Pagi ini Tokyo agak gerimis, sebelum ke Hakone kami mampir terlebih dahulu ke Ueno. Di sini anda bisa mengexplore Ueno Zoo dan per-museum-an diantaranya Tokyo National Museum, National Science Museum, Tokyo Metropolitan Art Museum, National Museum of Art Western, & Shitamachi Museum.
Dari Horikirisoubuen St. dengan line Keisei-Ueno stop di Ueno St. Titip koper di loker, kami keluar stasiun menuju Ameyoko Market atau di plang-nya tertulis Ameyayokocho yang terletak di antara Stasiun Ueno dan Stasiun Okachimachi.
 |
| Ameyoko Market di pojokan belah kiri ituh *jepretan by Mak Bos |
Di pasar ini anda bisa mendapat souvenir lebih murah dari tempat lain, menurut saya pasar ini sangat kumplit selain menjual berbagai macam kebutuhan pokok, mereka juga menjual produk-produk kosmetik, ada pula toko kamera, dan toko jam. Tepat di atas Stasiun Ueno adalah Taman Ueno yang popular untuk melihat mekarnya bunga Sakura atau disebut dengan “Hanami” sayangnya kami datang saat bunga Sakura sudah habis berguguran. Namun jangan kuatir masih banyak highlight lain yang bisa anda dapat saat meng-eksplor Ueno Park seperti Danau Shinobazu, Kuil Tosho-gu, Kuil Shimizu Kannon-do yang bertema sama dengan Kuil Kiyomizu-dera di Kyoto, Kuil Hanazono Inari yang mirip dengan Kuil Fushimi Inari di Kyoto juga, dan Kuil Bentendo yang berada di tengah-tengah danau, serta beberapa ornament patung yang saya ngga kenal siapa-siapa aja (yaa iyalahhh emang pernah kenalan?? :D).
Berhubung hari sudah siang dan kami kuatir akan kemaleman sampe Hakone, maka kunjungan per-museum-an kami batalkan dan langsung berangkat ke Hakone, oiya saat anda berpindah kota/hotel saya sarankan untuk tidak kemaleman, karena rasa lelah di tambah gelapnya hari akan mengurangi konsentrasi anda yang memungkinkan terjadinya dis-orientasi arah atau bahasa kerennya “Nyasar” :D. Capek, nyasar, bawa koper dan tas se-gambreng, yang ada akan memancing konflik antara anda dan travel companion anda, yah semoga tidak ya, tapi perlu dipertimbangkan bukan?. Rute kereta dari Tokyo ke Hakone adalah Ueno St. dengan Shinkansen Kagayaki stop di Tokyo St. ganti dengan Shinkansen Kodama stop di Odawara St., pindah ke Odawara St. line Hakone Tozan Railway stop di Hakone-Yumoto St. total waktu tempuh 1 jam 47 menit, total fare IDR 200.000. Selain Shinkansen, Hakone bisa di capai dengan kereta yang harganya lebih murah namun dengan waktu tempuh yang lebih lama 2,5 jam yakni dengan kereta Odakyu Railways, sedangkan dengan Shinkanshen Tokyo-Odawara hanya memakan waktu satu jam. Apabila anda memiliki lebih banyak waktu di Hakone saya sarankan untuk membeli Hakone Free Pass 2 days seharga IDR 400.000 yang sudah termasuk Odakyu Railways return ticket, dan berbagai transportasi Hakone seperti kereta, bus, boat, ropeways, cable car/train dan diskon untuk tiket masuk ke beberapa tempat wisata.
Hakone adalah tempat wisata pegunungan yang merupakan salah satu lokasi terdekat untuk melihat keindahan gunung Fuji, terletak di sebelah barat kota Tokyo, di prefektur Kanagawa, kalo di Jakarta seperti Puncak Bogor. Highlight Hakone antara lain Lake Ashi, disini anda bisa berkeliling dengan Hakone Cruise Ship, kemudian Lembah Owakudani yakni semacam crater yang bisa anda capai dengan kereta gantung, puncak gunung Fuji terlihat paling jelas dari tempat ini, dan kalo anda pernah mendengar telur hitam atau “Kuro Tamago” ditempat inilah anda bisa mendapatkannya langsung dari tempat pembuatannya, dimana telur dicelup langsung ke dalam kolam air panas, walaupun anda juga bisa mendapatkannya di kios-kios Stasiun Hakone-Yumoto. Selain itu masih ada Hakone Detached Palace Garden yakni istana musim panas Kaisar, Ancient Cedar Avenue yang merupakan jalur tracking dengan pohon cedar di kanan-kirinya menuju ke arah Hakone Shrine, dan yang paling sering dicari orang adalah Hakone Onsen yakni pemandian air panas.
Sampai di Hakone-Yumoto St. kami keluar dari Stasiun kemudian berjalan ke arah kiri menuju pemberhentian Bus-Bus, disini kami terlebih dahulu menuju ke bagian Pusat Informasi Hakone sebuah kantor kecil yang posisinya tepat di depan pemberhentian Bus. Di tempat ini anda hanya bisa bertanya mengenai informasi wisata dan sarana transportasi di Hakone namun tidak bisa membeli tiket-tiket masuk dan transportasinya, kali ini kami bertemu dengan mbak-mbak petugas yang mahir berbahasa inggris…akhirnyaaaahh… :D. Menuju ke hotel kami diberitahukan untuk menggunakan shuttle bus yang tepat berada di depan kantor informasi ini, tarifnya IDR 10.000.
 |
| Sungai deket Hotel *jepretan by Mak Bos |
Hotel Hakone Pax Yoshino merupakan Ryokan Hotel yakni Hotel tradisional bergaya Jepang dengan tempat tidur di bawah atau biasa disebut “Tatami,” lengkap disediakan pakaian tradisional “Yukata” yang kita bisa memakainya untuk berjalan-jalan keluar namun di sekitaran Hotel saja, jangan dibawa sampai ke Terminal yah!, dikira orgil tar :D. Hotel ini terletak di pinggir sungai dan di depannya adalah hutan, tarifnya cukup mahal semalam IDR 3.000.000, namun ternyata karena hotel ini dilengkapi dengan fasilitas Onsen! Jadi kami tidak perlu mencari Onsen diluar. Di Jepang memang tidak ada akomodasi yang murah kecuali Hostel, karena fasilitas yang disediakan juga tidak asal-asalan, kalo anda bertiga dan menginap lebih dari semalam, maka mereka akan menyediakan toiletries dengan jumlah dan ukuran botol yang besar, dengan demikian saat anda booking hotel anda harus dengan benar mengisi berapa orang yang akan tinggal. Kalo Hotel pada umumnya hanya menyediakan toiletries berupa sabun, shampoo, dan sikat gigi, disini mereka juga menyediakan conditioner, make up remover, body lotion, face lotion, sisir, dan semuanya ada 2 jenis produk terpisah untuk laki-laki dan perempuan, jadi jika tamunya laki-laki tidak perlu kuatir akan beraroma feminim :D. Merk toiletries yang disediakan pun tidak sembarang merk, kalo di kita Shiseido adalah merk ningrat dengan harga ratusan ribu, di Jepang Shiseido adalah merk umum untuk mengisi toiletries Hotel dan Onsen! :D.
 |
| Our Superr Cool Accommodation |
 |
| Rak pojokan itu berisi alat pijat manual hihi *pantesss mahal yakk Hotelnya -.- |
 |
| Tea set |
 |
| Yukata-nya *abaikan mbak2 yang make :D |
 |
| Yukata dengan jaketnya *abaikan lagi manekin-nya :D |
 |
| The Superrr Equipped Toiletries |
Setelah check in, staff hotel akan memberikan informasi seperti kapan waktunya staff mereka menyiapkan tatami untuk tidur, dan juga tata cara dan peraturan berendam di Onsen (Owh…ternyata ada aturannya yah kirain tinggal nyebur aja). Kira-kira begini tata caranya, sebelum berendam anda diharuskan mandi terlebih dahulu di shower dengan sabun yang sudah disediakan, setelah itu baru berendam, beberapa Onsen memiliki kolam berendam dengan tingkat hangat atau panas yang berbeda, nah anda mulai dulu dari kolam dengan air yang tidak begitu panas, setelah berendam anda bisa masuk ke ruang sauna, terakhir bilas kembali di shower. Membaca peraturan Onsen, sampailah saya ke peraturan Onsen nomor sekian “No fabric allowed” ehh? Saya masih ngga yakin sama terjemahannya, konfirmasi ke mak bos “Mak ini maksudnya ngga boleh make baju blasss??” mak bos: “iyehh ga boley!”, saya:”wah mak, serius mak?”, mak bos:”iyahh”. Wah saya mundur dehh, masak ngga boleh make apa-apa blass ya nganu dong yah?? :D. Di kamar hotel masih terdapat flyer peraturan Onsen, dimana dijelaskan bahan dan zat pewarna dari fabric yang bercampur dengan air panas alami akan meracuni tubuh…owh…begituh toh, tapi saya tetep mundur. Kan isinya Onsen perempuan semua? Mboten Matur Nuwun!!!
 |
| Si Hotel tetangga tempat numpang Makan Malem |
Hari pertama tiba di Hakone kami tidak melakukan apa-apa, acara kami hanya leyeh-leyeh menikmati kamar yang unik inih, ada saatnya anda harus menikmati waktu hanya dengan bersantai, percayalah…anda tidak akan menikmati liburan jika setiap waktu hanya dikejar-kejar oleh schedule ngider kesana kemari :D. Karena restaurant Hotel tidak menyediakan makan malam, kami disarankan untuk ke restaurant hotel sebelah, hotel ini terbilang lebih mewah dari yang kami tempati, untuk masuk saja sudah ada sign dilarang menggunakan sepatu atau sandal dari luar dan sudah disediakan sandal dalam ruangan di dalam loker-loker, sebagai gantinya taro sepatu kita di dalam loker dan kunci. Kunci inilah yang nantinya berfungsi sebagai alat pendaftaran masuk hotel karena kita bukan tamu mereka…ahh elahhh ribeuttt (-.-). Setelah menunjukkan kunci loker kita ke reception, kami dipersilahkan masuk ke lantai 2, aselik kinclong banget lantainyahh pantes ga boleh pake sepatu dari luar, saking kinclongnya mas-mas Waiters yang kami panggil secara tiba-tiba karena order tambahan sempat terpeleset saat berbalik hihihi. Restaurant ini bergaya khas Jepang (yaa iyalahhh -.-) dengan bilik-bilik berdinding kertas, ada yang private berisi 1 meja panjang, tetapi ada pula ruang yang lebih besar berisi beberapa meja, malam itu kami menghabiskan makan malam dengan biaya hampir IDR 1.000.000!!! ediaann….
Tes tes....haiii darling
ReplyDeleteHi love....akherrrnya bisa comment yeee,brp jam td belajar commentnya wkwk
Delete