuliskan Hong Kong Station, jadi kedua Station tersebut terhubung...pantas saja tempatnya begitu luas, 3 stasiun pemberhentian dari sini, sampailah di Causeway Bay.
![]() |
| Proud to found this station without any missed direction :D |
![]() |
| We've finaly got it! |
Keluar dari kereta jalan ke arah Exit A, kemudian ada percabangan lagi ambilah Exit B2, naik tangga eskalator keluar dan anda akan melihat pelataran pusat pertokoan Times Square, SOGO, dan toko-toko barang-barang ber-merk lainnya. Dari sini masih jalan kaki sekitar 20 menit, mulai aktifkan GPS anda atau siap-siap bertanyalah kalo ragu, ini pun tidak menjamin karena orang lokal jarang ada yang bisa kasih unjuk jalan, walaupun dengan segala perlengkapan lenong petunjuk arah, saya sendiri masih bingung. Jadi begini, dari depan Times Square berjalanlah ke arah sebelah kiri anda menuju Russel Street sampai menemukan flyover, menyeberanglah melalui bagian bawah flyover anda akan menemukan pasar dengan nama keren Bowrington Road Market. Berjalanlah ke arah sebelah kiri anda ikuti sepanjang trotoar pasar, disini saya dipandu sama om-om berbaju singlet dan kemeja lengan pendek yang tidak dikancingkan dengan rokok yang tidak lepas dari tangannya (haduh saya dejavu lagi berasa di settingnya pelem-pelem triad Bang Andy hihi), ternyata baik si Om karena dia sampai usaha ngecek alamat yang saya kasih dengan GPS di smartphonenya (peyuuukk...eh ngga boleh!).
Diujung trotoar anda akan menemukan perempatan, menyeberanglah ke arah lurus dimana kanan kirinya adalah bangunan-bangunan tinggi, saya sudah tidak notice lagi ini jalan apa karena sudah amat kepayahan dan kelaperan. Lurus mentog pertigaan beloklah ke kanan, lurus saja kira-kira 20 meter, ikuti jalan agak berbelok dan menanjak sedikit anda akan menemukan Islamic centre. Saat kami tiba ada jenazah yang sedang di sholatkan, jadi kami menunggu sebentar di luar, sholat kemudian naik ke lantai 5 menuju kantin, duduk manis siap memesan hhmm sudah terbayang rasanya...nyam-nyam, tak lama kami di usir karena Kantin TUTUP! *nangis kejerrr*.
Okeh, perjuangan kami belum berakhir kawan, karena sudah teramat sangat luar biasa kepayahan (Maafkanlah anakmu ini Ibu), saya putuskan kami naek taxi saja ke MTR Causeway Bay lagi karena tidak jauh dari situ ada banyak restaurant Indonesia seperti Warung Chandra, Padang, dan Sedap Gurih. Anehnya, tidak ada satupun Taxi yang mau kami naikin padahal pada parkir semua ituhh...what the hell ?!. Kemudian ada Opa-opa arab yang menyapa saya bertanya mau kemana, trus dikasih unjuk lewat jalan yang sama sekali berbeda dengan jalan yang kami lewati tadi, makin nyasarrrr-lah kita!. Kami coba cari Taxi disitu, tidak ada yang berhenti sama sekali padahal yang antri taxi bukan hanya kami, kalopun ada yang mau, begitu buka pintu dan saya kasih unjuk...ehh lha kok dese ngga mau...oh Tuhannnn... kannn-maen sopir-sopir di sini! Mau naik bus juga pada ngga ngerti ketika ditanya, haduhhh hopeless deh saya sama orang-orang inih. Sampai kemudian secercah harapan itu muncul ketika teman saya mengenali seseorang yang berjalan diseberang trotoar, ternyata Ibu dan temen saya sempat berkenalan dengan Mba-mbak Migrant Worker saat menunggu di pojok trotoar ketika saya dan teman saya yang lain mencari Islamic centre dengan GPS.
Kami berempat mengejar-ngejar dan memanggil-manggil beliau dari trotoar seberang jalan, namun tidak terdengar olehnya, jalannya cepat sekali...kami bak ber-adegan rangga dan cinta kejar-kejaran di airport (Ngiahaha...). Terkejarkah? Enggak! Mbaknya sudah hilang entah kemana, namun tetiba harapan itu tumbuh kembali, beliau muncul dari sebuah gedung dan berjalan kembali ke arah sebaliknya yaitu ke arah kami! Eaalaahh haha. Setengah berlari saya cepat-cepat menyeberang, saya minta Ibu saya untuk tetap di tempat karena pasti sudah sangat kecapekan (anak durhaka!). Dengan napas senen-kemis saya memperkenalkan diri bahwa saya anak Ibu yang tadi, si embaknya bingung Ibu yang mana? (dikira mak-nya Ratu Elizabeth!), lalu saya tunjuk ke arah Ibu saya diseberang trotoar hahaha.
Another orang baik mengantarkan kami ke Yee Wo Street/Sugar Street melewati Times Square, kira-kira setengah jam jalan kaki, ternyata tadi kami berada di Wan Chai road, sisi lain dari pasar Bowrington Road jjiaaahhh, tau gitu?? 30 menit berjalan kaki tidak terasa karena saya merasa sudah menemukan jalan kembali, Mbak-mbak ini berasal dari Wonosobo dan sudah bekerja bertahun-tahun di Hong Kong, beliau menawarkan untuk mengantarkan kami jalan-jalan esok hari karena libur, sayangnya esok hari kami sudah pulang (huhu peyuuukkk mbaknyah..Terima Kasihhh!).
Oiya, selama di Hong Kong praktis kami tidak pernah mencoba makanan lokal karena kuatir dengan bahan-bahan non Halal, untungnya kami juga kekeuh tidak mencoba makanan lokal yang bisa kami makan seperti Ayam, karena ternyata proses pemotongannya tidak dengan disembelih, konon sih di cekik tapi saya tidak paham gimana maksudnya, mungkin langsung dicelupin ke air mendidih?.
Kami makan di restaurant Sedap Gurih, tidak jauh dari Kedutaan Besar RI, kalau anda dari Times Square ambil-lah arah sebelah kanan anda, lurus kemudian belok kanan ke gang kecil yang ada toko-toko tenda penjual souvenir, mentog belok kiri lurus saja sampai anda menemukan Perempatan Sugar street (tampaknya ini jalan memotong karena tidak ada plang nama jalan), menyeberang kemudian ambilah jalan ke kanan, anda akan melihat beberapa restoran Indonesia salah satunya Sedap Gurih. Disitu kami berpisah dengan beliau, sempat berfoto dan bertukar no telepon. Warung Indonesia yang kami kunjungi sebelumnya, saya tidak begitu hafal karena mendadak di info-nya oleh Mbak-mbak yang bersama kami di Ngong Ping, hanya kalau tidak salah berjarak 2 station dari MTR Thung Chung (Ngong Ping), dan sepertinya dikelola hanya sebagai sampingan karena tidak ada nama restoran hanya bertuliskan menjual masakan Indonesia, letaknya-pun tersembunyi di pojok lantai 2 sebuah gedung, sekelilingnya adalah pertokoan tenda-tenda, jadi kalo kami tidak mendongak ke atas, kami tidak akan menemukan tulisan warung masakan Indonesia hihi.
![]() |
| Friend of mine with this authentic menus :D |
![]() |
| Kuat Jalan, Makan telat...They were just prove it that ages is just a number! #proud with them! |








0 comments:
Post a Comment