Friday, December 16, 2016

Yunani Part 2 (Mykonos)


The island of party....jadilah dalam benak saya pulau yang hingar bingar seperti Bali...
Houses by The Sea              *Jepretan by Henny
Pada kenyataannya sih engga, entah emang ngga seheboh yang saya bayangkan, atau kami yang datang saat low season??. Hanya, kami sempat 1 pesawat dengan rombongan afro-american yang ribut sekali di pesawat, foto-foto dan rekam video plus minta mas-nya flight attendant buat dadah-dadah & hai-hai *yak ampun*, makanya yah jangan bilang kalo orang Asia ituh norak, ada temennya loh!. Usut punya usut, mereka ini mau mengadakan wedding party gitu di sini, jumlah rombongannya mungkin sekitar 10-15 orang, pokoknya ributnya udah kek pesawat itu milik sendiri dan kami ini ngontrak!.

Ke Mykonos, kita bisa lewat jalur laut dengan Blue Star Ferry 5 jam perjalanan dengan harga IDR 500.000 beli disini atau kalo mau lebih cepat dengan Sea Jets Ferry 2,5 jam perjalanan dengan harga IDR 900ribuan, beli disini. Kami memilih menggunakan moda transportasi udara dengan Aegean Air yang memiliki schedule penerbangan yang lebih fleksibel dari pada Ryan Air harga IDR 2.000.000, tidak terlalu pagi dan tidak terlalu siang, waktu tempuh 35menit (Jadi barusan kedip, kami udah landing lagi hihi...).

Oiya, bandaranya mini sekali untuk ukuran bandara yang banyak didatangi wisman, pun Santorini tak kalah mininya 😃, masih jauh keceh kemana-mana Adi Sumarmo-Solo, padahal jarang ada wisman yang datang ke Solo. Yang agak diluar kebiasaan, sewaktu check in di counter biasanya luggage akan dinaikan ke timbangan dan otomatis berjalan dengan conveyor belt, namun petugas memberikan sign untuk meletakkan koper kami di sisi lain dekat luggage detector bersama dengan puluhan koper lainnya. Pikir kami "owh mungkin nanti akan ada petugas yang ngangkut" aman!, saat kami jalan-jalan di sekitar bandara, tak disangka ada bapak-bapak dari Tiongkok yang mencari-cari kami dan memberitahukan bahwa kami harus memasukkan koper-koper kami ke luggage detector sendiri!, elaahh ribeut banget ini bandara, ngga efisien!. Yang menarik adalah, ternyata kami dan wisman-wisman ini saling memperhatikan satu sama lain, jadi kami secara tidak sadar hapal koper mana kepunyaan siapa? *duh baiknya si Bapak terima kasiyyy....

Landing di Mykonos, masih persis seperti NTT wkwk...hanya bentuk rumah disini kotak-kotak kubus tanpa atap bercat putih yang kadang ada sedikit contour biru atau merah bata, dan warna putihnya terlihat awet entah ada campuran apa di bahan catnya, atau mereka yang kurang kerjaan ngecat seminggu sekali hihi...

Kayak ini nih...
Mykonos Windmills

Kami menginap di Rania Apartments IDR 984.000/malam, tipe apartmentnya seperti vila yang tiap kamar menghadap keluar, lingkungannya sangat tenang & sepi...wait..I mean like aaa...bener-bener sepi karena saya hanya melihat 1 atau 2 orang tamu lain, jadi serasa punya sendiri, lagi-lagi mungkin karena low season, karena sebenernya Rania Apartment ini sangat dekat dengan alun-alun, pusat pertokoan, & pelabuhan. Pantas saja staff apartment menawarkan untuk menjemput kami di bandara geratisss PP!! Yiihaaaaa (Terima kasih Om Nicholasss). Jadi, saat pertama tiba, kami sudah kelar mengelilingi highlight-nya Mykonos, termasuk diantaranya Mykonos windmills (ituh lohh yang suka ada di kalender-kalender), pun ketemu maskotnya si burung Pelican juga sudah. Yang menarik adalah pusat pertokoannya ditata sedemikian rupa seperti rumah-rumah biasa dengan gang-gang kecil yang sangat bersih dan rapi padahal rumah itu menjual barang-barang branded seperti Dolce & Gabbana, Louis Vuitton, dan konco-konconya (kirain KW, ternyata asli bo’ secara jualnya cuma di rumah-rumah gitu).
Penampakan Gang-gang nya
Rania Apartments                *Jepretan by Henny
Pulau Mykonos ini cukup kecil, kita bisa sewa mobil atau motor untuk mengelilingi, tinggal ninggalin SIM dan bayar sekitar IDR 200ribu diluar bensin, namun kondisi-kondisi motor dan mobil disini cukup ngenes, selain motor/mobilnya tua, penampakannya juga cukup nggilani kotor dan berdebu baik yang sewaan ataupun mobil-mobil pribadi mereka sendiri (gemes pengen cuciin mobil mereka 😀). Tidak sampai jam 1 siang kami sudah kembali ke pusat kota lagi dari mampir-mampir ke pantai Paradise dan Paraga, jika malam menjelang, pantai-pantai ini menyelenggarakan pesta musik techno, pas kami kesanah sih udah ngga ada bekasnya.

Pantai "ngga tau" dekat alun-alun 😁
Kalo Malem
Oiya, satu hal yang perlu diperhatikan adalah cuaca, hindari untuk mengunjungi Yunani di bulan November sampai dengan Maret karena bulan-bulan tersebut adalah musim dingin, walaupun memiliki iklim khas mediterania yang hanya ada panas dan hujan, namun musim dingin di Yunani sangat ber-angin. April-September adalah high season karena iklim cukup hangat, akan tetapi okupansi tinggi, akomodasi dan tiket pesawat sangat mahal. Pertengahan Oktober kami kira sudah cukup ideal, karena okupansi rendah jadi serasa pulau punya sendiri, dan biaya tidak akan terlalu besar, namun cuaca adalah hal yang tidak bisa diprediksi karena saat kami tiba, Mykonos sangat ber-angin, hingga Sea Jets Ferry ke Santorini yang sudah kami booking jauh-jauh hari di cancel, saking ber-anginnya syal sayapun sempat terbang terbawa angin ke Laut Aegean dan tak kembali huhuhu... Periksa kembali pula schedule semua Ferry baik yang versi sedang maupun versi cepat, karena cuaca ekstrim di bulan November-Maret, maka Ferry berhenti beroperasi di akhir Oktober, dan kembali membuka jadwalnya di awal April. 

Sea Jets Ferry yang batal kami tumpangi 😢        *Jepretan by Henny
Pilihan ke Santorini kemudian, menunggu Ferry ke-esokan paginya atau terbang kembali ke Athena saat itu juga untuk melanjutkan perjalanan ke Santorini esok hari-nya (disclaimer: tidak ada penerbangan direct Mykonos-Santorini, jadi semua penerbangan transit balik ke Athena). Kami memilih option ke dua karena belum tentu Ferry untuk esok hari bisa tetap berangkat ke Santorini, entah bagaimana nasib penumpang-penumpang nelangsa yang tetap bertahan untuk berangkat dengan Ferry, karena yang malam itu berangkat ke Athena hanya kami dan serombongan turis Tiongkok, dan benar saja Aegean Air yang kami tumpangi sempat agak turbulance ringan selama perjalanan. Malam itu kami tiba di Athena pukul 9 malam dan langsung menuju ke Ambrosia Hotel, saya tidak menyarankan Hotel tersebut, review kurang bagus karena berada di lingkungan yang tidak aman, bahkan 2 taxi uber yang mengantarkan kami juga sempat kasi note mengenai hal tersebut. Apa boleh buat karena kami terburu-buru mencari hotel yang bisa cek in malam itu juga dengan harga yang murah tanpa melihat review. Jadi, jangan ditanya keseluruhan biaya transportasi yang keluar karena kendala cuaca!!! (But show must go on!!!) 

0 comments:

Post a Comment