Saya menulis episode ini sambil mendengarkan lagu Te wo Tsunagou by Ayaka *eits sedappp, lagu apakah gerangan? silahkan brosing hihi...Sebelum berangkat ke Museum Fujiko F. Fujio (bukan Museum Doraemon yah, salah!), saya mengambil pocket WiFi terlebih dahulu ke Katsushika Post Office dengan berbekal No. Resi pengiriman barang yang baru saya dapat dari Japan Wireless, jadi di hari ke-3 kami baru bisa terkoneksi dengan internet, pantes saja di diskon (-.-).
Museum ini berlokasi di Kawasaki (merk motor inih), Kawasaki ini lumayan jauh, kalo di Jakarta mungkin seperti Tangerang. Perlu di perhatikan bahwa museum tutup tiap hari Selasa dan tiket sering sold out, jadi saya sarankan begitu tiba di Tokyo segera belilah tiketnya di minimarket Lawson tarifnya IDR 100.000, cara belinya gampang lewat mesin tiket seperti yang biasa kita temui di Indomaret. Yakin bisa? Enggak! Bahasa mesinnya keriting bo’ najesss (-.-), mbak2 kasir yang lagi nganggur langsung saya seret ke mesin, duh ngomongnya gimana yak, secara pronounce Fujiko F. Fujio or Doraemon juga beda.
Tiba-tiba saya dapat ide untuk browsing website museum saya tunjukin ke mbaknya, mudeng Mbak? Ngangguk (tetep bahasa tarzan, mbok ‘Yes’ gitu loh :D), problem berikutnya masukin nama pengunjung, saya sebut nama saya Rieska bla bla bla langsung hening, spelling R I E S K A tetep hening, temen saya: Ha-mbok di ketik di hengpon? Saya: oiya bego! :D, kemudian pilih jam kunjungan yang dibagi jadi 4 kloter yaitu 10.00, 12.00, 14.00, & 16.00, jangan terlambat datang yah! Next-nya pencet-pencet, print, bayar, tiket dikantongin! (Arigato Gozaimasss Mbak-nyah :D).
Dari Horikirishoubuen St. dengan Keisei Main Line Local, stop di Nippori St. dengan JR Keihin-Tohoku/Negishi Line Local, stop di Kawasaki St. sambung dengan JR Nambu Line Rapid, pemberhentian terakhir adalah Noborito St. total waktu tempuh 1 jam 15 menit, ini perjalanan kereta-nya doang, belon jalan kaki naik turun tangga stasiun, bonus nyasar-nyasarnya :D, total tarif kereta IDR 80.000. Di depan Stasiun Noborito sudah tersedia shuttle bus yang akan mengantar anda ke Museum tarifnya IDR 20.000, kalo mau jalan kaki tidak masalah karena pemandangan sepanjang perjalanan cukup menarik waktu tempuh jalan kaki kurang lebih 30 menit. Berhubung persediaan salon pas menipis, kami memilih shuttle bus saja (alesan!).
 |
| The Shuttle Bus |
 |
| Shuttle Bus Sign |
Pengunjung Museum Fujiko F. Fujio kebanyakan adalah anak-anak (yaa iyalah), saking banyaknya anak-anak, tangan Mak Bos saya sempet digandeng ama bocah-bocah ini dikira mak-nya sendiri hihi. Sebelum masuk kita akan dibekali dengan translator device berbahasa inggris jadi kita tinggal pencet angka sesuai dengan keterangan di gambar atau display, dan device akan memberikan penjelasan gambar. Exhibition Hall menampilkan naskah gambar asli karya Fujiko F. Fujio seperti Doraemon, P-Man, Ninja Hatori dan masih banyak lagi yang lain yang ngga kita kenal, selain itu diperlihatkan pula peralatan menggambar dan meja kerja yang digunakannya, diatur sedemikian rupa sehingga ruang kerja mirip dengan aslinya, disini kita dilarang memotret jadi saya tidak ada dokumentasinya. Berikutnya adalah ruang bermain indoor (ini sih ruang lari-larian dan baca-bacaan anak-anak wkwk), kemudian ruang teater yang menayangkan film..........Doraemon (ya iyalahh -.-), dan ruang bermain outdoor yang berisi display ‘pintu kemana saja,’ lapangan bermain Nobita, dan beberapa patung karakter Fujiko F. Fujio yang lain, selebihnya adalah Kafetaria dan toko souvenir. Menurut saya pribadi, Museum Fujiko F. Fujio ini so-so-lah, yang jelas sih sudah mengurangi rasa penasaran kita tentang daerah asal penciptaan si Kucing Ajaib Doraemon (yang generasi 80-an ngacung! :D).
 |
| The translator device |
 |
| Ruang baca-baca-an :D |
 |
| Ruang lari-lari-an :D |
 |
| Pintu kemana saja |
 |
| Salah satu karakter "ngga tau" Fujiko F. Fujio |
 |
| Doraemon & Nobita di episode "ngga tau" :D *saya tau anda pasti gemes pengen nimpukin sayah karena ga tau mulu :D |
Rute berikutnya, adalah...Shibuya...lagi! Loh mampir apa nagih?? Wkwk, kebetulan kemarin pas kesini kami hanya mampir sejam, karena hari sudah malam sekali, dan kami pengin lihat keruwetan Shibuya di sore hari, sekaligus mampir lagi ke toko yang kemarin sudah saya incer bbkkkk... Di Jepang, pembeli adalah raja dalam arti yang sesungguhnya :D, saat anda masuk mereka sudah menyambut di depan, namun tidak akan membuntuti saat memilih-milih barang jadi kita tidak risih. Saat anda selesai memilih, barang akan dibawakan sampai ke kasir, tidak selesai sampai disitu, ketika suatu kali saya meminta bungkusan saya setelah selesai membayar, si mas-mas penjual tidak langsung memberikannya hanya menunjukkan sign tangan ke arah pintu keluar…owhhhh mau dibawain dan diantar sampai pintu keluar toh! Di luar si mas penjual baru memberikan bungkusan, dengan sopan membungkukkan badan berkali-kali sambil arigato-arigato-an sama saya dan tidak berhenti sampai saya sudah membalikkan badan Bbbbkkkk…. Tapi kalo anda tidak ada kencan dengan Mas Penjual seperti saya, Shinjuku, Akihabara, Ginza, dan Odaiba Island layak dicoba. Oiya, anda juga bisa walking tour dengan guide ke Tokyo Imperial Palace rumahnya Kaisar Akihito, geratisss!...sayangnya kita harus cepat-cepat-an daftar online jauh-jauh hari
disini, yahh bisa ditebak dong kami ngga dapet slot...huhu.
Rute kereta dari Kawasaki ke Shibuya adalah Noborito St. dengan JR Nambu Line Local for Kawasaki, stop di Mushasi-Kosugi St. sambung dengan Tokyu Toyoko/Minatomirai Line Ltd. Exp. for Shirin-Koen, stop di Shibuya St. Di sore hari Shibuya masih sama crowded-nya, hanya tidak se-spektakuler saat malam karena minus lampu-lampu LED gedung-gedung dan kali ini patung Hachiko masih tetep.....ngga ketemu!
 |
| Shibuya di siang hari *jepretan by Henny |
 |
| Nebeng foto saya boleh yah?? |
Paginya, kami menghubungi Minami San-Apartment Manager, ceritanya pamitan sambil kasih tips dan tak lupa potoh-potoh, tak taunya dia juga mengantarkan kami sampai ke depan pemberhentian Bus, and you know what?? Beliau menolak pemberian tips dari kami, katanya Japanese dilarang menerima tips, duh betapa malunya kami, padahal kami sudah ngerempongin dia banget mulai dari minta gunting sampai minta dia untuk memindahkan file foto ke Harddisk, orang baik ke berapa ini lupa saya sepertinya ke 4 yah? :D (peyukkkk…). Jadi sodara-sodara jangan lupa untuk tidak memberikan tips kepada siapapun di Jepang karena ini extra forbidden! Dan jangan lupa menginap di apartemen Minami-San yah wkwk…kali ini saya mengakui jadi buzzernya Minami-San hihi…
0 comments:
Post a Comment