Yamasss from Greek!
Traveling ke Yunani sebenarnya tidak ada dalam bucket list sebelumnya, mendadak aja nongol di option dalam rencana jalan-jalan kami.
Okeh perlu dijelaskan bahwasanya saya cukup beruntung karena jalan-jalan adalah bagian dari program kerja di kantor, Motto kami adalah (yaelah ‘motto’ anak lama inih mah) WORK HARD PLAY HARDER (capslock jebol 😁) jadi geratisss kakakkkk! (Ngga usah jeless gituh...).
Paling sering ditanya, kenapa ngga Prancis? sekalian Ngeropah pan, ngga tertarik gimana dong?? (Sombong dikit hihi).
Beklah kita mule,
10 hari include perjalanan cukuplah jelajah Yunani walopun ga semua, kami mulai dari Athena, kemudian ke Mykonos, trus lanjut ke Santorini, pada pertengahan Oktober 2016.
Yang di cek pertama kali tentunya Flight, entah kenapa flight Jakarta-Athena jauh lebih mahal dari Singapore-Athena, contoh saja Emirates Air Jakarta-Athena IDR 16jutaan sedangkan Sin-Athena hanya IDR 10jutaan, lebih murah kannn, untuk maskapai lain pun demikian. Jadilah kami book Jakarta-Sin-Jakarta dengan Air Asia, kemudian Sin-Athena-Sin dengan Emirates, gapapa rada ribet dikit asal dapat harga murah. Pilihan lebih murah lagi Turkish dan Qatar, tentunya dengan transit di negara asal masing-masing.
Disclaimer: Budget akan selalu dalam Rupiah yah, karena buat saya sendiri lebih gampang untuk ngukur mahal murahnya (yang jelas sih ga pernah murah *pura-pura kaget). Tarif kamar hotel adalah untuk tipe triple, jadi kalo dibagi tiga ya biayanya jadi murah, kecuali kalo anda yang mbayarin semua.
Setelah keluar masuk bandara, pesawat, imigrasi dan cek an cek in berkali-kali (sambil pencet remote fast forward) sampailah kita di Eleftherios Venizilos International Airport, celetuk pertama yang keluar adalah ‘kok kek berasa di NTT yah’ ?? Bener! Yunani ini agak gersang, kontur tanahnya berbukit tapi tak ada tumbuhan tinggi ijo royo royo seperti di Jawa. Tipikal bangunannya agak-agak klasik (kuno), jadi ngga ada gedung tinggi seperti punya kita, kalo malem pencahayaan (macem soting da ah) agak kurang, ngga tau deh mereka emang saving energi atau kitanya yang boros listrik.
Setelah ambil bagasi, hal pertama yang kami cari adalah SIM card, konon bisa dibeli di Arrival Hall, cuman ga nemu meski udah ngalor ngidul tanya, maka fix di airport tidak ada yang menjual SIM card. Akhirnya kami nemu toko retail vodafone di deket Hotel, jadi sama seperti di Indonesia, kita bisa gonta ganti SIM card berkali-kali, dan dijual bebas juga di pinggir jalan, harganya sekitar 200ribuan masa aktif 30hari. Hanya saran saya, belilah SIM card di toko retail karena pendaftarannya agak ribet, jadi biar staff mereka yang daftarin, kalo beli di pinggir jalan saya tidak yakin mbak2 SPGnya bisa pasangin di seluler kita, karena kudu kutak katik komputer gitulah, dan bahasa petunjuknya ya bahasa mereka...kelarrr kannn??
Keluar dari Airport kita bisa pake Metro ke tengah kota, begitu keluar bandara, petunjuk transportasi cukup jelas. Tapi kami lebih memilih menggunakan Taxi karena jarak antara stasiun Metro dengan Hotel 15 menit jalan kaki, tidak masalah kalo ga ada tentengan, tapi jalan kaki 15 menit dengan koper 20kg?? Wassalam deh...
Kami menginap di Andromeda Suites harga IDR 2.600.000/malam, berada di tengah kota bersebelahan dengan US Embassy (untung pas ga ada demo, yang biasa jadi langganan mereka). Jarak dari bandara ke hotel hanya 30-40 menit dengan Taxi, argo IDR 700ribuan. Apartment ini luas dan bersih dengan desain yang sangat ‘nyeni’ (menurut sayah). Staffnya ramah dan helpfull, dan tentunya super keceh (Mbak Olga matur nuwun sanget ). Belakangan saya baru nyadar bahwa orang Yunani betul-betul ramah dan keceh-keceh semuaaa...aselik like aaaa...se-negara keceh semua, bahkan abang-abang tukang bersih-bersih or abang-abang yg jualan kaki lima, kalo disini udah jadi arteis barangkali :)), dan saking ramahnya, saya lumayan sering diajak ngobrol mulai dari yang sekadar bertanya apakah saya dari Arab or sekadar ucap Assalamualikum (yang ini mungkin krn saya pake hijab), yang paling sering adalah dibantuin ngangkat koper, mulai dari Mbak-mbak yang di restoran sampai dengan Mas-mas yang hanya sekadar lewat dan menawarkan bantuan buat ngangkat koper saya! (peyukk atu-atuuuu...).
| Andromeda Suites |
Tempat pertama yang kami kunjungi adalah situs kuno Akropolis harga tiket masuk sekitar IDR 180.000, stasiun metro yang terdekat yaitu stasiun Akropolis hanya 10 menit jalan kaki, tiket kereta sekitar 30ribuan, tidak masalah seberapapun jauhnya perjalanan kereta. Jalur metro-nya pun tidak terlalu ruwet dan gampang dibaca. Satu hal yang menarik dari stasiun Metro Yunani ini, untuk stasiun besar seperti Syntagma atau Akropolis, salah satu sudutnya dipamerkan benda-benda purbakala seperti gerabah yang diletakkan pada kotak display kaca yang menempel pada tembok.
| Athens Metro |
Situs ini merupakan sebuah area kota kuno Yunani yang terletak di dataran tinggi berbatu. Berturut-turut yang kami lalui menuju puncak Akropolis adalah Dionysus Theater, Herodes Atticus Theater (yang ini sempat dibuka untuk umum, untuk pertunjukan konser musik klasik Yanni), kemudian Temple of Nike Apteros, dan highlightnya adalah kuil Dewi Athena (Parthenon & Erectheion). Untuk Parthenon, kuil ini kemudian digunakan sebagai gereja setelah Raja Yunani (ngga tau namanya siapa, cari sendiri yak) memeluk Kristen Ortodoks, setelah ditaklukkan oleh Kekaisaran Ottoman Turki (ini juga mbuh siapa) digunakan sebagai masjid, namun baik gereja ataupun masjid ga ada bekas arsitekturnya, eniwei pilar-pilar di Parthenon ini menjadi rujukan pembangunan konsep pilar di seluruh dunia (konon kabarnyah).
Tidak jauh dari situ terdapat Plaka area, berupa deretan toko-toko souvenir dan restoran-restoran, mahal?? Pasti...
Kaos dengan bahan pas-pas-an di banderol dengan harga IDR 130ribuan, tenang saja masih bisa nawar kok, dan yang pasti penjualnya suka ngajak ngobrol ngalor ngidul (yaa ramah itu tadi). Oiya, better bawa uang cash yang banyak, karena mereka akan memberikan diskon kalo kita belanja pake cash, jadi keluarin dulu kartu kredit, habis itu minta diskon yang gede dengan tawaran kita mau pake cash hihi...kebetulan kan lagi susah tuh negara, jadi mereka butuh cash dari luar.
Soal makanan, saya tidak terlalu kesulitan menyesuaikan lidah dengan makanan Yunani, menurut saya (yang picky ini) masakan Yunani lebih enak daripada masakan Jepang atau Korea, hanya saja porsinya bukan porsi kuli lagi, tapi porsi super combo extra large!, menyesuaikan dengan ukuran tubuh khas bangsa kaukasoid mereka. Harganya-pun tidak kalah super-nya, biasanya 1 main course harganya diatas IDR 150.000, disajikan dengan pan platinum atau piring jumbo yang isinya ngga kira-kira, sudah ada protein macam chicken/beef grilled ditambah karbo dari kentang dan juga nasi, jadi anda bisa sharing berdua atau bertiga, atau kalo mau ngirit bisa beli kebab, sandwich, atau roti-rotian seharga 50ribuan.
| Street Musician @Plaka |
| Our new Korean Friend |
Dari Plaka, kami balik ke Stasiun Metro Akropolis, berhenti 1 stop ke Stasiun Syntagma, tujuan kami adalah Syntagma Square semacam alun-alun dan pusat perbelanjaan, hanya toko-toko disini kebanyakan barang-barang branded. Jika anda ingin keliling-keliling kota tanpa merasa capek, cobalah kereta mini dengan jendela terbuka alias odong-odong (odong-odong?? Iyah beneran ada odong-odong di Athena) cuman istilahnya agak kerenan dikit “Happy Train” dan yang membedakan dengan odong-odong kita adalah, ada Mbak-mbak yang jadi kang karcis merangkap guide dengan penampilan kecehhh badayyy (Inih nih yang namanya propesionalll, patut di contoh!!!), tarifnya tidak sampai IDR 50.000. Rutenya adalah The Hellenic Parliament & Constitution Square, The Monument of Unknown Soldier, The Presidential Palace, Panathenaic Stadium, The Temple of Zeus, The Hill Of Acropolis, Plaka Street (yak kami kembali ke Plaka untuk ke 2 kalinya), terakhir kembali ke Syntagma (kumplit kannn). Selanjutnya, kita bisa sekadar jalan-jalan menyelusuri pertokoan di sekitar syntagma, dan tahu-tahu kami nembus lagi ke Plaka, untuk ke tiga kalinya! (Oh Tuhannn kecil kali niy kota!).



0 comments:
Post a Comment