Visa merupakan momok tersendiri bagi saya pribadi, selain belum pernah ke eropa, tampilan saya yang mbak-mbak hijaber ini bikin pesimis bisa dapat visa, kalopun mungkin dapat saya kuatir foto visa nya harus terlihat telinganya, namun ternyata kekhawatiran saya tidak beralasan sama sekali, semua lancar dan foto visa sesuai yang saya harapkan, Visa Schengen pertama saya tertempel dengan manis di buku ijo ituhhh...(mbrebes mili..halah).
Persyaratan!!!...nah inihhhh...ribetttt kakakkkk...
Saya sering berurusan dengan dokumen pervisa-an baik dari negara-negara Schengen, Amerika, maupun Inggris yang punya standard keribetan tertentu....Tapi ternyata Visa schengen Yunani inih Mbah-nya keribetan dari segala keribetan. Persyaratan umum, anda bisa cek di blog2 Mbak2 dan Mas2 sebelah, karena saya hanya akan notes persyaratan khususnya yaitu Surat Sponsor, copy SIUPP, dan copy akta perusahaan yang harus dilegalisir di Kemenlu, Kemenkumham, dan Notaris!!!. Konon anda bisa minta bantuan orang/agent untuk legalisir dengan tarif IDR 300.000/instansi, biaya visanya sendiri IDR 1.400.000.
Namun jika anda punya rejeki berlebih atau geratisan kayak saya dan tidak ada cukup waktu sampai tanggal keberangkatan, anda bisa menggunakan jalur khusus lewat travel agent yang tidak memerlukan legalisir ngalor ngidul itu, plus hanya cukup membutuhkan 3 hari proses. Harganya, dari sekian banyak saya cek travel agent, hanya Yuk Travel yang paling murah yaitu IDR 3.500.000 (ini murni kasi info aja, saya bukan buzzer Yuk Travel tuips...sumpah bukan..ehh).
![]() |
| Nihh...rapet yakk krudungnya :D, pojok kanan atas lingkaran merah itu kode negara Schengen yang mengeluarkan, Greece: GRC, kalo Belanda: NLD, dst. |
Oiya, untuk pengajuan visa Schengen Yunani jalur biasa anda perlu menelefon dan membuat janji dengan staff kedutaan, pastikan semua persyaratan anda lengkapi termasuk saldo tabungan minimal IDR 50.000.000 mengendap selama 3 bulan, jangan mak bedunduk tiba-tiba ada uang sejumlah tersebut di saldo akhir yang sebelumnya minus ahihihi. Ingat! Hanya mereka dan Tuhan yang tahu kenapa visa kita dikabulkan atau tidak!
Perihal perjalanan, seperti yang sudah saya ceritakan di Yunani part 1, kami memilih berangkat dari Singapore karena perbedaan harga yang cukup jauh, timbal baliknya anda harus siapkan stamina karena berarti harus transit 2x yaitu Singapore dan Dubai (kalo dengan Emirates seperti saya). Kebetulan ke dua bandara ini memiliki fasilitas yang lengkap, mulai dari internet, kursi pijat sampai dengan nonton film dan semuanya gratiss tiss..., jadi anda tidak perlu kuatir mati gaya. Dan...kalo anda naik Emirates jangan kuatir pula akan kelaperan di Dubai, karena transit lebih dari 2 jam, anda akan dapat voucher makan yang bisa ditukarkan di lantai Mezzanine, atau Mc Donalds dan Starbucks. Kalo transit kurang dari 2 jam, jangan harap anda dapat voucher, sempat makan pun tidak! karena bandara Dubai ini luasnya ngga kira-kira, jadi butuh waktu 1-2 jam bagi anda untuk ke gate selanjutnya mulai dari keluar pesawat sampai ke gate yang dituju!.
![]() |
| Dubai Int'l Airport |
Saya melihat bandara Changi dan Dubai hampir mirip, sama-sama megah dan sama-sama banyak jualannya, petugas bandaranya-pun keduanya sama-sama dari berbagai suku bangsa di dunia, dan sama-sama ketat pemeriksaannya. Kalo nyocokin muka saya sama visa dan passport detil sekali, sampai dilihat berulang kali, disenyumin baru dilepas (ciyeee..ehem), dan saya selalu kebagian digiring kepinggir untuk di grepe-grepe dengan pentungan yang bisa bunyi ituh (mbuh apa namanya). Kenapa saya bilang selalu?? Karena mak bos dan teman saya tidak selalu, bahkan mungkin mak bos tidak pernah!. Belum lagi, di bagian imigrasi saya selalu paling belakangan keluar, ya karena ditanya-tanya detil, jujur penampilan saya kalo mau naik pesawat memang kurang meyakinkan, mungkin takutnya saya dikira menggelandang disonoh or korban trafficking?? ditambah pasti saya pake sendal jepit, lha buat apa keren-keren wong ntar saya juga mau bobok di atas sanah!! Gitu pikir saya. Oiya, di setiap boarding gate, baik di Sin maupun Dubai anda akan selalu ditanya apakah anda membawa smartphone yang Notes S7 ituh, walaupun pengumuman prohibited sudah ditempel dimana-mana, saya sih punya smartphone merk yang sama cuma beda type aja K Zoom, jadi saya ngga tau kalo punya type yang itu bakal diapain deh tuh henpon??
Dikarenakan kedua bandara ini cukup besar (terutama Dubai) perhatikan waktu dan gate transit anda! Jangan kaya saya, sudah pede dengan nomor connecting gate yang kami lihat di papan FIDS (Flight Information Display System), lenggang kangkung tanpa konfirmasi dengan petugas, ternyata kami salah masuk gate dan waktu hanya tersisa 15 menit saja! Blarr! bak disambar petir kami lari-larian menuju ‘jalan yang benar’! karena gatenya jauuhhh minta ampun dan musti naek Aero Train, dari mata yang kuyu kurang tidur ditambah jet lag karena connecting jam 3 dini hari, tiba-tiba langsung mak byarr tegang dan kemringet. Alhamdulillah kami tidak ditinggal sama Mbak-mbak dan Mas-mas Emirates...tragedi ketinggalan pesawat di Dubai tidak sampai terjadi (amit-amit jabang bayi!).
Apakah sudah berakhir?? Belum! deramah tak berkesudahan berikutnya adalah salah tanggal return ticket, bahkan baru ketahuan saat check in bagasi. Bodohnya, malam sebelumnya, saya sempat check in on line, ini pun saya tidak notice bahwa tanggal di tiket salah. Hingga saat check in bagasi, Mbak-mbak check in counter sangat lama nge-cek tiket kami, mungkin semacam input kode buking atau nama penumpang, namun tidak ketemu juga di daftar manifest saat itu, bahkan saya sempat berargumen dan menunjukkan bukti check in on line saya. Sampai akhirnya, Mbaknyah dengan santai bilang “your flight is still tomorrrow,” my flightt...whatttt??? Mungkin dalam batinnya, dasar turis bego, nyusahin orang! Haha..yang ini entah apa yang terjadi?? karena itinerary sudah fix, dan tiket bisnis mak bos tidak ada masalah. Untungnya (jowo banget dah masih ada untung) masih ada seat hari itu, hanya kami harus merelakan uang IDR 2.000.000 untuk ganti tiket kepulangan hari itu!!!
![]() | ||
| Si Super Jumbo Jet *maaf ngga kece fotonya, susah kalo udah ngejer2 pesawat |
![]() |
| Nih tak kasi bonus *Maaf ya mbak without your permission :D |
Eniwei...advantages penerbangan dari Singapore ini adalah saya bisa merasakan terbang dengan pesawat terbesar di dunia Airbus A380-800 super jumbo jet, double engine masing-masing 2 di sayap kanan dan kiri (pesawat yang biasa kita lihat ‘knalpotnya’ satu kann??), kapasitas penumpang 850 orang formasi 1 kelas atau 555 untuk formasi 3 kelas!!! pantesss saja pesawat ini keliatan lebih raksasa dari pesawat lain yang pernah saya lihat, turbulance-pun tidak terasa saking gedenya. Interior dalam pesawat sama seperti seperti pesawat lain, hanya lebih besar dan formasi kursinya lebih banyak 3-4-3 dengan kabin bertingkat, bernuansa ungu dan orange muda, jendela pesawat sangat lebar dengan list coklat emas motif kayu. Sayangnya, pesawat Emirates jenis ini tidak bisa kita ketemukan di Soetta karena bandara kita belum bisa ‘diparkir-in’ doi, oleh karena ukurannya yang terlalu besar dan terlalu berat, yah semoga ya suatu hari nanti (Berdoa).




0 comments:
Post a Comment