Friday, December 16, 2016

Yunani Part 3 (Santorini)


Akhirnyahh...dengan segala rintangan yang kami hadapi, dan dengan selamat sentosa, Aegean Air mengantarkan kami ke depan pintu gerbang highlight perjalanan kami kali ini....Santoriniiii here’s we comeee!!!! 
Oia *ini hotel2 yang harganya belasan sampai puluhan juta/malem!
Cuaca di Santorini lebih bersahabat daripada Mykonos, cukup hangat dan tidak ada angin. Karena udah ga mau capek-capek lagi plus hilangnya 1 hari di Mykonos, ditambah masih ngantuk, maka dari itu kami memilih untuk menggunakan pick up service hotel seharga IDR 375.000, bagi yang masih dengan cerita ngirit...taxi dan bus bisa jadi pilihan...(wkwkwk). 

Kami menginap di Loizos Apartments rate IDR 1.300.000/malam terletak di pusat kota Fira/Thira, tak jauh dari pelabuhan lama, terminal bus, dan pusat perbelanjaan. Kami sangat terbantu oleh staff hotel, karena cancellation 1 malam akibat cuaca ternyata bisa di refund, padahal ketentuan hotelnya di booking.com adalah Not Refundable, tiba pagi-pun kami bisa langsung cek in (Terima Kasiyyyy Mbak Elenaaaa). Oiya dari 3 tempat yang kami kunjungi, Santorini adalah tempat termahal, jadi kalo mau kalap sebaiknya kalap di depan alias di Athena gihihi....

Loizos Apartments    *abaikan Mbak2nya
Masih dengan jalan-jalan ngga ngirit kami (ternyata kenyamanan bikin tuman loh), hari pertama kami memilih half day tour seharga IDR 645.000, yakni tour dengan bus ke Oia, rutenya adalah The Excavations of Akrotiri dengan guide berbahasa inggris, Akrotiri adalah situs kota kuno yang tertutup abu akibat letusan gunung berapi, untuk masuk ke situs ini harus membayar tiket tambahan sebesar IDR 200.000, kami memilih untuk tidak masuk untuk menuju ke red beach yang tidak jauh dari situs tersebut, pantai yang lain adalah Perivolos. Selanjutnya meng-explore desa Megalochori, rumah-rumah di Santorini mirip dengan Mykonos hanya bedanya terdapat kubah di atasnya untuk menampung air hujan karena mereka kesulitan untuk memperoleh air tawar, dan banyak terdapat bangunan gereja kristen ortodoks, bahkan jumlah gerejanya lebih banyak dari pada jumlah pendetanya, artinya setiap rumah atau keluarga sebagian besar memiliki gereja pribadi, namun hanya akan digunakan pada saat ada pesta pernikahan saja, cara mengundangnya-pun cukup unik karena menggunakan pengeras suara alias Toa?? Iya Toa kek di mesjid kita (ngirit ye bo’). 

Rute berikutnya Profitis Ilias semacam gardu pandang hanya untuk poto-poto saja. Selanjutnya adalah berkunjung ke perusahaan pembuatan wine khas Yunani yaitu Santo Wines dan mecicipi 3 produk wine mereka...rasanya cukup enak (kata mak bos gue), cheers dalam bahasa Greeka adalah yamasss, saya dan teman saya bersulang dengan orange juice bersama 2 anak kecil yang berada dalam satu rombongan (ini baru kekinian).

Mbaknya Guide...*lali jenenge :D
Terakhir, highlight dari tour ini adalah melihat sunset di Oia persis seperti yang biasa kita lihat di kalender-kalender. Spot cantik ini dikelilingi oleh rumah-rumah kubus putih, beberapa berkubah warna biru karena sebagian adalah gereja, dengan gang-gang sempit yang super bersih, langsung menghadap ke laut di pinggir tebing, no wonder ditata sedemikian apik karena rumah-rumah ini sebenernya adalah hotel dengan tarif belasan juta per malem!!!, pantes yak kami sempat dipelototin saat melewatinya, karena sebenernya beberapa gang masuk ke area private khusus tamu hotelnya, anehnya mereka mau negor juga sepertinya segen.
Foto andalan sayah!
Satu hal yang paling saya suka dari tour ini adalah kita bertemu dan berkenalan dengan peserta tour dari negara-negara lain, saat itu kami berkenalan dengan orang Iran yang tinggal di Amerika, orang India yang tinggal di Swiss, ada juga yang dari Australia dan Philipine, kami ngobrol serasa udah kenal lama, ada pula yang dari Korea cuma dia sangat sibuk dengan gadget-nya, padahal kami satu bangku di Bus, entah tidak bisa berbahasa Inggris atau memang ignorance, tapi ada juga Korean yang ramah seperti yang saya kenal di Akropolis, Mbak-mbak solo traveler yang baru keliling Eropa 3 bulan! Eniwei I Love the Toursss... 
Hari berikutnya kami touring dengan Motor, biayanya sekitar 200ribuan, tidak perlu meninggalkan SIM cukup isi formulir saja, hanya mereka agak lebih ribet daripada Mykonos, karena tidak tertulis bahwa SIM tersebut untuk pengendara motor. Walopun sudah cek di google, kami cukup lama meyakinkan mereka bahwa SIM kami reliable, sampai kemudian pemilik meminta staffnya untuk cek sendiri di google, entahlah...mungkin karena kami para wanita diragukan kompetensinya untuk mengendarai motor, sampai kemudian pemilik rental merelakan motor-motornya untuk kami...BECAREFULL!!! (iyeeee iyeee tenang ajeee...huh), 2 jam cukup bagi kami strolling Fira, leyeh-leyeh bentar di gereja private, nemu kalkun yang besok udah masuk perut (enak loh dagingnya), bonus caldera sunset point yang cukup eksotik. Sama seperti Mykonos, mobil-mobil di Santorini kotornya minta ampun, walopun tipenya lebih baru, entah mereka yang males apa ngirit aer yak??....aselik! serasa pengen buka usaha cuci mobil, 3 kali cuci gratis 1 kali!.

Si Motor dan kami
The Boats
Fira City, path zig-zag itu adalah  si jalan 500 langkah yang menuju port of Thira 
Tepat pukul 1 siang, Tour berikutnya yang kami ikuti adalah Half-day Boat Tour seharga IDR 300.000 yaitu tour dengan kapal kayu berukuran sedang untuk hiking ke kawah gunung berapi yang masih aktif dan berenang di Nea Kameni, semacam tepian air laut yang hangat dan mengandung belerang karena terletak tepat di kaki kaldera (mayan buat nyembuhin exim di kaki hihi). Tour ini berangkat dari Old port of Thira, untuk menuju kesini tidak jauh hanya 15 menit jalan kaki dari hotel, sepanjang perjalanan kami melewati alun-alun, museum, dan restoran-restoran, serta toko-toko souvenir yang tertata rapi di sepanjang gang yang agak menanjak, area ini berada di tepian tebing persis seperti Oia, sehingga dijadikan spot untuk melihat sunset juga. Di penghujung jalan, untuk menuju ke Old port yang berada di bawah tebing, kita bisa memilih menggunakan cable car dengan harga IDR 75.000 one way, atau keledai dengan harga yang sama bonus kepanasan 😁, tapi jika anda masih punya baterai cadangan dan masih dengan semangat ngirit, jalan kaki ke bawah sekitar 500 langkah patut di coba 😂. Perjalanan kami akhiri dengan sunset view dan proper dinner versi 1 set menu dengan porsi raksasa...Yamasssss from Greek!!!

0 comments:

Post a Comment