Tiba di Tsim Sha Tsui (baca: sim sa soi) saya berasa ngebayangi syuting pelem-nya Bang Andy Lau pujaan hati saya... (preett...), penuhhh! seolah tiap setengah meter pasti ada manusianya, persis kek pelemnya si Abang. Traffic-nya sangat padat, dan masih bisa ditemui pejalan kaki yang nekat menyeberang walaupun lampu masih merah, kan saya jadi ikut-ikut-an yah..mangapp ga lagi-lagi deh ga patut dicontoh, inget ya di negara orang ngga boleh neko-neko bawa nama Negara (uhuk beratt yakkk), oiya bus-bus disini bertipe dua tingkat semua, yang dari bandara dilengkapi dengan kabin bagasi di dekat pintu masuk.
Setelah check in Hotel, kami tancap gas ke Victoria Peak dan Madame Tussauds. Dari Stasiun Tsim Sha Tsui kami turun di Stasiun Central Exit J2, keluar melewati Charter Garden semacam ruang terbuka hijau, kemudian menyeberangi jalan ikuti petunjuk ke arah ‘Peak Lower Terminus,’ yakni sedikit kiri kemudian ke kanan jalan menanjak, lurus saja sampai anda melihat antrian yang mengular sepanjang puluhan meter! Yak!! Mau weekend mau weekdays antrian tetap panjang, nah ini keuntungan rajin research, jadi yah menurut info kalo kita beli tiket terusan Peak Tram dan Madame Tussauds, kita bisa langsung aja beli tiketnya di booth Madame Tussauds dengan harga IDR 400.000, tidak perlu antri beli tiket tram di pintu masuk, jangan lupa tunjukkan kartu discount anda untuk mendapatkan separuh harga. Letak booth berada tidak jauh dari tempat tram berhenti, kami sempat dihadang petugas karena dikiranya kami memotong antrian, tinggal bilang saja bahwa kita beli tiket terusan, saat itu kami hanya menunggu tram sekitar setengah jam.
Saat anda masuk tram, pastikan anda duduk di sebelah kanan, karena dari sinilah spot terbaik untuk mengambil gambar Hong Kong dari puncak (lagi-lagi dari hasil rajin research), sebab di kiri anda tidak akan mendapat pemandangan apapun. Keluar dari tram kami masuk gedung ke arah Madame Tussauds, di pintu masuk kitah sudah disambut patung lilin Jackie Chan dan fotografer yang sudah siap memotret kita, bayar? pastinya...saya sih emoh, yang gratis aja banyak di dalem. Selanjutnya ada artis-artis Hong Kong, Tiongkok daratan, artis Amerika, dan tokoh-tokoh serta presiden di dunia, oiya tokoh dari Indonesia juga ada loh, Presiden Soekarno, dan baru-baru ini akan dibuat Presiden Joko Widodo (yahhh telatt...kudu balik lagi inih...horang kayahhh hihi).
Kemudian, kita menuju arah keluar yaitu Victoria Peak, semacam gardu pandang ruang terbuka hijau yang cukup luas, terdapat sederetan toko-toko dan restaurant-restaurant, dari sini kami naik tram turun ke bawah...antri? ho oh, ngga afdhol kalo ngga antri!.
Kembali ke Stasiun Tsim Sha Tsui dengan rute yang sama, kami keluar stasiun menuju arah Victoria Harbour untuk melihat pertunjukan laser Shymphony of The Lights tepat pukul 8 malam. Victoria Harbour ini tidak jauh dari Hotel kami, hanya sekitar 5 menit jalan kaki, namun lokasi-nya tertutup gedung seni pertunjukan, jadi jangan segan untuk bertanya. Jangan lupa perhatikan bulan keberangkatan anda, karena kalau ada peringatan badai tropis pertunjukan akan dibatalkan dan anda juga tidak bisa merasakan sarana transportasi laut di Hong Kong. Saat itu kami berangkat bulan Mei, tidak ada hujan akan tetapi cukup berkabut, kami kembali ke Hotel karena para emak-emak sudah kepayahan (Saya juga...!).




0 comments:
Post a Comment