Akhirnyahh...dengan segala rintangan yang kami hadapi, dan dengan selamat sentosa, Aegean Air mengantarkan kami ke depan pintu gerbang highlight perjalanan kami kali ini....Santoriniiii here’s we comeee!!!!
Cuaca di Santorini lebih bersahabat daripada Mykonos, cukup hangat dan tidak ada angin. Karena udah ga mau capek-capek lagi plus hilangnya 1 hari di Mykonos, ditambah masih ngantuk, maka dari itu kami memilih untuk menggunakan pick up service hotel seharga IDR 375.000, bagi yang masih dengan cerita ngirit...taxi dan bus bisa jadi pilihan...(wkwkwk).
Kami menginap di Loizos Apartments rate IDR 1.300.000/malam terletak di pusat kota Fira/Thira, tak jauh dari pelabuhan lama, terminal bus, dan pusat perbelanjaan. Kami sangat terbantu oleh staff hotel, karena cancellation 1 malam akibat cuaca ternyata bisa di refund, padahal ketentuan hotelnya di booking.com adalah Not Refundable, tiba pagi-pun kami bisa langsung cek in (Terima Kasiyyyy Mbak Elenaaaa). Oiya dari 3 tempat yang kami kunjungi, Santorini adalah tempat termahal, jadi kalo mau kalap sebaiknya kalap di depan alias di Athena gihihi....
Masih dengan jalan-jalan ngga ngirit kami (ternyata kenyamanan bikin tuman loh), hari pertama kami memilih half day tour seharga IDR 645.000, yakni tour dengan bus ke Oia, rutenya adalah The Excavations of Akrotiri dengan guide berbahasa inggris, Akrotiri adalah situs kota kuno yang tertutup abu akibat letusan gunung berapi, untuk masuk ke situs ini harus membayar tiket tambahan sebesar IDR 200.000, kami memilih untuk tidak masuk untuk menuju ke red beach yang tidak jauh dari situs tersebut, pantai yang lain adalah Perivolos. Selanjutnya meng-explore desa Megalochori, rumah-rumah di Santorini mirip dengan Mykonos hanya bedanya terdapat kubah di atasnya untuk menampung air hujan karena mereka kesulitan untuk memperoleh air tawar, dan banyak terdapat bangunan gereja kristen ortodoks, bahkan jumlah gerejanya lebih banyak dari pada jumlah pendetanya, artinya setiap rumah atau keluarga sebagian besar memiliki gereja pribadi, namun hanya akan digunakan pada saat ada pesta pernikahan saja, cara mengundangnya-pun cukup unik karena menggunakan pengeras suara alias Toa?? Iya Toa kek di mesjid kita (ngirit ye bo’).
Rute berikutnya Profitis Ilias semacam gardu pandang hanya untuk poto-poto saja. Selanjutnya adalah berkunjung ke perusahaan pembuatan wine khas Yunani yaitu Santo Wines dan mecicipi 3 produk wine mereka...rasanya cukup enak (kata mak bos gue), cheers dalam bahasa Greeka adalah yamasss, saya dan teman saya bersulang dengan orange juice bersama 2 anak kecil yang berada dalam satu rombongan (ini baru kekinian).
| Mbaknya Guide...*lali jenenge :D |
Satu hal yang paling saya suka dari tour ini adalah kita bertemu dan berkenalan dengan peserta tour dari negara-negara lain, saat itu kami berkenalan dengan orang Iran yang tinggal di Amerika, orang India yang tinggal di Swiss, ada juga yang dari Australia dan Philipine, kami ngobrol serasa udah kenal lama, ada pula yang dari Korea cuma dia sangat sibuk dengan gadget-nya, padahal kami satu bangku di Bus, entah tidak bisa berbahasa Inggris atau memang ignorance, tapi ada juga Korean yang ramah seperti yang saya kenal di Akropolis, Mbak-mbak solo traveler yang baru keliling Eropa 3 bulan! Eniwei I Love the Toursss...
| Fira City, path zig-zag itu adalah si jalan 500 langkah yang menuju port of Thira |





0 comments:
Post a Comment